Cara Mengatasi Tanaman Cabe yang Terkena Layu Fusarium

Para petani cabe seringkali mengalami ketidakstabilan dalam penanaman cabe. Terkadang produksi buah menurun karena berbagai jenis hama dan penyakit yang menyertainya. Salah satu jenis penyakit pada tanaman cabe yaitu layu fusarium. Silakan baca juga: Jenis Hama dan Penyakit Pada Tanaman Tomat dan Cabe Hortikultura serta Penanganannya.

Tanaman Cabe Merah Berbuah Lebat Tanpa Terkena Layu Fusarium. Photo Original by: Wahid Priyono, S.Pd. (admin tipspetani.com)

Layu pada tanaman cabe bisa disebabkan oleh jamur Fusarium sp. Jamur ini biasanya akan muncul karena pengolahan pupuk kandang yang tidak melalui proses fermentasi. Cara untuk mencegahnya, anda bisa membeli jamur Tricoderma yang dijual di pasaran (di toko pertanian). Harga jamur tricoderma memang agak mahal, tapi anda membuatnya sendiri, sebab teknik/caranya sangat gampang dan pasti anda bisa membuatnya.

Cukup anda siapkan nasi yang mau busuk atau sudah semalaman. Kemudian masukkan nasi tersebut pada belahan bambu yang masih hijau (di ruasnya) kemudian ikat sampai rapat. Selanjutnya timbun di tanah yang subur, dan tunggu sampai satu minggu. Jika sudah muncul jamur seperti jamur tempe, maka jamur itu siap disemprotkan pada tanah, pupuk kandang. Lalu setelah itu aplikasikan pada tanaman yang terkena layu fusarium tersebut. Mudah-mudahan setelah satu pekan aplikasi, hasil tanaman cabe tidak layu lagi. Selamat mencoba dan semoga berhasil. Silakan baca juga: Cara Mengatasi Daun Pepaya Menguning Karena Hama dan Penyakit.

Fungsi/Kegunaan/Manfaat dari Mulsa Organik di Lahan Kebun Maupun Sawah

Mulsa menjadi favorit masyarakat petani di Indonesia karena mempunyai banyak manfaat. Selain itu, mulsa juga memberi perlindungan terhadap kondisi tanah agar tetap berada pada kondisi terbaiknya.
Idealnya mulsa diberikan pada lahan bedengan dengan ketinggian tertentu.

Kebanyakan petani di Indonesia memanfaatkan mulsa anorganik (mulsa plastik), padahal ada juga mulsa organik. Mulsa organis ini banyak dan mudah ditemukan di sekitar kita. Sisa-sisa dedaunan, pelepah tanaman, jerami, serat batang tanaman bisa dijadikan mulsa organik.

Tanaman Cabe Berbuah Lebat dengan Penggunaan Mulsa Organik di Lahan Sawah. Photo Original by: Wahid Priyono (Tipspetani.com).


Mulsa organik mampu mendatangkan banyak mikroorganisme tanah (misalnya cacing, bakteri pengikat Nitrogen, dan lain sebagainya). Tentu saja dengan kehadiran mikroorganisme tanah tersebut akan membantu agar tanah tetap subur.
Manfaat/fungsi/kegunaan mulsa organik di lahan kebun dan sawah yang lainnya yakni sebagai berikut:
  • Menjaga agar ketahanan tanah tetap bagus dari segi penyuplai unsur hara organik;
  • Mengundang datangnya mikroorganisme tanah (seperti yang dijelaskan di atas);
  • Menjaga kelembaban tanah agar tetap stabil;
  • Mencegah agar unsur hara tidak mengalami erosi;
  • Selengkapnya baca juga: Keuntungan/Keunggulan/Kelebihan Mulsa Organik Bagi Tanaman Pertanian.
Itulah tadi informasi tentang manfaat mulsa organik di lahan kebun/sawah, semoga bermanfaat untuk anda. Silakan baca: Fungsi, Pengertian, Perbedaan Organik dan Mulsa Anorganik.

Manfaat Pupuk Organik Dari Jerami Padi untuk Tanaman Budidaya

Bakaran jerami padi ternyata mampu dijadikan sebagai pupuk organik. Seperti diketahui bersama bahwa pupuk organik memiliki banyak manfaat bagi tanaman budidaya. Dan memang banyak sekali kandungan unsur hara makro dan mikro. Unsur hara makro misalnya Mg, Ca, Nitrogen, dan yang lainnya. Sementara itu, mikro nutrien yaitu suatu unsur hara yang dibutuhkan pada tanaman dalam jumlah kecil.

Bakaran jerami padi biasanya banyak dibuang sembarangan pada saat seorang petani selesai memanen padinya. Dan kandungan dari pupuk dari bakaran jerami padi umumnya adalah senyawa karbon.

Cara pembuatan pupuk jerami padi ini cukup gampang, bisa dari pembakaran jerami padi atau dari sisa-sisa jerami pada yang dibiarkan beberapa waktu sampai menghasilkan serat-serat yang memudar.

Pupuk Organik dari Jerami Padi yang Dibiarkan Dipinggir Sawah
Pupuk Organik dari Jerami Padi yang Dibiarkan Dipinggir Sawah. Photo Original by: Wahid Priyono (Guruilmuan)


Pengaplikasian pupuk jerami padi ini bisa ditaburkan di atas tanah dimana tanaman itu tumbuh. Lalu dibiarkan beberapa waktu dengan menambahkan pupuk organik lainnya yaitu kompos, pupuk kandang dan atau pupuk sejenisnya.

Kacang Tunggak Hasilnya Maksimal (Subur) dengan Pupuk Jerami Padi. Photo Original by: Wahid Priyono (Guruilmuan Indonesia)


Pengalaman saya pribadi bahwa dengan menggunakan pupuk jerami padi, maka hasil tanam sayur-sayur (kacang tunggak) dan buah tomat saya lebih meningkat produksinya. Silakan giliran anda yang mencobanya. Semoga berhasil. Silakan baca juga: Penyebab dan Cara Mengatasi Buah Mentimun yang Ukuran Buahnya Kecil-Kecil.


Yth. Bapak/Ibu Tani, Undangan Berbelanja Bibit Cangkok Tanaman di Toko Saya (http://toko.tipspetani.com/)

Assalamualaikum.wr.wb.

Kepada Yth.bapak dan ibu tani di Indonesia.
Perkenalkan nama saya Wahid Priyono, pemilik website https://guruilmuan.blogspot.co.id. Saya disini akan kembali menginformasikan serta mengundang kepada seluruh pembaca setia website saya ini untuk melihat-lihat produk bibit tanaman cangkok di website toko pertanian saya. Berikut link toko pertanian saya >> Toko Pertanian Indonesia.

Saya berharap, ada kesan baik dari bapak/ibu tani terhadap undangan yang saya sampaikan ini. Semoga informasi ini bermanfaat untuk para petani di Indonesia. Terimakasih.



Wasalamualaikum.wr.wb.

Salam hormat,


Wahid Priyono.