Pendangiran Secara Rutin Dapat Membuat Tanaman Menjadi Lebih Sehat dan Subur

Berbeda dengan penyiangan. Pendangiran merupakan kegiatan yang dilakukan oleh petani untuk melakukann penggemburan lahan tanam (berupa bedengan atau sejenisnya). Penggemburan lahan ini sebenarnya memang bagus, serta mampu mempercepat munculnya mikroorganisme tanah seperti cacing tanah, dll. Lahan bedengan yang gembur akan lebih disukai mikroba tanah, terutama mikroba tanah yang berperan dalam proses dekomposisi berbagai macam jenis dedaunan yang jatuh dan membusuk.

Lahan bedengan yang dilakukan pendangiran secara rutin akan menunjukkan tanaman yang lebih sehat, kuat dan subur. Tanaman lebih produktif menghasilkan daun yang hijau segar, berbuah lebih cepat, serta buahnya banyak. Hal ini pernah saya buktikan di lahan bedengan yang saya kelola untuk menanam berbagai macam jenis tanaman sayur mayur dan buah.

Biasanya, petani melakukan aktivitas pendangiran dengan menggunakan alat pencong, atau cangkul kecil. Mula-mula, dilakukan penyiangan terlebih dahulu yakni mencabut gulma/rumput liar di atas lahan bedengan. Kemudian, dilanjutkan dengan pendangiran yakni menggemburkan lahan bedengan dengan cara mengcangkul kecil-kecil pada bagian tanah bedengan (tidak terlalu dalam).

Tanaman Cabe Berbuah Lebat dengan Sistem Pendangiran dan Penyiangan Lahan (Menggunakan Mulsa)
Tanaman Cabe Berbuah Lebat dengan Sistem Pendangiran dan Penyiangan Lahan (Menggunakan Mulsa). Photo Oleh: Wahid Priyono, S.Pd.

Frekuensi waktu pendangiran setiap petani berbeda-beda, kadang ditentukan berdasarkan kebutuhan tanaman itu sendiri. Pada tanaman perkebunan, seperti lada, kopi, cengkeh, dan sejenisnya, maka pendangiran bisa dilakukan setiap 3 - 4 bulan sekali, namun frekuensi penyiangan tetap saja dilakukan kapanpun. Namun, untuk tanaman sayur mayur dan buah-buahan baik di lahan persawahan, penyiangan bisa dilakukan secara tentatif (kapan saja), bisa setiap 2 minggu sekali, atau bervariasi sesuai keinginan dari petani. Namun sebaiknya, setelah dilakukan penyiangan dan pendangiran, petani tetap memantau keberadaan gulma apakah tumbuh pesat atau tidaknya. Jika gulma tumbuh pesat itu artinya lahan bedengan perlu dibersihkan dari gulma guna meningkatkan fungsi dan produktivitas tanaman itu sendiri.

Beberapa petani di daerah, sering memanfaatkan kegiatan penyiangan sekaligus melakukan kegiatan pendangiran. Ini terbilang lebih baik, karena lebih hemat waktu dan tenaga. Silakan baca juga: Penyiangan Rutin Dapat Membuat Tanaman Subur dan Sehat.


Penyiangan Rutin Dapat Membuat Tanaman Subur dan Sehat

Beberapa jenis tanaman pertanian (terutama tanaman sayur dan buah) yang sering dilakukan penyiangan umumnya memperlihatkan suatu gejala yang positif, yakni tanaman menjadi subur dan sehat. Bahkan 80% data yang dihimpun dari BPS, penyiangan mampu meningkatkan hasil panen, serta mengurangi pengambilan nutrisi yang berlebih oleh tanaman liar.

Jika dibiarkan begitu saja, gulma yang sudah terlanjur tumbuh akan semakin memperbanyak anggotanya. Sehingga ini akan berpengaruh terhadap laju pertumbuhan dan perkembangan pada tanaman induk (yang ditanam). Gulma bisa menjadi kompetisi bagi tanaman yang ditanam petani, serta terjadi perebutan nutrisi hara. Jika tidak dikontrol dengan baik, maka akan mengurangi produktivitas hasil panen.

Lahan Bedengan Tanaman Mentimun  Dipenuhi Oleh Gulma (Rumput-Rumput Liar)
Lahan Bedengan Tanaman Mentimun  Dipenuhi Oleh Gulma (Rumput-Rumput Liar). Photo Original Oleh Wahid Priyono, S.Pd.

Tanaman liar (gulma) biasanya tumbuh pesat pada waktu musim hujan, dan jarang terkontrol dengan baik oleh petani. Biji-biji atau spora dari gulma bisa saja lebih cepat berkecambah karena intensitas curah hujan yang tinggi. Maka, melakukan penyiangan secara berkala penting dilakukan agar tanaman menjadi lebih baik lagi.

Penyiangan pada tanaman dapat dilakukan dengan beberapa alternatif, yakni secara manual mencabutnya menggunakan tangan, atau bisa menggunakan alat khusus seperti pencong, cangkul kecil untuk mencabut/mengoret gulma.

Gulma-gulma yang telah dicabut sebaiknya dikumpulkan pada suatu wadah tertentu, bisa ember, kotak pembuangan khusus, atau sejenisnya. Gulma bisa dibiarkan sampai kering lalu dibakar untuk menghindari kemungkinan spora/bijinya tumbuh lagi. Silakan baca juga: Fungsi dan Manfaat Penyiangan dan Pendangiran pada Tanaman Perkebunan (Buah dan Sayur).


Fungsi dan Manfaat Penyiangan dan Pendangiran pada Tanaman Perkebunan (Tanaman Sayur dan Buah)

Seperti diketahui secara bersama bahwa, penyiangan dan pendangiran adalah dua hal yang tidak boleh terlewatkan dalam perawatan tanaman budidaya. Penyiangan pada intinya adalah kegiatan pembersihan lahan tanam (bedengan) dari pertumbuhan gulma yang berlebih. Kemudian, gulma tersebut baik basah atau gulma yang sudah dikeringkan kemudian dibakar untuk menghilangkan jejak yang buruk pada tanaman. Sementara itu, pendangiran adalah hal mutlak yang juga penting dilakukan pada lahan pertanian. Pendangiran biasanya oleh petani diiringi dengan penyiangan. Pendangiran merupakan penggemburan lahan tanam (bedengan) supaya tanahnya tidak tandus.

Tanaman kakao/cokelat menjadi berbuah lebat karena dilakukan penyiangan dan pendangiran secara rutin
Tanaman kakao/cokelat menjadi berbuah lebat karena dilakukan penyiangan dan pendangiran secara rutin (Foto Original Oleh: Wahid Priyono, S.Pd.)


Adapun tujuan, fungsi dan manfaat dari pendangiran adalah:

  • Mendapatkan hasil panen yang lebih optimal;
  • Menjaga kualitas pertumbuhan dan perkembangan tanaman secara baik;
  • Mempertahankan aerasi tanah agar pengikatan oksigen tanah ke akar berlangsung efektif;
  • Agar tanah menjadi gembur, sehingga efektif dalam penyerapan air dan unsur hara dari tanah ke akar tanaman;
  • Semakin gembur tanah, maka kegiatan pendangiran ini memperkaya munculnya mikroorganisme tanah seperti bakteri baik, cacing, dan lain sebagainya;
  • Kelembaban tanah akan semakin terjaga dengan baik
Sementara itu, tujuan, fungsi, kegunaan/manfaat dari penyiangan diantaranya:
  • Menghilangkan jejak gulma yang buruk dan mengganggu pertumbuhan tanaman;
  • Mengurangi kompetisi antara gulma dengan tanaman pokok yang ditanam. Karena gulma juga menjadi kompetisi/persaingan dalam pemanfaatan unsur hara dan air dari dalam tanah, dimana tempat tumbuhan hidup;
  • Menjadikan lahan tanam bersih dari gulma;
  • Membuat tanah menjadi subur dan ideal untuk penanaman jenis tanaman buah maupun sayur;
  • Membantu menghilangkan dampak buruk hama dan penyakit pada tanaman;
  • Gulma sebagai vektor reproduktif hama dan penyakit memang harus dilakukan penyiangan agar semaksimal mungkin mereka lenyap dari lahan tanam; 

Cara Melakukan Penyiangan dan Pendangiran pada Tanaman Sayur dan Buah

Perawatan tanaman sayur dan buah-buahan penting dilakukan petani selama masa budidaya. Dan beberapa perawatan penting tersebut meliputi penyiangan dan pendangiran. Keduanya sebaiknya dilakukan selama tanam, karena tentu saja berpengaruh terhadap produktivitas panen. Beberapa jenis tanaman yang sering dilakukan pendangiran seperti mentimun, cabai, kubis, terong, bawang merah, bawang putih, wortel, kentang, buncis, jeruk, melon, sawi, semangka, dan lain sebagainya.

Penyiangan adalah cara yang dilakukan petani untuk mengurangi atau semaksimal mungkin membersihkan gulma sampai pada akar-akarnya. Penyiangan dilakukan dengan cara mencabut atau mengoret rumput liar/gulma sampai pada bagian akarnya. Kemudian, gulma tersebut dikumpulkan dalam suatu tempat dan jika sudah kering kemudian dibakar. Pembakaran sampah gulma ini bertujuan untuk mencegah perkecambahan pada biji/spora gulma. Adapun alat yang bisa digunakan untuk penyiangan bisa menggunakan cangkul kecil, pencong, dan alat penyiangan jenis lainnya.

Buah jeruk berbuah lebat karena sering dilakukan pendangiran
Buah jeruk berbuah lebat karena sering dilakukan pendangiran (Foto Original by: Wahid Priyono, S.Pd.)

Sebaiknya, dalam melakukan penyiangan wajib dilakukan juga pendangiran secara sekaligus. Pendangiran ini bertujuan untuk membuat lahan bedengan menjadi lebih gembur tanahnya, aerasi menjadi lebih baik, dan tanaman akan semakin subur. Setelah pendangiran sebaiknya berikan pupuk tambahan pada tanaman. Jenis pupuknya bisa pupuk organik (kotoran ternak yang difermentasi), atau bisa berupa pupuk anorganik. Pemberian pupuk bisa dengan cara disebar di sekita pusat tumbuh tanaman (di atas lahan dekat akar tanaman). Sangat dijamin bahwa satu minggu setelah pemberian pupuk tambahan pasca penyiangan dan pendangiran, maka tanaman akan semakin subur. Apalagi diimbangi dengan penyiraman secara berkala sesuai kebutuhan tanaman.

Pendangiran dan penyiangan ini adalah dua metode penting yang dipercaya petani akan mampu meningkatkan produksi sayur mayur dan buah-buahan. Metode ini sudah sejak lama diterapkan dan sampai saat ini masih terus dilestarikan oleh petani sebagai metode/teknik yang mumpuni dalam bidang pertanian. Silakan baca referensi berikut: Cara Mengatasi Daun Timun Berwarna Kuning Kecokelatan.