When to Move Your Chili Seeds ?

Sowing is the second step to chili farming after you decide the variety of chili you want to farm. You can get your seeds by buying them from horticultural shops or directly getting them from the previous harvest’s sun-dried chili seeds.

Sowing happens after you’ve finished with your land preparation. Land preparation includes determining the ratio of land to the amount of seeds you want to sow. The recommended form of land is in the form of seedbeds.

After you are done with your seedbeds, don’t forget to cover your seedbeds with a mix of fine clay and cattle manure before you naturally sprinkle your chili seeds on them. When this is all said and done, water regularly every morning and late afternoon.

Your chili seeds will have germinated after about 4 days. At this point, you have to care for your crops intensively and pay them extra attention.

Harvest-Ready Chili Crops
Harvest-Ready Chili Crops. Photo by: Wahid Priyono (KPCI).

The caring of chili crops includes many things like continuous watch over crops’ height, formation of roots, stems, and plumulas. Don’t forget to keep an eye on possible pest and disease attack. Keep this kind of close attention until your crops are at least 20 days old.

After your crops have reached the 20 days mark, you may plant your seedlings on mulched seedbeds or in polybag pots, depending on your needs.

Make sure your open aired seedbed area gets enough sun light all day long and are safe from herbivores.

The next step would be to care for your crops until they mature and are ready for harvest. Harvest usually happens after 4 months but this is not a fixed point, it all depends on how well you care for your crops.

As an option for you, the sterile pro sowing technique can be your choice of sowing method. After 4 days, you move your seedlings to small transparent polybags until day 24, and then move them on to seedbeds or your choice of land preparation.


I hope this information is useful for you in any way you need. Read more: Kapan Waktu Pemindahan Bibit yang Tepat dan Benar.

Kapan Waktu Pemindahan Bibit Cabe Yang Paling Tepat dan Benar

Penyemaian bibit cabe merupakan langkah kedua setelah menentukan varietas/jenis bibit cabe apa yang hendak dibudidaya. Bibit-bibit cabe dari benih/biji dapat dibeli langsung dari toko penjualan khusus bibit tanaman hortikultur. Selain itu, bibit tanam juga dapat diperoleh langsung dari hasil panen buah cabai yang telah matang, kemudian diambil biji dan dikeringkan pada sinar matahari dengan frekuensi pencahayaan tertentu.

Penyemaian bibit dilakukan setelah lahan semai dibuat. Membuat lahan semai cabai dapat ditentukan dengan melakukan perbandingan jumlah/banyaknya bibit cabai yang hendak disemai. Sebaiknya buat lahan semai berbentuk seperti bedengan atau sejenisnya.

Setelah bedengan dibuat, maka sebaiknya hal yang tidak boleh terlewatkan yakni dengan memberikan campuran tanah liat halus dan kotoran hewan ternak di atas lahan semai, barulah setelah itu sebarkan secara acak (random) biji-biji cabe secara alamiah saja, dan terakhir adalah melakukan penyiraman rutin pada waktu pagi maupun sore hari setelah sholat ashar.

Bibit Cabe Siap Dipindahkan Dilahan Tanam (Bedengan)
Bibit Cabe Siap Dipindahkan Dilahan Tanam (Bedengan). Foto Oleh: KPCI.

Biasanya biji-biji cabe/bibit tersebut akan tumbuh bertunas (berkecambah) di atas umur 4 hari. Dan pada saat itulah perawatan tanaman cabe muda yang baru tumbuh harus dilakukan secara intensif dan jangan asal-asalan/sembarangan.

Perawatan dapat meliputi berbagai hal seperti terus memantau tinggi tanaman, terbentukanya organ akar, batang, dna tunas muda/plunulanya. Selain daripada itu, lakukan pula pemantauan tanaman bibit dari kemungkinan peluangnya terserang hama dan penyakit. Perawatan semacam ini harus di lakukan hingga tanaman cabe muda berumur 20 hari.

Setelah berumur 20 hari benih yang berhasil disemai dapat ditanam langsung di lahan bedengan bermulsa, atau dapat juga dilakukan penanaman di pot wadah polybag, sesuaikan saja dengan kebutuhan lahan pertanian anda.

Selama penanaman, bibit tanam yang ditanam di lahan terbuka seperti di bedengan di sawah/daerah perkebunan juga sebaiknya mendapatkan intensitas cahaya cukup sepanjang hari. Daerah penanaman juga harus aman dari kemungkinan gangguan keamanan sosial  dari hewan-hewan ternak herbivor.

Setelah penanaman/pemindahan bibit cabe di lahan terbuka (di atas umur 20 hari sangat dianjurkan oleh petani cabe profesional), maka langkah selanjutnya adalah tetap melakukan perawatan tanaman cabe hingga tumbuh dewasa dan menghasilkan buah yang siap dipetik pada saat prosesi panen nantinya.

Pemanenan biasanya dilakukan pada saat umur cabe berumur di atas 4 bulan. Namun tidak ada waktu yang pasti, namun setidaknya cara perawatan yang baik dan benar juga akan menentukan seberapa cepat dan kualitas buah cabe yang dipanen kelak.

Anda juga sebenarnya dapat menggunakan teknik penyemaian cabe dengan teknik steril pro, yang biasanya biji akan mulai berkecambah pada umur di atas 4 hari. Setelah umur 4 hari dapat langsung dipindahkan di wadah polybag kecil transparan, lalu biarkan supaya benih tumbuh dan berkembang selama 24 hari, dan setelah itu barulah dapat anda pindahkan/ditanam di lahan terbuka (lahan bedengan bermulsa/bedengan tanpa mulsa). Baca juga: Definisi Sistem Pendangiran dan Penyiangan Pada Tanaman Budidaya Hortikultur.

Definisi Sistem Pendangiran & Penyiangan Pada Tanaman Budidaya Hortikultur

Dalam dunia pertanian, istilah pendangiran dan penyiangan sudah tidak asing lagi didengar. Bahwa sistem pendangiran merupakan kegiatan melakukan penggemburan lahan tanam (tanah pada lahan bedengan) agar tanahnya tetap gembur dan baik bagi pertumbuhan tanaman yang tumbuh di atasnya.

Sementara itu, pengertian dari penyiangan yaitu upaya yang dilakukan petani untuk terus menjaga kebersihan lahan tanam (tanah, dan lahan bedengan semisalnya) dari serangan gulma yang tumbuh disekitarnya. Gulma (rumput liar) yang tidak dicabut/dikoret dapat membahayakan tanaman pokok/tanaman yang dibudidaya, sebab akan memengaruhi laju pertumbuhan tanaman. Pengoretan gulma dengan alat khusus (bisa berupa cangkul kecil, alat pengoret/pencong, dan lain sebagainya) bisa menjadi cara tepat untuk mengusir gulma. Namun, mencabut gulma hingga akarnya bisa saja dilakukan dengan tangan terbuka. Gulma yang sudah dicabut lalu dikumpulkan dan bisa dibakar.

Tanaman Jagung Telah Dilakukan Pendangiran dan Penyiangan. Foto Oleh: KPJI

Selain itu, gulma juga menjadi inang bagi para hama dan penyakit tanaman untuk tumbuh dan berkembang secara maksimal, mereka meletakan telur dan larvanya pada sarang gulma, dan ketika menetas maka larva tersebut akan menjadi ulat yang membahayakan bagi pertumbuhan daun, batang muda, dan seterusnya.

Perebutan nutrisi antara tanaman induk/pokok dengan gulma seringkali terjadi dan hal ini akan berefek buruk bagi tanaman pokok, dimana pada tanaman pokok ini akan mengalami krisis nutrisi (defisiensi unsur hara tertentu) yang bisa berefek pada kurusnya batang tanaman, pertumbuhan daun lambat, proporsionalitas tinggi tanaman tidak maksimal (kerdil), serta tanaman jarang berbuah.

Oleh sebab itu, sangat penting sekali bagi anda sebagai seorang petani untuk lebih memperhatikan tanaman yang dibudidaya. Lakukan pendangiran dan penyiangan jika dibutuhkan. Silakan baca juga artikel berikut ini: Definition of Harrowing & Weeding System in Horticultural Crops.



Definition of Harrowing & Weeding System in Horticultural Crops

In agriculture, harrowing and weeding are some of the more familiar terms to be heard and used. If you’re not familiar with these terms and you are about to start your own farm or garden, let’s get familiar.

Harrowing is something that is done to break up lumps in soil to achieve finer, looser finish of soil that is suitable and ready for growing crops on it. This is one of the first steps in farming or gardening in general.

Harrowing and Weeding in Tomatoes. (Image by KPPI).

Meanwhile, weeding can be defined as an effort by farmers to keep the land (soil or seedbed area, for example) clear from weeds that grow around the crops. Uncontrolled weeds can be dangerous to crops because it will hinder crops’ growth. 

Weeding can be done properly and effectively using special tools such as small hoes and cultivators. However, pulling out weeds and their roots can also be done using your hands only. Those pulled out weeds are then collected and burned.

Furthermore, weeds can be hosts for pests and plant diseases to grow and flourish freely. Pests can lay their eggs and larvae on beds of weeds and when they hatch, they will become worms and pupae that are dangerous for the growth of crops’ leaves, young stems, etc.

Moreover, a struggle for nutrition between crops and weeds often happen and this will have bad effects on the crops where they will experience nutrient deficiency that will lead to thin stems, slow leaf growth, non-optimum height proportionality, and less fruitful crops. Read more: 4 Cara Merawat Tanaman Mentimun dan Tomat di Musim Hujan yang Baik dan Benar.