Jenis Tanah yang Baik untuk Menanam Kelengkeng di dalam Pot

Membudidaya kelengkeng dengan pot saat ini menjadi populer karena lebih simpel dalam perawatan. Selain itu, jika letak lahan yang sempit juga lebih mending pakai pot untuk menanam kelengkeng. Contohnya di daerah perkotaan, dengan lahan yang sempit, dan menanam lengkeng di pot adalah pilihan terbaik.

Jenis tanah yang akan digunakan untuk menanam lengkeng dalam pot harus diperhatikan, sebab ini dasar dari kehidupan tanaman selanjutnya. Jenis tanah yang paling bagus untuk kelengkeng yang ditanam di pot yaitu tanah liat berpasir. Dan saat pengolahannya, tambahkan setidaknya 1 genggam pupuk kandang (sebagai pupuk dasar).

Tanaman kelengkeng
Tanaman kelengkeng. (Dokumentasi foto oleh: Wahid Priyono, S.Pd.)

Tanah liat berpasir memang terkenal bagus untuk menanam kelengkeng. Jika tidak ada, bisa menggunakan tanah liat biasa, atau tanah liat yang dicampur dengan pasir dengan perbandingan 1:1. Berdasarkan tukar pendapat dengan petani kelengkeng di daerah, mereka mengatakan bahwa jika tanaman kelengkeng ditanam dengan tanah liat berpasir, maka hasil buahnya lebih manis, dan pertumbuhan tanaman lebih sehat, batang dan akarnya lebih kuat. Semoga bermanfaat.

Ukuran Jarak Tanam Cabe Rawit, Cabe Merah Besar yang Baik dan Benar

Jarak tanam menentukan seberapa penting keefisienan akar tanaman dalam menyerap unsur hara sebagai pasokan energi bagi tanaman. Jarak tanam cabe terlalu rapat juga kurang bagus dalam hal penyerapan hara mineral. Namun, terlalu jarang juga kurang bagus, maka perlu keidealan jarak tanamnya.

Tanaman cabe rawit jengki berbuah lebat
Tanaman cabe rawit jengki berbuah lebat, (Photo by: Wahid Priyono, S.Pd.).

Berdasarkan literatur dari buku pertanian yang saya baca, bahwa ukuran jarak tanam cabe rawit, cabe merah, cabe keriting dan jenis cabe lainnya adalah 50-60 cm antar baris tanam. Jarak tersebut sudah sangat ideal dan juga sering diterapkan oleh petani profesional di Indonesia. Jarak tanaman tersebut juga telah terbukti membuat tanaman cabe berbuah sangat lebat sehingga meningkatkan produktivitas hasil panen. Silakan baca juga:

Keuntungan Bakteri Rhizobium leguminosarum dalam Bidang Pertanian

Bakteri Rhizobium leguminosarum merupakan jenis agen hayati yang sering dimanfaatkan dalam bidang pertanian. Untuk mendapatkan bakteri ini sangat praktis, yaitu dengan cara mengundangnya. Cara mengundang bakteri ini untuk berkembangbiak yaitu dengan menanam jenis tanaman kacang-kacangan (leguminoceae). Contoh jenis tanaman legum yang dapat anda tanam yakni kacang tanah, kacang panjang, kacang tunggak, kacang polong, kacang kapri, buncis, dan jenis tanaman kacang-kacangan yang lainnya.

Jenis tanaman kacang-kacangan untuk mengundang bakteri Rhizobium leguminosarum
Jenis tanaman kacang-kacangan untuk mengundang bakteri Rhizobium leguminosarum (Photo by: Wahid Priyono, S.Pd.).

Rhizobium leguminosarum adalah jenis bakteri baik. Selain mampu membantu menyuburkan lahan pertanian. Bakteri ini juga mampu bersimbiosis dengan tanaman kacang-kacangan untuk memfiksasi nitrogen bebas di udara. Oleh karena sifatnya yang baik ini, maka para petani modern menyebutnya sebagai bakteri pemfiksasi nitrogen.

Maka, ketika anda sedang bercocok tanam, maka jangan lupa untuk terus melakukan sistem pertanian bergilir (rotasi tanam) yakni dengan sesekali menanam jenis kacang-kacangan pada lahan tanam anda. Dengan cara seperti ini, maka secara otomatis akan mengundang bakteri R. leguminosarum ini untuk membantu menyuburkan lahan pertanian anda. Semoga bermanfaat, silakan baca juga: Cara Menanam Mangga Cangkokan yang Baik dan Benar (InfoGrafis).

Cara Menanam Mangga Cangkokan yang Baik dan Benar (InfoGrafis)

Mencangkok tanaman merupakan hobi para pekebun di Indonesia. Karena dengan mencangkok maka akan diperoleh tanaman hasil pemuliaan yang unggul, serta cepat berbuah. Tanaman mangga merupakan contoh jenis tanaman yang dapat dilakukan pencangkokan karena termasuk tumbuhan dikotil yang mempunyai kambium pada batangnya.

Ada beberapa manfaat mencangkok, salah satunya akan dihasilkan tanaman cepat berbuah. Namun, kelemahan dari mencangkok tanaman yaitu akarnya kurang kuat serta termasuk rentan terserang hama dan penyakit jika penanganan dan perawatan tanaman kurang optimal.

Jika anda sudah mendapatkan tanaman mangga hasil cangkok, bisa karena beli di toko bibit atau melalui pencangkokan sendiri, maka langkah selanjutnya adalah tahap penanaman bibit cangkok mangga. Untuk lebih singkatnya, berikut cara/teknik/metode menanam mangga cangkok yang baik dan benar:

  • Pertama-tama, buatkan lubang tanam setinggi 30-40 cm pada lokasi yang anda inginkan;
  • Setelah dibuat lubang tanam, maka pada bagian dasar lubang diberi pupuk kandang sebanyak 1/2 kg, dan lalu siram dengan air secukupnya;
  • Letakkan akar bibit pada bagian dasar lubang yang sudah ada pupuk kandangnya, kemudian tutup lubang dengan tanah bekas galian sebelumnya;
  • Jangan lupa padatkan tanah di sekitar lokasi tanaman dengan cara diinjak-injak menggunakan kaki;
  • Terakhir siram kembali tanaman rutin setiap hari selama satu bulan (pastikan tanahnya tetap lembab);
  • Sebaiknya penanaman cangkok mangga di daerah yang terkena cukup sinar matahari agar hasil tanamnya lebih baik.
Berikut ini foto hasil tanam mangga kiojay di lokasi yang cukup terang karena terdapat banyak cahaya matahari, hasil buahnya lebat.

Mangga Kiojay Cangkok Berbuah Lebat dengan Ketercukupan Cahaya Matahari
Mangga Kiojay Cangkok Berbuah Lebat dengan Ketercukupan Cahaya Matahari. (Dokumentasi Oleh: Wahid Priyono, S.Pd.)

Semoga informasi di atas bermanfaat untuk anda. Salam budidaya pertanian, semoga sukses untuk para petani di Indonesia. Baca juga: Berapa Hari Benih Cabe Berkecambah/Tumbuh?