Cara Mengatasi Daun Timun Berwarna Kuning Kecokelatan

Permasalahan yang terjadi di lapangan pada saat budidaya mentimun misalnya karena daun mentimun berwarna kuning kecokelatan secara tiba-tiba. Ini bisa saja terjadi pada tanaman mentimun yang sedang anda budidaya. Saya pribadi sudah sering melihat gejala tanaman mentimun mempunyai daun yang berwarna kuning. Dan kadang-kadang lebih parahnya lagi yaitu daunnya bopeng (berlubang-lubang) karena dimakan hama ulat. Namun, gejala ini sebenarnya bisa diminimalisir/dikurangi dengan beberapa cara penanganan yang tepat.

Tanaman mentimun sehat, dengan daun hijau dan buahnya berkualitas
Tanaman mentimun sehat, dengan daun hijau dan buahnya berkualitas (Photo dokumentasi oleh: Wahid Priyono, S.Pd.)


Jika daun pada pohon mentimun berwarna kuning maka hal ini mengindikasikan bahwa tanaman mentimun kehilangan pigmen warna hijau (klorofil). Pigmen klorofil ini sangat penting dalam proses fotosintesis pada daun. Kehilangan pigmen klorofil ini tentu saja ada kaitannya dengan kekurangan nutrisi (defisiensi hara) pada tanaman mentimun. Akibat defisiensi unsur hara seperti Ca, K, Zn, Mn, Mg, dan Nitrogen, maka akan ada masalah pada bagian organ daun yaitu daunnya mengalami gejala klorosis, yang ditandai dengan daun berwarna kuning gelap, kekuningan, atau kuning kecokelatan. Tanda-tanda lain yang dapat muncul jika tanaman mentimun mengalami klorosis yaitu daunnya mudah rontok, serta rentan terserang hama dan penyakit patogen.

Oleh sebab itu, ada cara mengatasi/mencegah/menanggulangi jika daun mentimun berwarna kekuningan/kecokelatan yakni dengan cara menambahkan pupuk organik maupun anorganik yang mengandung unsur Zn, Mg, Mn, C, K, dan Nitrogen. Semua unsur hara tersebut sangat penting untuk membuat organ daun mentimun lebih segar dan nampak sehat (berwarna hijau). Silakan buka wawasan dengan membaca artikel berikut ini: Bakal Buah Mentimun Rontok dan Cara Mencegahnya.

Bakal Buah Mentimun Rontok dan Cara Mencegahnya

Bakal buah mentimun merupakan cikal bakal yang akan menjadi buah seutuhnya. Namun siapa sangka jika bakal buah seringkali rontok atau berguguran sebelum menjadi buah utuh. Hal ini adalah gejala normal yang sering terjadi pada saat membudidaya mentimun di sawah.

Saya sendiri juga pernah mengalami kerontokan pada bakal buah mentimun yang cukup parah. Namun, ini bisa disiasati dan dicari penyebab serta cara mengatasinya.

Faktor penyebab bakal buah mentimun rontok karena tanaman kekurangan unsur hara Nitrogen (N), Kalsium (Ca), Kalium (K), Phosfor (P), dan Magnesium (Mg). Unsur-unsur hara tersebut sangat berguna dalam hal untuk peningkatan jumlah buah secara signifikan, memperkuat pada bagian tangkai bunga dan buah, serta mencegah penuaan dini pada bakal buah.

Tanaman mentimun dengan bakal buah yang sehat tidak rontok
Tanaman mentimun dengan bakal buah yang sehat tidak rontok (Dokumentasi: Wahid Priyono, S.Pd.)


Selain kekurangan unsur hara, bakal buah mentimun rontok bisa disebabkan karena hama pemotong tangkai buah, seperti ulat buah. Hama ini dapat disingkirkan dengan penyemprotan insektisida cair pada bagian organ tanaman secara umum. Penyakit akibat jamur parasit juga ikut serta dalam perontokan tangkai bakal buah.

Untuk mencegahnya maka setiap kali musim tanam timun sebaiknya menggunakan mulsa plastik. Penerapan mulsa plastik pada lahan pertanian timun sangat bagus untuk mencegah dan mengurangi munculnya hama dan penyakit yang tidak diinginkan. Pengolahan tanah yang bagus serta pemupukan dengan dosis yang sesuai (baik pupuk organik dan anorganik). Penyiraman tanaman secara rutin dapat membuat bakal buah lebih sehat sehingga tidak rontok lagi. Semoga bermanfaat dan silakan baca juga: Nutrisi Air Cucian Beras

Nutrisi Air Cucian Beras (Sangat Bagus Untuk Tanaman Sayur Mayur dan Buah)

Saat akan mengukus nasi, terlebih dahulu beras harus dicuci terlebih dahulu. Konon, kata orang jawa, jika akan menanak nasi, maka beras harus dicuci bersih biar nasi tidak mudah basi. Ternyata taukah anda bahwa air cucian beras yang berwarna putih susu bisa bermanfaat lho untuk pupuk organik cair. Beberapa riset dan penelitian dari kementerian pertanian di Indonesia menyebutkan bahwa ada banyak manfaat dari air cucian beras, karena bagus untuk pertumbuhan tanaman. Selain itu, manfaat dari air cucian beras antara lain:

  • Mempercepat pembentukan organ akar, batang, daun, dan bunga untuk tumbuh maksimal;
  • Membuat tanaman sayur mayur dan tanaman buah-buahan tumbuh subur;
  • Akar tanaman akan semakin kuat dan kokoh
  • Mencegah tanaman buah dan sayur dari defisiensi/kekurangan unsur hara tertentu;
  • Pada tanaman hias yang diberikan air cucian beras, selain meningkat pertumbuhannya juga bunganya akan semakin banyak
  • Pada tanaman buah-buahan jika diberi air cucian beras, maka pembungaan akan semakin cepat dan hasil panen buah meningkat sampai 150% (pertanian.go.id)
Dan taukah anda bahwa, air cucian beras itu banyak mengandung unsur hara seperti Mg, N, Ca, K, dan beberapa vitamin B12, dan vitamin B kompleks. Dan beberapa pakar pertanian meyakini bahwa dengan penambahan air cucian beras sebagai pupuk organik bagi tanaman, maka akan menjamin masa hidup tanaman jauh lebih lama dan produktif. 

Tanaman nangka diberi POC sejak kecil
Tanaman nangka diberi POC sejak kecil (Wahid Priyono, S.Pd.)

Untuk aplikasi air cucian beras pada tanaman sayur mayur, buah-buahan dan tanaman hias, silakan ikuti pedoman berikut:
  • Pada tanaman hias: 400 mL/tanaman umur di atas 1 bulan (diberikan setiap pagi dan sore hari, dengan disiramkan langsung ke pusat tumbuh tanaman/akarnya)
  • Pada tanaman buah-buahan: (600 mL/tanaman umur lebih dari 3 bulan/menginjak waktu pembungaan), diberikan setiap 4 hari sekali pada waktu pagi hari saja, dengan cara disiram pada pusat tumbuh tanaman/akarnya)
  • Pada tanaman sayur mayur: (sesuai kebutuhan, yakni dengan cara disemprotkan/disiram langsung pada pusat tanaman (akarnya). Aplikasi bisa setiap hari, dan dilakukan pada waktu pagi/sore hari.
Itulah tadi cara aplikasi pupuk organik cair dari air cucian beras, semoga bermanfaat. Silakan baca juga: Usia Pohon Pisang Siap Panen dan Cara Memanennya.

Usia Pohon Pisang Siap Panen dan Cara Memanennya

Pohon pisang yang sudah berbuah sebaiknya waktu dipanen sebaiknya dalam kondisi buah masih hijau tua di pohonnya. Atau dengan kata lain buahnya belum masak di pohonnya. Hal ini tentu akan meminimalisir kerusakan buah akibat dimakan codot, kelelawar atau burung pemakan buah.

Pohon Pisang Berbuah
Pohon Pisang Berbuah (Foto Oleh Wahid Priyono, S.Pd).

Adapun ciri/karakteristik buah pisang yang siap dipanen diantaranya adalah bekas putik bunga mudah patah, daun bendera mulai mengering, buahnya nampak tua dengan kulit berwarna lebih cerah, pelepah banyak yang merebah, serta buah yang tua umumnya mempunyai sudut buah tumpul dan membulat.

Cara memanen buah pisang yang sudah tua adalah:

  • Memotong bagian tandan pisang beserta buahnya;
  • Gunakan pisau tajam;
  • Potong batang pisang setinggi 1 meter dari pusat tanah;
  • Supaya buah tetap bersih, maka tandan pisang disimpan dalam posisi terbalik agar getahnya tidak mengenai bagian buahnya.
Waktu umur/usia panen pisang tergantung dari jenis pisangnya. Namun, umumnya waktu panennya antara 60 hari sejak bunga pertamanya. Silakan baca juga: Kenapa Bunga Cabe Bisa Rontok.