Cara Menghilangkan Penyakit Karat Daun pada Tanaman Anggur

Penyakit karat daun tidak hanya menyerang pada tanaman kopi, jagung, seledri saja, akan tetapi pada tanaman anggur pun bisa saja terserang karat daun. Penyakit karat daun pada tanaman anggur memang cukup sulit ditangani meskipun terkadang petani lebih memilih menggunakan pestisida khusus penanganan karat daun tersebut. Namun, akhir-akhir ini saya menemukan cara praktis untuk menangani dan mencegah penyakit karat daun pada tanaman anggur yaitu menggunakan biopestisida dari daun kipahit.

Larutan Biopestisida dari Daun Kipahit (Dibuat Oleh Wahid Priyono)
Larutan Biopestisida dari Daun Kipahit (Dibuat Oleh Wahid Priyono)

Tumbuhan kipahit banyak sekali tumbuh di Indonesia, dan hampir semua provinsi/daerah banyak sekali tumbuh tanaman ini. Di Lampung, tempat saya tinggal banyak sekali ditemukan tanaman kipahit ini. Dan saya sendiri sudah mencoba membuat biopestisida dari daun kipahit dan bagus sekali untuk memberantas penyakit karat daun pada anggur.

Daun Kipahit
Daun Kipahit (Photo Oleh Wahid Priyono)

Adapun langkah-langkah/cara/teknik/metode dalam pembuatan biopestisida kipahit untuk penanganan karat daun pada anggur adalah sebagai berikut:

  • Ambil 5-7 genggam daun kipahit, lalu tumbuk secara halus;
  • Setelah daunnya halus, maka selanjutnya campur dengan 1 liter air, aduk secara merata, lalu saring untuk memisahkan daun-daunnya (hanya diambil airnya saja);
  • Masukan larutan yang sudah jadi tersebut ke dalam botol aqua bekas ukuran 500 ml, lalu tutup rapat;
  • Kemudian simpan larutan pada botol tersebut selama 5-7 hari untuk proses fermentasi;
  • Setelah 5-7 hari penyimpanan, maka buka larutan dan bisa dipakai;
  • Cara pemakaian/aplikasinya yakni dengan disemprotkan pada tanaman anggur yang terserang karat daun secara rutin pagi dan sore hari;
  • Lihat perkembangannya selama aplikasi lebih dari 3 hari;
  • Saya sendiri sudah berhasil menggunakannya dan tanaman anggur saya terbebas dari penyakit karat daun, sekarang giliran anda ya bapak/ibu/ramaja tani.
  • Semoga berhasil.
Itulah tadi sobat cara pembuatan biopestisida untuk menghilangkan/menangani penyakit karat daun pada tanaman anggur. Semoga bermanfaat untuk kita semua rekan-rekan petani di Indonesia. Silakan anda baca juga artikel: Cara Menanam Palawija Jenis Kacang-Kacangan untuk Penyuburan Tanah.

Cara Menanam Palawija Jenis Kacang-Kacangan untuk Penyuburan Tanah


Tanaman palawija umumnya sering ditanam oleh petani di Indonesia. Di berbagai daerah di Indonesia, terutama di pulau Jawa dan di Sumatera, tanaman palawija paling banyak ditanam. Misalnya di daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur, sering menjumpai penanaman kedelai, kacang panjang, jagung, dan lain sebagainya. Di Sumatera, penanaman jenis tanaman kacangan banyak dilakukan di Lampung Selatan, Lampung Tengah, Tanggamus, Lampung Barat. Tanaman palawija ini memang tergolong tanaman mudah tumbuh, perawatan cukup mudah, dan dari segi hasil panen bisa diperhitungkan.

Menanam jenis tanaman palawija pada jenis kacang memang sangat disarankan untuk para petani. Ini karena tanaman kacang-kacangan (leguminoceae) mampu bersimbiosis dengan bakteri Rhizobiumleguminosarum. Bakteri ini tergolong bakteri baik yang mampu memfiksasi nitrogen bebas di udara. Akibatnya, proses/daur nitrogen di alam akan terus berkesinambungan dari waktu ke waktu. Bakteri Rhizobium mampu mengubah nitrogen bebas menjadi senyawa nitrat dan nitrit yang akan digunakan tanaman untuk metabolisme sel, pertumbuhan dan perkembangan.  Itulah mengapa pentingnya siklus nitrogen di alam, sebab tanaman tidak bisa langsung menyerap nitrogen bebas dari atmosfer, akan tetapi perlu terlebih dahulu dikonversi (dirubah) dari N2 bebas menjadi senyawa nitrat dan nitrit. Tumbuhan tidak bisa memanfaatkan nitrogen bebas, jadi perlu dikonversi terlebih dahulu dari N2 bebas menjadi senyawa nitrat dan nitrit.

Tanaman buncis paling banyak ditanam oleh petani
Tanaman buncis paling banyak ditanam oleh petani. (Photo by: Wahid Priyono, S.Pd).

Adapun jenis tanaman palawija dari jenis kacang-kacangan yang dapat ditanam dengan sistem rotasi yakni kedelai, kacang panjang, kacang polong, Kacang mente, kacang kapri, kacang kecipir, kacang tanah, kacang tunggak, kacang merah, dan lain sebagainya. Jenis dari tanaman kacang-kacangan inilah yang biasanya bagus untuk menjaga struktur tanah agar tetap subur dan gembur. Karena banyak sekali peran mikroorganisme tanah yang bekerja di lahan penanaman kacang. 

Cara menanam tanaman palawija yaitu dengan cara yang cukup mudah yakni menyiapkan tanaman jenis kacangan, kemudian ditanam pada lahan bedengan atau sejenisnya. Biasanya untuk hasil panen sangat ditentukan oleh faktor perawatan tanaman. Anda pasti bisa melakukan cara tersebut, karena memang banyak sekali para petani di daerah yang menerapkan sistem tanam palawija. Hal ini karena banyak sekali manfaatnya bagi kesuburan tanah. Silakan anda mencobanya pada lahan tanam anda. Silakan anda baca juga: Mengapa Gulma Harus Dibuang dari Lahan Bedengan?.

Mengapa GULMA Harus Dibuang dari Lahan Bedengan?

Gulma merupakan rumput liar yang tumbuh di atas lahan bedengan. Ini tentu saja akan mempengaruhi dari laju pertumbuhan tanaman budidaya di sekitarnya. Umumnya, gulma menyerang pada lahan yang tidak bermulsa, dan praktis bahwa serangannya akan sangat berbahaya pada musim hujan. Spora atau biji-biji gulma yang terbawa air, atau pecah akan mudah berkecambah jika tanah bedengan lembab. Bahkan para petani tidak bisa memprediksi berapa jumlah gulma yang akan tumbuh, sebab jumlah bijinya tidak bisa diperkirakan.

Lahan Pembibitan Sawi Terbebas dari Gulma
Lahan Pembibitan Sawi Terbebas dari Gulma. (Photo Original Oleh: Wahid Priyono, S.Pd.)

Alasan mengapa gulma menjadi musuh bagi petani sebab akan menjadi kompetisi bagi gulma dengan tanaman utama (tumbuhan yang dibudidaya). Gulma sebaiknya harus disingkirkan dan dibuang sejauh mungkin dari lahan bedengan. Pengaruhnya memang cukup besar jika lahan bedengan bersih terbebas dari gulma.

Tanaman tomat


Beberapa petani di daerah sering mengaku bahwa keberadaan gulma yang pertumbuhannya lebat sangat mengganggu. Selain itu, gulma bisa menjadi sarang/vektor bagi berkembangnya hama dan penyakit pada tanaman. Penurunan hasil panen juga bisa terlihat pada lahan bedengan yang tidak terawat.

Oleh karena itulah, sebagai seorang petani saya menyarankan kepada anda untuk tetap memperhatikan kebersihan lahan bedengan. Sehingga diharapkan akan diperoleh hasil tanam yang berkualitas, dan hasil panen tentu saja akan meningkat. Silakan baca juga: Ciri-Ciri Terjadinya Peristiwa Etiolasi Pada Tanaman.

Ciri-Ciri Terjadinya Peristiwa Etiolasi Pada Tanaman


Peristiwa etiolasi merupakan peristiwa dimana pertumbuhan tanaman terjadi secara singkat di tempat yang lebih gelap (tanpa cahaya). Percepatan pertumbuhan ini dapat terjadi karena akumulasi hormon auksin di tempat gelap lebih banyak bekerja dibandingkan di tempat yang lebih terang.

Dalam kondisi etiolasi, tanaman akan mengalami perkecambahan biji jauh lebih cepat dibanding di tempat terang (terkena cahaya). Etiolasi juga bisa didefinisikan sebagai percepatan pertumbuhan tanaman akibat daya dukung auksin meningkat. Efek baiknya, etiolasi lebih mengarah pada percepatan tumbuh. Tanaman yang mengalami peristiwa etiolasi memiliki ukuran batang yang tinggi-tinggi, akarnya lebih kecil, serta warna daun yang sedikit pucat sebab pigmen klorofil lebih rendah dibandingkan di tempat terang.

Tanaman akan tumbuh cepat pada tempat gelap
Tanaman akan tumbuh cepat pada tempat gelap. (Wahid Priyono).

Lain halnya jika benih dikecambahkan di tempat terang, maka secara pasti akan didapat tanaman dengan organ daun berwarna lebih hijau karena lebih banyak berinterasi dengan cahaya matahari. Fotosintesis tentu saja membutuhkan cahaya dan pigmen klorofil. Semakin sering tanaman berfotosintesis, maka pertumbuhannya akan lebih lama daripada yang diletakkan di tempat gelap.

Peristiwa etiolasi pada tanaman juga akan merangsang peningkatan jumlah fitohormon auksin di areal batang untuk tumbuh lebih cepat. Silakan anda baca juga: Cara Mempercepat Tumbuhnya Akar pada Cangkok Batang Tanaman.