Showing posts with label Perkebunan. Show all posts
Showing posts with label Perkebunan. Show all posts

Cara Budidaya JAHE di Wadah Polybag dengan Mudah, Simpel dan Hasil Menguntungkan

Saya paling suka membuat minuman dari jahe. Kadang-kadang saya juga buat bubur kacang hijau dengan menambahkan jahe di dalamnya. Alasan inilah yang membuat saya membudidaya jahe karena jika sewaktu-waktu saya butuh maka tinggal ambil saja karena sudah ditanam banyak di pekarangan rumah.

Saya membudidaya jahe sudah lama sejak masih duduk di bangku SMA. Selain tanaman jahe, juga banyak jenis tanaman apotek hidup yang saya tanam. Ya tujuan tadi, jika sewaktu-waktu saya butuh jadi tidak perlu repot harus beli dulu di warung atau pasar. Kapan butuhnya langsung ambil saja. 
Misalnya ketika saja sedang tidak enak badan atau habis pulang kerja kehujanan, saya bisa membuat wedang jahe untuk menghangatkan tubuh. Selain itu, ini menghemat biaya belanja jika kita mau telaten menanam tanaman buah, tanaman sayuran maupun apotek hidup di sekitar rumah.

Untuk budidaya tanaman jahe saya lebih suka melakukannya di karung atau di wadah polybag. Ini saya lakukan karena saat membudidaya jahe di wadah karung bekas atau polybag maka pertumbuhan tunasnya akan semakin cepat. Apalagi menambahkan pupuk kandang dan penyiraman rutin maka rimpangnya akan semakin cepat banyak.

Cara budidaya/menanam jahe cukup simpel dan gampang dipraktekan. Caranya masukkan tanah yang sudah dicampur pupuk kotoran ayam dengan perbandingan 80% tanah, 20% pupuk kandang. Setelah itu, masukkan kedua media tanam yang sudah dicampur tersebut ke dalam wadah polybag/karung ukuran kecil, barulah diamkan dulu selama satu minggu agar racun di dalam tanah hilang.

Setelah pendiaman media satu minggu, baru setelah itu bisa menanam jahe yang rimpangnya sudah memiliki mata tunas. Tapi kalau saya biasanya mengambil mata tunas dari tanaman lain untuk bibit. Mata tunas ditimbun pada media tanam kurang lebih sedalam 3-4 cm. Setelah itu, lakukan penyiraman rutin setiap hari untuk memastikan bahwa tanahnya tetap lembab. Tanah yang lembab dan cukup air justru disukai tanaman jahe, dan membuat tunas cepat tumbuh karena ketercukupan airnya memadai. Jika kondisi media tanam kering, biasanya pertumbuhan tunas akan lambat, sehingga tanaman semakin lama beranak pinak.

tanaman jahe di wadah polybag yang saya tanam


Selain penyiraman, lakukan juga penyiangan di sekitar media tanam jika memang ada gulma/rumput liar yang tumbuh. Penyiangan saya lakukan biasanya setiap 2 minggu sekali, atau bisa dipantau per pekannya. Untuk masalah hama dan penyakit jujur saya jarang menemuinya. Mungkin analisis saya daun jahe dan rimpangnya ini tidak disukai hama dan penyakit.

Nah, jika kemudian bibit jahe yang ditanam sudah dewasa dan menghasilkan banyak mata tunas baru, maka bisa diambil beberapa bagian untuk bibit yang kemudian dipindahkan pada media polybag/karung lainnya. Saya sendiri bisa memiliki lebih dari 50 wadah polybag yang berisi tanaman jahe. Dan mungkin sekarang bisa ratusan bibit karena setiap kali ada mata tunas saya pindahkan. Dengan begitu, maka kita bisa memanfaatkan lahan pekarangan rumah yang sempit untuk menanam tanaman apotek hidup yang bermanfaat bagi kesehatan.

Tanaman jaheku mulai bertunas



Jadi bagi teman-teman yang tinggal di area perkotaan masih berpeluang besar untuk menanam jahe di pekarangan rumah. Ini kegiatan simpel kok, jadi tidak perlu membuat lahan bedengan untuk menanam jahe. Selain itu, dengan menanam jahe, juga kita turut membuat lingkungan sekitar tetap asri dan hijau. Ayo produktif dengan menanam jahe di sekitar rumah. Selamat mencoba ya teman-teman petani. #YukMenanamJahe. Silakan baca juga tulisan saya yang lainnya: Cara Budidaya Labu Air/Labu Putih yang Simpel, Mudah dan Menguntungkan.

Cara Budidaya Labu Air/Labu Putih yang Simpel, Mudah dan Menguntungkan

Beberapa waktu lalu saya berhasil menanam labu putih atau biasanya orang di kampungku menyebutnya sebagai labu air. 

Secara umum labu air ini mempunyai bentuk buah yang lonjong memanjang dan kulit buahnya berwarna putih. Labu ini paling enak disayur santan atau bisa juga ditumis.

labu air atau labu putih

Saya menanam labu tersebut di atas di samping rumah. Karena memang ada sedikit lahan yang bisa dipakai untuk menanamnya. Saya hanya menanamnya beberapa pohon saja.

Cara menanam dan merawatnya cukup dimpel dan mudah.

Jadi saya cuma membenamkan biji labu tersebut di tanah kosong dengan jarak tanam sekitar 2 meteran. Setelah bibit tumbuh, maka saya siram secara rutin, dan cukup saya beri pupuk kandang (kotoran ayam saja), hingga tanaman tumbuh dewasa. (Baca juga ya: Cara Budidaya Jahe di Wadah Polybag yang Mudah, Simpel dan Hasil Menguntungkan).

Setelah tanaman waluh dewasa mempunyai sulur, kemudian saya buatkan rumah-rumahan dari bambu yang tujuannya agar sulurnya tidak merambat kemana-mana. Selain itu, buah-buahnya mudah diatur dan bisa menggantung pada rumah yang dibuat. Jadi terlihat lebih rapih dan indah kan?

Tanaman waluh ini mulai dari penanaman sampai berbuah memakan waktu setidaknya hampir 2 bulanan. Namun puncak tanaman berbuah lebat biasanya pada setelah bulan kedua. Tentunya panennya juga bisa dilakukan secara berkala atau jika sewaktu-waktu ingin menyayurnya.

labu air atau labu putih

Cukup simpel ya menanam labunya. Selamat mencoba. Semoga berhasil ya teman-teman petani. Silakan baca juga tulisan saya yang lain: Ciri+Karakteristik Tanaman Cabe yang Subur dan Sehat.

Ciri+Karakteristik Tanaman Cabe yang Subur dan Sehat

Tanaman cabe yang subur sangat ditentukan oleh seberapa cukup dosis unsur hara yang ditambahkan pada media tanah (tanah). 

Pemberian unsur hara penting bagi tanaman cabe, bisa dengan pemupukan organik dengan kotoran tahi kambing, sapi atau kotoran unggas.

Selain itu, tanaman cabe yang sehat dapat diamati dari bentuk, ciri, sifat dari organ tanamannya.


Tanaman cabe yang sehat dapat terlihat pada daunnya yang hijau, batangnya berdiameter ideal serta kokoh. Akar terlihat kuat, sehingga tanaman cabe tidak mudah roboh jika ditiup angin kencang atau saat intensitas curah hujan yang cukup tinggi.

Adapun ciri-ciri atau karakteristik jika tanaman cabe tidak sakit-sakitan berarti sehat, yang mana tidak mudah rusak organ tanamannya apabila terserang hama atau penyakit pathogen. Dan umumnya pohon cabai yang sehat akan menampakkan daun yang segar dan hijau, batang serta akarnya kokoh, kemudian diikuti bunga dan buahnya yang begitu lebat.

Penyakit pathogen bisa berupa bakteri, virus, kuman, kapang, serta jamu (fungi). Bakteri jahat biasanya akan mudah mematikan tanaman secara tiba-tiba. Virus juga bisa menyerang pada tanaman cabe, misalnya virus Gemini (virus kuning) bisa menyebabkan daun cabe seperti terlihat keriting, rusak, dan lainnya. Kutu kebul juga membahayakan pada tanaman cabe secara menyeluruh.

Jamur (fungi) parasit pada tanaman cabai sering menyerang pada organ utama misalnya akar, dilanjutkan pada organ lain seperti batang, daun, bunga maupun pada buahnya. 

Pada akar biasanya jamur ini akan merusak struktur epidermis akar, dan sebagai akibatnya akar menjadi rusak dan penyerapan air, garam-garam mineral serta unsur hara dari bagian xylem akar di dalam tanah menjadi terhambat.

Pada sebagian besar tanaman cabe yang teramati oleh para petani, jamur parasit juga bisa menyerang pada bagian buah cabe yang sedang matang. Umumnya, jamur ini akan membuat buahnya menjadi busuk lebih cepat, sehingga jika tidak ditangani dengan baik dapat menyebabkan kerusakan buah sebelum didistribusikan ke pasaran. 


Jenis-Jenis Tanah yang Cocok Untuk Menanam Cabe



Menanam cabe supaya pertumbuhan dan perkembangan tanamannya menjadi baik tentu ditentukan oleh faktor jenis tanahnya. Tanah gersang seperti yang terlihat pada lahan perkebunan dengan naungan pohon yang banyak tentu tidak bagus untuk menanam cabe. Sebagai catatan bahwa tanaman cabe lebih menyukai tempat yang tidak ternaung alias banyak menerima cahaya matahari sepanjang waktu. Justru sebaliknya, pada lahan bekas kawasan hutan/perkebunan mungkin bisa menjadi pertimbangan untuk menanam cabai karena kandungan unsur hara tanah yang bagus.

Pada lahan persawahan itu juga bagus, karena mengandung tanah jenis lempung berpasir. Tanah jenis ini mempunyai susunan partikel tanah yang bagus, termasuk ada unsur humusnya yang dapat membantu mepercepat laju pertumbuhan dan perkembangan tanaman.

Pada areal tanah berawa (tanah bekas rawa-rawa) juga cukup bagus untuk menanam cabe. Namun sebelum ditanami cabe, sebaiknya dibakar dulu semak-semak belukar yang menempati wilayah tersebut. Baru setelah beberapa bulan menjadi lahan terbuka, barulah nantinya tanah diolah kemudian dibuat bedengan-bedengan memanjang untuk kemudian ditanami cabe.

tanaman cabe berbuah lebat
tanaman cabe berbuah sangat lebat, (Doc. Wahid Priyono, S.Pd.)

Pada tanah di lahan / lereng pegunungan juga sangat jauh lebih bagus untuk menanam cabe dan berbagai jenis tanaman pertanian lainnya. Umumnya, di lahan lereng pegunungan banyak sisa-sisa abu vulkanik letusan gunung serta pelapukan batuan bumi yang naik ke permukaan tanah sehingga bagus jika lahannya ditanami oleh bibit-bibit pertanian yang unggul seperti bawang putih, cabe, stroberi, bawang merah seperti yang dilakukan oleh masyarakat di daerah sekitar lereng gunung Rinjani Nusa Tenggara Barat (Lombok).

Mengetahui jenis tanah pada kawasan tertentu juga penting dilakukan. Tujuan utamanya adalah sebagai jalan pemikiran (pertimbangan) sebelum melakukan penanam bibit cabe. Karena dengan menanam cabe pada media tanah yang tepat tentu saja akan mendapatkan banyak keuntungan seperti:
  •          Bibit cepat tumbuh serta pertumbuhannya yang tidak lambat;
  •          Bibit cepat menghasilkan organ tanaman baru yang serentak, dan mampu menjangkau produktivitas buah cabe yang lebat;
  •          Meningkatkan produktivitas hasil panen;
  •          Tanaman cabe dapat berumur panjang, karena ketersediaan unsur hara yang tepat di dalamnya;
  •          Penyerapan air, garam-garam mineral, serta unsur hara ke bagian xylem akar akan sangat efisien;
  •         Struktur tanahnya akan semakin bagus untuk uji tanam berikutnya.


Manfaat, Fungsi dan Peranan Mulsa Plastik untuk Menanam Cabe

tanaman cabe berbuah lebat (doc. Wahid Priyono, S.Pd.)

Penggunaan mulsa untuk menutup lahan bedengan saat membudidaya cabe memang sangat popular diminati para petani di Indonesia. Hal ini terbukti bahwa, penggunaan mulsa plastik untuk bercocok tanam cabe mempunyai fungsi, peranan serta manfaat atau kegunaan sebagai berikut:

  •         Dapat menyuburkan lahan tanam (media tanah) yang ditutupi mulsa, sehingga mengundang lebih banyak mikro dan makroorganisme tanah seperti cacing tanah. Seperti diketahui bersama bahwa cacing tanah ini sangat bagus sebab mampu membantu mempertahankan pH dan kelembaban tanah;
  •          Adanya penggunaan mulsa plastik, maka akan mengurangi penguapan secara berlebih pada tanaman cabe ketika siang hari. Pada saat siang hari, terutama saat matahari terik, umumnya pada tanah yang terbuka tanpa mulsa akan mengalami peristiwa evaporasi lebih cepat, sehingga air yang ada di dalam tanah mudah menyusut dan terserap ke atmosfer bumi. Dan sebagai akibatnya, tanah akan kehilangan air yang tentunya akan mengganggu metabolisme tanaman secara menyeluruh. Berbeda ketika menggunakan mulsa plastik, maka penyusutan air tanah akibat peristiwa evaporasi dapat dikurangi;
  •          Pemasangan mulsa plastik pada lahan bedengan penting agar akar tanaman cabe terlindungi dari serangan jamur, gulma (rumput liar), dan bakteri parasite;
  •          Mempermudah dalam kegiatan pendangiran danpenyiangan pada masing-masing pohon cabe, karena lahan bedengan yang tertutupi mulsa sangat jarang ditumbuhi rerumputan liar;
  •          Mampu meningkatkan kualitas buah cabe, sebab dari sinilah tanaman cabe akan jauh lebih subur jika perawatan memang benar-benar diperhatikan oleh petani. Sebagai akibatnya hasil panen meningkat sebab di setiap pohonnya bergelantungan buah cabe dalam jumlah banyak (lebat);
  •         Adanya mulsa plastik yang dipasang di lahan bedengan cabe, tentu saja akan membantu dalam mengusir hama dan penyakit. Pada saat cahaya matahari memantulkan sinarnya ke mulsa, maka sebagian sinar matahari tersebut akan dipantulkan ke atas sehingga mengenai bagian organ tanaman cabe, misalnya daun dan buahnya. Sebagai akibatnya, maka hama dan penyakit akan pergi karena takut cahaya matahari;
  •          Mulsa yang dipasang pada lahan bedengan umumnya dapat membantu mengatur aerasi tanah, memperbaiki pori-pori tanah yang rusak, membantu menjaga ketersediaan oksigen terikat di dalam tanah. Sehingga tentu saja akan membantu menyuburkan tanaman cabe secara keseluruhan.
  •        Beberapa penjelasan tentang keuntungan atau manfaat memasang mulsa plastik di lahan bedengan mungkin perlu menjadi pertimbangan bersama bagi para petani ketika hendak membudidaya cabe dilahan bedengan.

Keuntungan Serta Kerugian Mencangkok Tanaman Pertanian

Mencangok tanaman adalah salah satu cara untuk memperbanyak tanaman pertanian secara vegetatif (tidak k4win). Mencangok adalah hal yang paling sering dilakukan pembudidaya tanaman perkebunan. Contohnya di daerah Lampung Timur adalah tempat pembudidayaan berbagai macam jenis tanam sayur mayur, buah-buahan, obat-obatan, dan serta tanaman hias. Metode yang dilakukan pekebun di daerah tersebut yaitu dengan cara mengokulasi, mencangkok, dan memperbanyaknya menjadi suatu tanaman dengan berbagai macam genotif dan fenotif. Perkebunan di daerah Lampung Timur juga cukup prospek dan menjadi lahan bisnis bagi masyarakatnya.

pohon jambu biji hasil cangkokan, (Wahid Priyono, S.Pd.).

Proses mencangkok jambu biji sistem berderet lebih efisien dan mendapat banyak cangkokan, (Wahid Priyono, S.Pd.).


Contoh untuk cara mencangkok sudah pernah saya tuliskan pada artikel berikut ini: https://guruilmuan.blogspot.com/2015/12/cara-mencangkok-jambu-biji-dengan.html

Adapun beberapa keuntungan dan kerugian dari mencangkok tumbuhan adalah:

(1). Keuntungan Mencangkok:

  • Kualitas dan produksi buah akan sesuai dengan karakter induknya, maka sebaiknya saat mencangkok gunakan bibit indukan yang unggul dan memiliki buah segar dan manis;
  • Tingkat keberhasilannya tinggi karena akar hasil dari mencangkok tetap ada batang indukannya sebelum dipotong dan dipisah dari induk untuk ditanam di tempat yang berbeda;
  • Sifat genotif dan fenotif tanaman hasil cangkok akan sama dengan induknya;
  • Tanaman hasil cangkok akan jauh lebih cepat berbuah daripada tanaman hasil non-cangkok (terutama yang berasal dari biji);
  • Tanaman cangkok sangat bagus ditanam di lekat tanah yang dekat kolam ikan, daerah perkebunan atau halaman dan tanam rumah


(2). Kerugian Mencangkok:

  • Pada musim kemarau, tanah/media untuk mencangkok mungkin lebih gampang kering, sehingga harus rutin disiram supaya akarnya cepat tumbuh;
  • Tanaman hasil cangkok mudah roboh jika terkena angin kencang karena sifat akarnya yang tidak tunjang;
  • Pohon indukan tajuknya bisa rusak karena cabang yang dipotong;
  • Dalam satu batang indukan, hanya beberapa batang saja yang bisa dicangkok, jadi jumlah batang indukkan yang unggul dan kokoh jumahnya terbatas;
Itulah beberapa manfaat, keuntungan, dan kerugian atau kelemahan dari mencangkok tanaman. Semoga informasi sederhana di atas bisa berguna dan menambah wawasan kita bersama. Salam berkebun.

Jarak Ideal Menanam Jagung Menurut Pakar Pertanian Jagung yang Sudah Sukses

Jagung merupakan jenis makanan pokok di Indonesia yang sangat favorit ditanam oleh petani. Hampir di seluruh wilayah Indonesia sangat cocok ditanami jagung. Hal ini mungkin ada kaitannya dengan jenis tanah tropis yang mendukung pertumbuhan dan perkembangan pohon jagung.

Misalnya, di provinsi Lampung, penanaman jagung sering dilakukan, terutama menginjak waktu musim kemarau ke musim penghujan. Jika anda menuju kota Bandarlampung dari pelabuhan bakauheni, maka anda akan lebih sering melihat betapa indahnya tanaman jagung yang terbentang di sebelah kanan dan kiri jalan lintas utama Sumatera (JALINSUM). Tanaman jagung ditanam dengan berbagai tipe lahan, ada yang ditanam di lahan miring (terassering), lahan rata, dan juga lahan berbentuk larikan. Semuanya sangat memukau dan semakin percaya akan kebesaran Tuhan Yang Maha Esa.


Pohon jagung sudah mulai tumbuh dan  berkembang. (Wahid Priyono, S.Pd.)
Pohon jagung sudah mulai tumbuh dan  berkembang. (Wahid Priyono, S.Pd.)


Menurut petani jagung profesional yang sudah sukses di Lampung, maka untuk jarak ideal penanaman jagung adalah 75 cm x 25 cm. Dari jarak tanam ini, maka pemupukan dilakukan di antara satu tanaman dengan tanaman lainnya. Pertumbuhan jagung dengan jarak tanam tersebut sangat ideal dan memungkinkan akan mempercepat proses penyerapan nutrisi dengan cepat.

Pada akhirnya dengan menentukan jarak tanam yang tepat saat menanam jagung, maka akan diperoleh hasil tanam yang memuaskan. Termasuk buah/tongkol jagung yang memadai sehingga produktivitas panen meningkat. Selamat mencoba untuk jarak tanam yang saya sebutkan di atas. 

Cara Mudah Melakukan Penyiangan, Pendangiran, dan Pembumbunan Pada Terong

Terong merupakan jenis tanaman pertanian yang paling sering ditanam oleh petani hortikultur di Indonesia. Pembudidayaan terong umumnya dilakukan mulai dari skala kecil, menengah, hingga skala besar yang menghendaki petani untuk menanamnya dalam lahan luas berhektar-hektar. Dalam satu hektar lahan terong bisa menghasilkan produksi buah terong mencapai 10 ton.

Untuk memperoleh hasil panen sebanyak itu, maka petani harus melakukan perawatan tanaman terong dengan baik dan benar. Beberapa jenis perawatan tanaman terong seperti penyiangan, pendangiran, dan pembumbunan.

Penyiangan merupakan kegiatan petani melakukan pemberantasan gulma dengan cara dicabut, dibuang dari lahan tanam. Gulma/rumput liar ini harus disingkirkan agar pertumbuhan tanaman terong semakin bagus.

Tanaman terong bulat hijau tumbuh subur dan mulai berbuah karena dilakukan penyiangan, pendangiran, serta pembumbunan pada lahan tanamnya, (Doc. Wahid Priyono, S.Pd.)
Tanaman terong bulat hijau tumbuh subur dan mulai berbuah karena dilakukan penyiangan, pendangiran, serta pembumbunan pada lahan tanamnya, (Doc. Wahid Priyono, S.Pd.)

Selama penyiangan berlangsung, lakukan juga kegiatan pendangiran dan pembumbunan tanah di sekitar pusat tumbuh tanaman (sekitar akar) dari masing-masing tanaman. Pendangiran dilakukan dengan cara menggemburkan lahan/tanah pada tanaman terong. Gemburkan tanah tapi jangan sampai melukai akar tanaman, lalu lakukan pembumbunan dengan cara mengangkat tanah yang digemburkan menyerupai gundukan tanah di sekitar akar tanaman terong.

Dengan cara melakukan penyiangan, pendangiran, dan pembumbunan maka tentu saja akan membuat lahan terong semakin bagus, sehingga cocok untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman terong. Semoga informasi sederhana ini bermanfaat untuk bapak/ibu/remaja tani dimana saja anda berada. Silakan baca juga: Panduan Praktis Cara Budidaya Terong Ungu dan Terong Bulat.

Musim Terbaik Menanam Kencur

Musim terbaik untuk menanam kencur yaitu pada saat musim penghujan. Pada musim hujan maka kandungan air di dalam tanah cukup tinggi sehingga sangat baik untuk pertumbuhan rimpang kencur yang barun ditanam.

Musim hujan diperkirakan berlangsung pada trisemester akhir setiap tahunnya, yaitu pada bulan Oktober - April. Pada bulan tersebut sangat cocok menanam kencur sehingga hasil panennya akan jauh lebih meningkat. Dan kebutuhan bibit untuk 1 hektar lahan yaitu sekitar 1-2 ton/hektar lahan.

Berikut ini beberapa foto tanaman kencur yang ditanam sewaktu musim hujan, hasilnya sangat bagus.

Tanaman kencur sedang dalam pemeliharaan, (Foto: Wahid Priyono, S.Pd.)
Tanaman kencur di lahan bedengan saat musim hujan
Tanaman kencur di lahan bedengan saat musim hujan (foto oleh: Wahid Priyono, S.Pd.)
Tanaman kencur sudah mulai berbunga dan menandakan siap akan dipanen dalam waktu dekat. (Foto: Wahid Priyono, S.Pd.)

Jarak Ideal Menanam Cabe Rawit Hijau dan Cabe Merah Keriting (CMK)

Sebagai seorang petani, dalam membudidaya cabe, maka penting sekali untuk mengetahui prinsip-prinsip dasar dalam menanamnya. Termasuk bagaimana cara menentukan jarak tanam cabe rawit yang paling ideal.

Jarak tanam cabe rawit hijau dan cabe merah keriting (CMK) yang ideal dan direkomendasikan oleh petani profesional di Indonesia yaitu 70 cm x 70 cm, atau 60 cm x 70 cm. Pada jarak tanam yang ditentukan, selanjutnya dibuat lubang tanam pada mulsa plastik dengan menggunakan kaleng yang dipanaskan. Lubang tanam dibuat dengan kedalaman kisaran 15-20 cm dan diameternya adalah 20-25 cm, dan dibiarkan satu malam, baru keesokan harinya bibit ditanam.

Jarak tanam cabe rawit jengki yang ideal tentu saja akan meningkatkan hasil buahnya
Jarak tanam cabe rawit jengki yang ideal tentu saja akan meningkatkan hasil buahnya, (Dokumentasi foto oleh: Wahid Priyono, S.Pd.)
Dengan mengetahui jarak tanam di atas, maka hasil panen nantinya akan semakin baik. Sebab, jarak tanam yang ideal akan mengukur tingkat asupan nutrien (unsur hara) yang akan diserap oleh akar tanaman. Semakin rapat jarak tanam, maka otomatis akan terjadi perebutan unsur hara dalam waktu singkat antar satu tanaman dengan tanaman cabe yang lain. Sebaliknya, jarak tanam yang agak berjauhan akan semakin membuat tanaman cabe fokus menyerap air, garam mineral dan unsur hara dalam waktu yang sedikit cepat dan fokus pada satu tanaman saja. Semoga bermanfaat.

Cara Memperbaiki Aerasi Tanah Serta Tingkat Kesuburannya yang Menurun


Terkadang tanah yang sering ditanami berbagai macam jenis tanaman budidaya menurun dari tingkat kesuburannya. Ini adalah hal yang wajar, mengingat hampir separoh unsur haranya terambil oleh tanaman. Dan untuk meningkatkan hara tanahnya maka dapat ditambahkan kembali pupuk organik (pupuk kandang) atau pupuk kimia dari pabrik yang dijual bebas di pasaran. Pemberian pupuk organik biasanya dilakukan pada masa sebelum tanah (waktu pengolahan tanah) dan sewaktu perawatan tanaman seperti biasanya. Dan untuk memperbaiki tanah yang kurang subur dan pH tanah terlalu asam, maka di awal pengolahan tanah bisa menggunakan kapur dolomit.

Tanaman melon subur dengan pH tanah yang netral (tidak terlalu asam).
Tanaman melon subur dengan pH tanah yang netral (tidak terlalu asam).

Sementara untuk memperbaiki aerasi tanah yang kurang baik maka sewaktu masa perawatan tanaman jangan lupa lakukan penyiangan dan pendangiran. Penyiangan maupun pendangiran adalah langkah jitu untuk membuat lahan tanam (bedengan menjadi gembur), sehingga kadar Oksigen tanah tercukupi. Jika kadar Oksigen dalam  tanah tercukupi maka akar tanaman akan mudah menyerap oksigen yang terlarut di dalam air, unsur hara, serta garam-garam mineral yang dapat bermanfaat bagi tanaman. Dan pada akhirnya, jika ini diterapkan maka tanaman budidaya akan semakin subur dan tumbuh berkembang secara optimal. Pada beberapa jenis tanaman mungkin bisa dilakukan pembumbunan seperti pada tanaman talas, jahe, kencur, ketela pohon/singkong, mantang, pare, tomat, terong, cabe, kacang tanah, dan lain sebagainya.

Cukup mudah memang untuk memperbaiki aerasi tanah, serta menjaga kelembaban tanah, maupun tingkat keasaman (pH) tanah. Maka, hal di atas penting dijadikan kegiatan yang terjadwal bagi bapak/ibu dan remaja tani baik yang sudah ataupun yang baru mau bercocok tanam di kebun/lahan persawahan yang dimiliki. Semoga bermanfaat.

Cara Menentukan Batang Cangkok yang Baik dan Benar

Memilih dan menentukkan batang tanaman sebelum dicangkok sangat penting dilakukan. Hal ini bertujuan untuk mengurangi kemungkinan-kemungkinan terjadi kegagalan cangkok akibat cara yang salah. Untuk menentukan batang cangkok yang baik dan benar, mari ikuti petunjuk berikut ini:

  • Upayakan batang cangkok berasal dari tanaman induk yang produktif dan unggul, artinya setiap musim bisa menghasilkan buah sangat lebat, serta tanamannya subur tidak rentan terkena hama dan penyakit;
  • Upayakan batang tanaman yang akan dicangkok sudah di atas umur 3 tahun dan rajin berbuah;
  • Batang tanamannya ideal tidak ada yang cacat atau bekas goresan;
  • Batang tanaman dipilih berdasarkan kriteria yang baik dan memiliki banyak cabang di atas bagian yang hendak dicangkok.
Tanaman jeruk berbuah lebat dari hasil cangkok batang
Tanaman jeruk berbuah lebat dari hasil cangkok batang (Doc. Wahid Priyono, S.Pd.)

Itulah 4 kriteria batang tanaman yang hendak dicangkok, semoga dengan referensi singkat di atas dapat membantu para bapak/ibu dan remaja tani di Indonesia pada umumnya. Silakan baca juga: Sayuran yang Cocok Ditanam Saat Musim Panas.

Sayuran yang Cocok Ditanam Saat Musim Panas

Menanam sayuran di musim panas (kemarau/kering) memang menjadi tantangan tersendiri bagi para petani dan pekebun di Indonesia. Selain karena minimnya air, juga bisa menyebabkan tanaman mudh mati dan layu jika penanganan tidak tepat. Penyiraman juga membutuhkan kerutinan jangan sampai tanaman benar-benar dehidrasi, karena bisa berakibat fatal yakni tanaman mati.

Walaupun begitu, menanam tanaman pada waktu musim panas juga tidak ada salahnya dicoba. Namun, rekan-rekan petani harus tahu jenis tanaman apa saja yang tahan panas. Berikut ulasannya:

1. Buncis
Petani buncis di Binh Thuan, Vietnam, memilih musim kering sebagai waktu yang tepat untuk menanam benih, karena kondisi tanah yang tak terlalu lembap. Ada dua tipe buncis, yaitu yang ditanam merambat serta dibiarkan tegak.
Yang merambat jelas memberikan hasil yang lebih banyak namun membutuhkan penyangga minimal dua meter. Asalkan Anda rutin menyiram buncis dua kali sehari untuk mencegah tanahnya menjadi sangat kering, Anda akan memiliki tanaman yang sehat.
2. Kacang merah
Kacang merah dapat ditanam di media apa pun, termasuk pekarangan rumah. Sebelum mulai menanamnya, pastikan tanah dalam kondisi yang gembur, misalnya dengan menambahkan pupuk kandang.
Lalu, setelah berusia sebulan, periksa setiap minggu untuk mencegah dihinggapi hama dan jamur. Kacang merah dapat Anda panen setelah berusia 2-3 bulan.
3. Bawang merah
Rekan-rekan petani dapat menanam bawang dalam polybag atau pot dan paling tepat ditanam saat musim panas tiba. Gunakan pupuk kompos atau pupuk kandang untuk membuat tanah tempat menanam menjadi lebih subur dan kaya mineral.
Hingga berusia 10 hari, bawang harus disiram setiap pagi dan sore, setelahnya hanya membutuhkan satu kali penyiraman. Cocok banget, kan, untuk Anda yang sibuk dan mengaku tak punya waktu untuk berkebun.

Tanaman Bawang Merah
Tanaman Bawang Merah (Foto dokumentasi oleh: Wahid Priyono,S.Pd).

4. Selada
Sayuran yang enak dibuat lalap dan salad ini tak selalu membutuhkan cuaca dingin sebagai lokasi tempat tumbuhnya. Selada justru membutuhkan sinar matahari hangat namun bukan tanah yang dibiarkan terlalu kering. Anda dapat menanamnya di polybag kecil saat menyemai benih.
Begitu pertumbuhannya mencapai 4-5 helai daun, Anda harus segera memindahnya ke polybag yang lebih besar agar pertumbuhannya tak terhambat.

6 Kriteria Tanaman Induk yang Baik Untuk Dicangkok

Mencangkok merupakan bagian dari cara perkembangbiakan tumbuhan secara buatan. Kegiatan mencangkok di Indonesia memang sangat familiar, sebab dengan mencangkok maka tanaman yang diperoleh akan cepat berbuah. Umumnya jenis tanaman yang bisa dicangkok meliputi tanaman dikotil, yakni mangga, jeruk, sawo, alpukat, rambutan, jambu, nangka, durian, dan lain sebagainya.

Kegiatan mencangok jambu biji berkualitas
Kegiatan mencangok jambu biji berkualitas, (photo by: Wahid Priyono, S.Pd.).

Untuk mencangkok tanaman tidak boleh sembarangan dilakukan, karena akan berpengaruh terhadap hasilnya nanti. Termasuk pemilihan tanaman induk (parental) juga harus benar. Berikut ini kriteria tanaman induk yang baik untuk dicangkok:

  • Batang tanamannya besar, kokoh, dan tegak atau tidak mudah patah;
  • Umur minimal batang indukan adalah 3 tahun dan seterusnya;
  • Tanaman induk tidak boleh terserang hama, penyakit, atau serangan patogen parasit lainnya;
  • Tanaman induk harus berasal dari tanaman yang unggul, cepat berbuah, dan terbukti pernah menghasilkan buah yang sangat lebat;
  • Tanaman induk harus berasal dari murni tanaman induk sebelumnya yang berkualitas secara genetis;
  • Tanaman induk bukan berasal dari sambung batang, atau okulasi. 
Mengatahui kriteria/ciri-ciri tanaman induk yang baik dan benar untuk dicangkok sangatlah penting, agar mendapatkan hasil cangkok yang berkualitas. Semoga bermanfaat.

Ukuran Jarak Tanam Cabe Rawit, Cabe Merah Besar yang Baik dan Benar

Jarak tanam menentukan seberapa penting keefisienan akar tanaman dalam menyerap unsur hara sebagai pasokan energi bagi tanaman. Jarak tanam cabe terlalu rapat juga kurang bagus dalam hal penyerapan hara mineral. Namun, terlalu jarang juga kurang bagus, maka perlu keidealan jarak tanamnya.

Tanaman cabe rawit jengki berbuah lebat
Tanaman cabe rawit jengki berbuah lebat, (Photo by: Wahid Priyono, S.Pd.).

Berdasarkan literatur dari buku pertanian yang saya baca, bahwa ukuran jarak tanam cabe rawit, cabe merah, cabe keriting dan jenis cabe lainnya adalah 50-60 cm antar baris tanam. Jarak tersebut sudah sangat ideal dan juga sering diterapkan oleh petani profesional di Indonesia. Jarak tanaman tersebut juga telah terbukti membuat tanaman cabe berbuah sangat lebat sehingga meningkatkan produktivitas hasil panen. Silakan baca juga:

Cara Menanam Mangga Cangkokan yang Baik dan Benar (InfoGrafis)

Mencangkok tanaman merupakan hobi para pekebun di Indonesia. Karena dengan mencangkok maka akan diperoleh tanaman hasil pemuliaan yang unggul, serta cepat berbuah. Tanaman mangga merupakan contoh jenis tanaman yang dapat dilakukan pencangkokan karena termasuk tumbuhan dikotil yang mempunyai kambium pada batangnya.

Ada beberapa manfaat mencangkok, salah satunya akan dihasilkan tanaman cepat berbuah. Namun, kelemahan dari mencangkok tanaman yaitu akarnya kurang kuat serta termasuk rentan terserang hama dan penyakit jika penanganan dan perawatan tanaman kurang optimal.

Jika anda sudah mendapatkan tanaman mangga hasil cangkok, bisa karena beli di toko bibit atau melalui pencangkokan sendiri, maka langkah selanjutnya adalah tahap penanaman bibit cangkok mangga. Untuk lebih singkatnya, berikut cara/teknik/metode menanam mangga cangkok yang baik dan benar:

  • Pertama-tama, buatkan lubang tanam setinggi 30-40 cm pada lokasi yang anda inginkan;
  • Setelah dibuat lubang tanam, maka pada bagian dasar lubang diberi pupuk kandang sebanyak 1/2 kg, dan lalu siram dengan air secukupnya;
  • Letakkan akar bibit pada bagian dasar lubang yang sudah ada pupuk kandangnya, kemudian tutup lubang dengan tanah bekas galian sebelumnya;
  • Jangan lupa padatkan tanah di sekitar lokasi tanaman dengan cara diinjak-injak menggunakan kaki;
  • Terakhir siram kembali tanaman rutin setiap hari selama satu bulan (pastikan tanahnya tetap lembab);
  • Sebaiknya penanaman cangkok mangga di daerah yang terkena cukup sinar matahari agar hasil tanamnya lebih baik.
Berikut ini foto hasil tanam mangga kiojay di lokasi yang cukup terang karena terdapat banyak cahaya matahari, hasil buahnya lebat.

Mangga Kiojay Cangkok Berbuah Lebat dengan Ketercukupan Cahaya Matahari
Mangga Kiojay Cangkok Berbuah Lebat dengan Ketercukupan Cahaya Matahari. (Dokumentasi Oleh: Wahid Priyono, S.Pd.)

Semoga informasi di atas bermanfaat untuk anda. Salam budidaya pertanian, semoga sukses untuk para petani di Indonesia. Baca juga: Berapa Hari Benih Cabe Berkecambah/Tumbuh?

Fungsi dan Manfaat Penyiangan dan Pendangiran pada Tanaman Perkebunan (Tanaman Sayur dan Buah)

Seperti diketahui secara bersama bahwa, penyiangan dan pendangiran adalah dua hal yang tidak boleh terlewatkan dalam perawatan tanaman budidaya. Penyiangan pada intinya adalah kegiatan pembersihan lahan tanam (bedengan) dari pertumbuhan gulma yang berlebih. Kemudian, gulma tersebut baik basah atau gulma yang sudah dikeringkan kemudian dibakar untuk menghilangkan jejak yang buruk pada tanaman. Sementara itu, pendangiran adalah hal mutlak yang juga penting dilakukan pada lahan pertanian. Pendangiran biasanya oleh petani diiringi dengan penyiangan. Pendangiran merupakan penggemburan lahan tanam (bedengan) supaya tanahnya tidak tandus.

Tanaman kakao/cokelat menjadi berbuah lebat karena dilakukan penyiangan dan pendangiran secara rutin
Tanaman kakao/cokelat menjadi berbuah lebat karena dilakukan penyiangan dan pendangiran secara rutin (Foto Original Oleh: Wahid Priyono, S.Pd.)


Adapun tujuan, fungsi dan manfaat dari pendangiran adalah:

  • Mendapatkan hasil panen yang lebih optimal;
  • Menjaga kualitas pertumbuhan dan perkembangan tanaman secara baik;
  • Mempertahankan aerasi tanah agar pengikatan oksigen tanah ke akar berlangsung efektif;
  • Agar tanah menjadi gembur, sehingga efektif dalam penyerapan air dan unsur hara dari tanah ke akar tanaman;
  • Semakin gembur tanah, maka kegiatan pendangiran ini memperkaya munculnya mikroorganisme tanah seperti bakteri baik, cacing, dan lain sebagainya;
  • Kelembaban tanah akan semakin terjaga dengan baik
Sementara itu, tujuan, fungsi, kegunaan/manfaat dari penyiangan diantaranya:
  • Menghilangkan jejak gulma yang buruk dan mengganggu pertumbuhan tanaman;
  • Mengurangi kompetisi antara gulma dengan tanaman pokok yang ditanam. Karena gulma juga menjadi kompetisi/persaingan dalam pemanfaatan unsur hara dan air dari dalam tanah, dimana tempat tumbuhan hidup;
  • Menjadikan lahan tanam bersih dari gulma;
  • Membuat tanah menjadi subur dan ideal untuk penanaman jenis tanaman buah maupun sayur;
  • Membantu menghilangkan dampak buruk hama dan penyakit pada tanaman;
  • Gulma sebagai vektor reproduktif hama dan penyakit memang harus dilakukan penyiangan agar semaksimal mungkin mereka lenyap dari lahan tanam; 

Cara Melakukan Penyiangan dan Pendangiran pada Tanaman Sayur dan Buah

Perawatan tanaman sayur dan buah-buahan penting dilakukan petani selama masa budidaya. Dan beberapa perawatan penting tersebut meliputi penyiangan dan pendangiran. Keduanya sebaiknya dilakukan selama tanam, karena tentu saja berpengaruh terhadap produktivitas panen. Beberapa jenis tanaman yang sering dilakukan pendangiran seperti mentimun, cabai, kubis, terong, bawang merah, bawang putih, wortel, kentang, buncis, jeruk, melon, sawi, semangka, dan lain sebagainya.

Penyiangan adalah cara yang dilakukan petani untuk mengurangi atau semaksimal mungkin membersihkan gulma sampai pada akar-akarnya. Penyiangan dilakukan dengan cara mencabut atau mengoret rumput liar/gulma sampai pada bagian akarnya. Kemudian, gulma tersebut dikumpulkan dalam suatu tempat dan jika sudah kering kemudian dibakar. Pembakaran sampah gulma ini bertujuan untuk mencegah perkecambahan pada biji/spora gulma. Adapun alat yang bisa digunakan untuk penyiangan bisa menggunakan cangkul kecil, pencong, dan alat penyiangan jenis lainnya.

Buah jeruk berbuah lebat karena sering dilakukan pendangiran
Buah jeruk berbuah lebat karena sering dilakukan pendangiran (Foto Original by: Wahid Priyono, S.Pd.)

Sebaiknya, dalam melakukan penyiangan wajib dilakukan juga pendangiran secara sekaligus. Pendangiran ini bertujuan untuk membuat lahan bedengan menjadi lebih gembur tanahnya, aerasi menjadi lebih baik, dan tanaman akan semakin subur. Setelah pendangiran sebaiknya berikan pupuk tambahan pada tanaman. Jenis pupuknya bisa pupuk organik (kotoran ternak yang difermentasi), atau bisa berupa pupuk anorganik. Pemberian pupuk bisa dengan cara disebar di sekita pusat tumbuh tanaman (di atas lahan dekat akar tanaman). Sangat dijamin bahwa satu minggu setelah pemberian pupuk tambahan pasca penyiangan dan pendangiran, maka tanaman akan semakin subur. Apalagi diimbangi dengan penyiraman secara berkala sesuai kebutuhan tanaman.

Pendangiran dan penyiangan ini adalah dua metode penting yang dipercaya petani akan mampu meningkatkan produksi sayur mayur dan buah-buahan. Metode ini sudah sejak lama diterapkan dan sampai saat ini masih terus dilestarikan oleh petani sebagai metode/teknik yang mumpuni dalam bidang pertanian. Silakan baca referensi berikut: Cara Mengatasi Daun Timun Berwarna Kuning Kecokelatan.

Usia Pohon Pisang Siap Panen dan Cara Memanennya

Pohon pisang yang sudah berbuah sebaiknya waktu dipanen sebaiknya dalam kondisi buah masih hijau tua di pohonnya. Atau dengan kata lain buahnya belum masak di pohonnya. Hal ini tentu akan meminimalisir kerusakan buah akibat dimakan codot, kelelawar atau burung pemakan buah.

Pohon Pisang Berbuah
Pohon Pisang Berbuah (Foto Oleh Wahid Priyono, S.Pd).

Adapun ciri/karakteristik buah pisang yang siap dipanen diantaranya adalah bekas putik bunga mudah patah, daun bendera mulai mengering, buahnya nampak tua dengan kulit berwarna lebih cerah, pelepah banyak yang merebah, serta buah yang tua umumnya mempunyai sudut buah tumpul dan membulat.

Cara memanen buah pisang yang sudah tua adalah:

  • Memotong bagian tandan pisang beserta buahnya;
  • Gunakan pisau tajam;
  • Potong batang pisang setinggi 1 meter dari pusat tanah;
  • Supaya buah tetap bersih, maka tandan pisang disimpan dalam posisi terbalik agar getahnya tidak mengenai bagian buahnya.
Waktu umur/usia panen pisang tergantung dari jenis pisangnya. Namun, umumnya waktu panennya antara 60 hari sejak bunga pertamanya. Silakan baca juga: Kenapa Bunga Cabe Bisa Rontok.

Keunggulan/Kelebihan Padi INPAGO 4 - 10.

Pada tahun 2010 s.d 2014, Kementerian Pertanian Republik Indonesia mengeluarkan varietas padi yang baru yaitu INPAGO (Inbrida Pagi Gogo).

Varietas padi Inpago mulai dari INPAGO 4, INPAGO 5, INPAGO 6, INPAGO 7 yang merupakan beras merah, INPAGO 8, INPAGO 9, dan INPAGO 10.

padi inpago
PADI INPAGO (Sumber gambar: http://tanamanpangan.pertanian.go.id/index.php/informasi/84)


Adapun padi Inpago ini mempunyai keunggulan/kelebihan tersendiri, diantaranya adalah:
  • Waktu/umur panen varietas ini 100 - 120 hari;
  • toleran terhadap penyakit blas;
  • toleransi atas keracunan alumunium;
  • tekstur nasi lebih pulen;
  • tahan terhadap kondisi kering dan panas;
  • hasil panen akan lebih meningkat 2 kali lipat daripada padi ciherang dan sejenisnya.
Itulah tadi informasi tentang keunggulan dan jenis padi inpago untuk beberapa lahan kering dan panas. Silakan baca artikel terkait berikut: Padi Inpago, Jenis Padi untuk Lahan Kering (Inpago 4-10).