Cara Memperbaiki Struktur Tanah yang Rusak dan Tandus

Tanah merupakan media bagi pertumbuhan tanaman. Namun, terkadang karena lahannya terlalu lama tidur, bisa memicu kegersangan lahan tanam, tandus, dan struktur tanah menjadi rusak. Berbagai upaya mungkin dilakukan oleh para petani, namun ada juga yang gagal dalam merekonstruksi ulang tanahnya menjadi lebih subur dan cocok untuk praktek budidaya tanaman.

Ada cara/teknik/metode berikut yang saya rasa cukup ampuh untuk memperbaiki struktur tanah yang rusak, tandus dan gersang. Cara yang terbaik yaitu pertama-tama lakukan pembajakan/penggemburan tanah minimal sedalam 30 cm. Pastikan tanah yang dibajak menjadi gembur. Setelah itu, siapkan pupuk kandang dari kotoran ayam yang telah difermentasi selama 1 bulan atau lebih. Pupuk kandang kotoran ayam tersebut kemudian disebar secara merata pada permukaan lahan yang dibajak, kemudian lakukan pembajakan ulang sampai benar-benar tanah dan pupuk tercampur.

Tanaman cabe berbuah lebat dengan lahan tanam yang subur
Tanaman cabe berbuah lebat dengan lahan tanam yang subur (Photo Oleh: Wahid Priyono, S.Pd.)

Sebelum lahan ditanami tanaman, maka sebaiknya biarkan dulu tanahnya selama kurang lebih 3 hari. Hal ini bertujuan agar kadar oksigen di dalam tanahnya menjadi stabil. Kadar oksigen yang stabil di dalam tanah sangat bagus untuk membantu kesuburan tanah, dan membantu mikroba tanah untuk menyuburkan lahan. Itulah sedikit cara untuk meregenerasi tanah yang tandus agar subur kembali. Semoga bermanfaat. Silakan baca juga: Manfaat Bakteri Rhizobium leguminosarum sebagai Penyubur Tanah Pertanian.

Fungsi, Peranan, Manfaat dan Kegunaan Bakteri Rhizobium leguminosarum untuk Bidang Pertanian


Bakteri dapat dijadikan sebagai agen hayati yang membantu petani untuk menyuburkan tanah. Misalnya pada bakteri Rhizobium leguminosarum sangat ampuh dalam menyuburkan tanah pertanian. Bakteri Rhizobium sp seringkali bersimbiosis secara mutualisme dengan tanaman kacang-kacangan (legum).

Bintil akar tanaman kacang tanah dapat bersimbiosis dengan bakteri Rhizobium leguminosarum
Bintil akar tanaman kacang tanah dapat bersimbiosis dengan bakteri Rhizobium leguminosarum (Photo by: Wahid Priyono, S.Pd.)

Berikut ini manfaat/fungsi/peranan dan kegunaan dari bakteri Rhizobium leguminosarum dalam dunia pertanian adalah sebagai berikut:

·         Dapat menyuburkan tanah pertanian;
·         Bila lahan tanam sesekali sering dilakukan penanaman secara bergilir dengan menanam tanaman kacang-kacangan, maka tanahnya akan kembali subur.
·         Menjadikan Tanah menjadi lebih gembur dan cocok ditanami berbagai macam tanaman budidaya pertanian;
·         Mampu mengikat Nitrogen bebas di udara dan bersimbiosis dengan bintil akar tanaman kacang-kacangan, polong-polongan (legum); misalnya: kacang tanah, kacang kapri, kacang panjang, dan lain sebagainya;
·         Menambahkan unsur Nitrogen di dalam tanah, sehingga tanaman menjadi lebih subur. Diketahui bahwa unsur hara Nitrogen (N) sangat dibutuhkan tanaman untuk tumbuh dan berkembang, reproduktif, pembentukan hormon dan enzim;
·         Memupuk sendiri, dengan cara menambah zat-zat Nitrogen yang akan diubah menjadi senyawa Nitrat dan Nitrit yang menguntungkan tanaman;
·         Bakteri Rhizobium sebagai agen konservasi lahan tanam, sehingga mencegah agar tanah tetap mempunyai pH optimum, suhu tanah terjaga secara baik, dan mencegah tanah dari erosi unsur hara dan ketandusan tanah (tanahnya gersang).

Cara Pendangiran + Penyiangan Pada Tanaman Cabe yang Baik dan Benar

Pendangiran dan penyiangan pada tanaman cabe sangat berbeda dilakukan, terutama untuk tanaman cabe yang dibudidaya di lahan terbuka dengan yang ditanam di media pot polybag/sejenisnya, dengan yang ditanam di bedengan yang diberi mulsa plastik.

Untuk melihat bagaimana perbedaan pendangiran dan penyiangan tanaman cabe dari ketiga macam media tanam seperti yang dijelaskan di atas, mari pelajari materi seri pengalaman berikut ini.

1. Pendangiran dan Penyiangan Tanaman Cabe di Lahan Terbuka

Lahan terbuka yang saya maksud disini meliputi beberapa area/media tanam cabe, seperti di tanah/area persawahan, perladangan, perkebunan hortikultura, area halaman komplek perumahan, dan lain sebagainya.

Tanaman cabe yang ditanam di area yang telah disebutkan di atas harus dilakukan pendangiran dan penyiangan.

Cabe rawit jengki pertumbuhannya subur dan sehat, sebab dilakukan pendangiran dan penyiangan
Cabe rawit jengki pertumbuhannya subur dan sehat, sebab dilakukan pendangiran dan penyiangan. (Dokumentasi pribadi oleh: Wahid Priyono, S.Pd.)

Istilah pendangiran sudah sangat populer di telinga petani/pekebun nusantara. Cara pendangirannya yaitu dengan mencangkul kecil-kecil di sekitar pusat tanaman tumbuh kemudian tanah cangkulan tersebut dibuat guludan memutar pada tanaman cabe. Pendangiran ini bertujuan supaya tanah di sekitar lokasi penanaman menjadi lebih gembur sehingga transportasi nutrisi (unsur hara) dari tanah akan lebih efektif diserap oleh bulu-bulu akar menuju daerah tumbuhan lainnya. Sebaiknya pendangiran dilakukan sejak 2 bulan pertama sejak tanam awal, dan dapat dilakukan beberapa kali setiap 1 bulan setelahnya.

Sementara itu, sembari anda melakukan pendangiran, lakukan juga penyiangan yakni mengoret atau mencabut rumput-rumput liar (gulma) yang tumbuh di sekitar area bedengan/di sekitar pusat tanaman cabe tumbuh.

Jika anda mempunyai tanaman cabe supaya lekas berbuah, sebaiknya jangan pernah tinggalkan cara pendangiran dan penyiangan tersebut.

2. Pendangiran dan Penyiangan Tanaman Cabe di Wadah Pot Polybag

Tanaman cabe juga kadang dibudidaya di wadah pot polybag. Cara pendangiran dan penyiangannya adalah dengan cara mencabut rumput-rumput liar di sekitar lokasi tanam, kemudian gemburkan tanah (lakukan pendangiran) dengan cara menyiram tanah di sekitar pusat tanaman dengan air, kemudian cangkul kecil-kecil hingga tanahnya gembur, lalu setelahnya dapat anda tambahkan pupuk organik dari kotoran ternak ayam atau pupuk kompos yang kaya akan unsur hara Nitrogen dan Magnesium.

Untuk menjaga supaya tanaman cabe tetap terjaga kelembabannya, sebaiknya lakukan juga penyiraman tanaman secara teratur dengan mempertimbangkan dosis air yang hendak diberikan per umur tanaman, serta faktor kekeringan tanah juga menjadi hal prioritas tentang bagaimana metode penyiraman tanaman cabe dilakukan secara bijaksana.


3. Pendangiran dan Penyiangan Tanaman Cabe di Bedengan Bermulsa

Terkadang petani/pekebun cabe membudidaya cabe dengan cara ditanam di tanah bedengan-bedengan yang telah diberikan mulsa plastik di atas permukaan bedengannya tersebut. Biasanya, karena adanya mulsa tersebut, proses untuk melakukan penyiangan tanaman menjadi terbatas, karena pada mulsa tersebut sudah ada jarak tanam dan diameter lubang untuk menanam cabe. Untuk penyiangan tanaman cabe pada kasus demikian dapat hanya mengontrol dan memastikan bahwa lahan penanaman cabe tidak ditumbuhi gulma dalam jumlah yang banyak (tak terkendali).

Pendangiran mungkin saja tidak dilakukan, hanya saja untuk menjaga supaya kelembaban tanah terjaga baik, sebaiknya gunakan saja metode penyiraman rutin pada kasus tanaman cabe yang mengalami krisis air (kekeringan).

Kalaupun akan dilakukan pendangiran, masih mungkin dilakukan dengan cara mencangkul kecil-kecil tanah di sekitar pusat tanaman tumbuh, lalu gemburkan tanah sebisanya saja. Tapi yang terpenting adalah penyiraman bedengan bermulsa tersebut dengan air secukupnya.

Peran dan Manfaat Bakteri Rhizobium leguminosarum pada Bidang Pertanian


Dalam bidang pertanian, pemanfaatan bakteri seringkali dilakukan, terutama untuk pembasmian hama misalnya menggunakan bakteri Bacillus thrungiensis. Dan penggunaan bakteri Rhizobium leguminosarum sebagai bakteri yang mampu mengikat Nitrogen bebas (N2) di udara dengan bersimbiosis dengan tanaman legum atau leguminoceae (kacang-kacangan).

Rhizobium leguminosarum sebagai bakteri yang mampu mengikat Nitrogen bebas
Rhizobium leguminosarum sebagai bakteri yang mampu mengikat Nitrogen bebas, dan ada pada tanaman kacang-kacangan (dokumentasi oleh: Wahid Priyono, S.Pd.)


Adapun fungsi/peranan/manfaat dan kegunaan dari bakteri Rhizobium leguminosarum dalam dunia pertanian adalah sebagai berikut:



·         Mampu menyuburkan tanah pertanian, karena kemampuannya menyisahkan senyawa kimia nitrit yang berguna bagi tanaman;
·         Jika lahan tanam sesekali sering dilakukan penanaman secara bergilir dengan menanam tanaman kacang-kacangan, maka tanahnya akan kembali subur.
·         Membuat Tanah menjadi lebih gembur dan cocok ditanami berbagai macam tanaman budidaya pertanian;
·         Mampu mengikat Nitrogen bebas di udara dan bersimbiosis dengan bintil akar tanaman kacang-kacangan, polong-polongan (legum); misalnya: kacang tanah, kacang kapri, kacang panjang, dan lain sebagainya;
·         Menambah unsur Nitrogen di dalam tanah, sehingga tanaman menjadi lebih subur. Diketahui bahwa unsur hara Nitrogen (N) sangat dibutuhkan tanaman untuk tumbuh dan berkembang, reproduktif, pembentukan hormon dan enzim;
·         Memupuk sendiri, dengan cara menambah zat-zat Nitrogen yang akan diubah menjadi senyawa Nitrat dan Nitrit yang menguntungkan tanaman;
·         Bakteri Rhizobium sebagai agen konservasi lahan tanam, sehingga mencegah agar tanah tetap mempunyai pH optimum, suhu tanah terjaga secara baik, dan mencegah tanah dari erosi unsur hara dan ketandusan tanah (tanahnya gersang).