Agar Timun Tidak Bengkok (Berbatang Lurus dan Berbuah Lurus Lebat)

Agar timun tidak bengkok (berbatang lurus dan berbuah lebat) mungkin akan dijelaskan secara terperinci pada artikel berikut ini. Pada beberapa kasus di lapangan, sering sekali para petani mentimun dibingungkan dengan keadaan tanaman mentimun yang memiliki pertumbuhan buruk, terutama pertumbuhan yang tidak berkualitas. Hal ini bisa terlihat dari pertumbuhan batang yang bengkok, sehingga tidak berada pada posisi yang tepat. Selain itu buah mentimun yang bengkok juga tidak bagus dilihat, terutama pada saat dijual akan mempengaruhi harganya.

Pertumbuhan dan Perkembangan Buah Mentimun Lurus Tidak Bengkok Karena Menggunakan Tiang Ajir
Pertumbuhan dan Perkembangan Buah Mentimun Lurus Tidak Bengkok Karena Menggunakan Tiang Ajir. (Foto Original Oleh: Wahid Priyono, S.Pd.)

Jika anda menemukan batang dan buah mentimun yang bengkok, maka beruntung sekali jika anda membaca artikel di blog ini. Membengkoknya batang mentimun karena ada pengaruh hormonal, yakni dibantu oleh hormon auksin. Hormon auksin bekerja pada batang tanaman, dan sesuai kadar intensitas cahaya matahari yang berubah-ubah juga sangat mempengaruhi keadaan batang tanaman mentimun. Oleh karena itu, jika di lahan perkebunan mentimun anda ditemukan adanya batang tanaman yang membengkok, maka salah satu cara yang paling tepat yaitu menggunakan tiang ajir/lanjaran yang ditancapkan di tanah dekat dengan tanaman. Tiang ajir bisa diperoleh dari sisa-sisa batang tanaman liar di hutan, atau dari bilah bambu juga bisa. Di era modern saat ini, penjual tiang ajir berbahan dari besi dan tembaga juga banyak beredar di pasaran. Pilihlah tiang ajir/penyangga sesuai kebutuhan. Fungsi tiang ajir agar tanaman mentimun tumbuh lurus, dan mengikuti pola ajir yang ditentukan oleh petani. Sebaiknya, pada saat aplikasi tiang ajir juga diikuti dengan pengikatan batang mentimun pada tiang ajir (menggunakan tali rafia dan sejenisnya). Ini dilakukan supaya batangnya berada dekat dengan tiang ajir, dan jika sewaktu-waktu terjadi hujan deras maupun angin kencang, maka batangnya tidak mudah lepas dari tiang ajir. Umur tanaman mentimun yang boleh diberi tiang ajir umumnya di atas 30 hari sejak tanam. Jika tanaman timun sudah mulai berbunga, maka aturlah bunga-bunganya agar tumbuh rapih di dekat tiang, termasuk buah-buahnya nanti. Aplikasi penggunaan tiang ajir ini saya rasa sangat mudah diaplikasikan oleh ibu/bapak tani dan disesuaikan dengan desain ajir yang diinginkan. Baca juga: Cara Mengatasi Daun Timun Kuning (Mengalami Klorosis).

Selain batang tanaman timun bengkok, sering juga menjumpai buah timun bengkok atau buahnya tidak berkembang normal (buahnya tidak lurus-lurus). Dari segi estetika ketika dilihat mata, buah mentimun yang bengkok juga kurang menarik, maka untuk membuatnya menjadi lurus ada cara tepat yang bisa dilakukan, yaitu dengan cara memberinya tiang ajir yang ditancapkan di sekitar tempat tanaman tumbuh. Jika dalam budidaya mentimun menggunakan mulsa, maka letakan tiang ajir sedekat dengan lubang pada mulsa. Tiang ajir tersebut akan dijadikan tempat gantungan buah-buah mentimun. Jika anda telaten juga bisa membuatkan rumah-rumah pada tiang ajir, sehingga bunga-bunga mentimun bisa diatur untuk tumbuh disitu, dan pada akhirnya buahnya akan tumbuh berkembang ke arah bawah sehingga menghasilkan buah timun yang tidak bengkok.

Hasil pengamatan yang pernah saya lakukan di lahan pertanian mentimun, bahwa buah timun bengkok bisa terjadi karena tanaman timun tidak mendapatkan tiang rambat (tiang ajir), dan oleh petani tanaman dirambatkan sembarangan di lahan mulsa atau tanah saja, sehingga mempengaruhi kualitas buahnya. Oleh sebab itulah, bagaimanapun ketelatenan seorang petani dipertaruhkan dalam bertani mentimun, terutama dalam hal perawatan tanaman dan juga pemantauan tanaman secara kontinyu. Silakan pelajari juga artikel pertanian berikut ini: Ciri-Ciri Gejala Etiolasi Pada Tanaman.


Ciri-Ciri Gejala ETIOLASI Pada Tanaman

Setiap tanaman yang diletakan di tempat yang kurang mendapatkan cahaya pasti akan mengalami gejala etiolasi. Etiolasi adalah gejala dimana pertumbuhan tanaman berlangsung cepat di tempat yang gelap (kurang cahaya). Etiolasi dapat menyebabkan pertumbuhan akar, batang, daun jauh lebih cepat dibandingkan di tempat yang mendapat cahaya.

Beberapa literatur ilmiah menyebutkan bahwa etiolasi adalah gejala dimana terakumulasinya sejumlah hormon penting pada tanaman, yakni hormon auksin. Pada tempat yang gelap, hormon auksin ini akan lebih aktif bekerja pada bagian batang tanaman, sehingga batangnya akan tinggi lurus menjulang ke atas. Hormon auksin lebih menyukai tempat gelap, dan konsentrasinya akan semakin tinggi jika tempatnya terlalu gelap.

Tanaman kacang tunggak diletakkan di tempat terang (yang terkena cahaya) untuk mencegah etiolasi
Tanaman kacang tunggak diletakkan di tempat terang (yang terkena cahaya) untuk mencegah etiolasi (Foto Original Oleh: Wahid Priyono, S.Pd).

Pada kondisi gelap, etiolasi terjadi sesuai dengan jumlah cahaya yang diberikan. Semakin gelap ruangan tempat isolasi tanaman, maka etiolasi akan berjalan lebih lancar jika dibandingkan pada tempat yang terkena cahaya.

Berikut ini efek atau akibat gejala etiolasi, ciri-ciri etiolasi pada tanaman adalah:

  • Batangnya tinggi-tinggi, lurus, tapi batangnya kurus-kurus;
  • Daunnya berwarna pucat, tidak terlalu hijau sebab kadar pigmen klorofilnya rendah;
  • Akarnya tidak kokoh, sehingga mudah goyah;
  • Terkadang batang tanamannya rapuh dan mudah patah;
  • Tanaman nampak kurang sehat, namun jika diletakkan kembali pada tempat yang terang mungkin saja akan tumbuh secara normal.
Penjelasan di atas hanya beberapa ciri saja, namun ciri lain mungkin akan nampak pada setiap tanaman yang berbeda. Karena setiap tanaman memiliki ciri spesifik, maka gejala etiolasi dan variasi tinggi tanaman yang mengalami etiolasi pasti berbeda pula. Namun, ada satu hal yang dapat dilakukan untuk memperbaiki dan menyelamatkan tanaman yang sudah mengalami riwayat etiolasi yaitu dengan diletakkan pada tempat terang (yang terkena cahaya matahari), dengan begitu maka tanaman akan mengalami pertumbuhan dan perkembangan normal. Silakan baca juga: Cara Mengatasi Daun Timun (Mentimun) Kuning Akibat Klorosis.

Cara Mengatasi Daun Timun Kuning (Mengalami Klorosis)

Defisiensi unsur hara bisa menjadi pemicu kerusakan organ pada tanaman. Misalnya adalah daun timun kuning bisa terjadi karena daun tersebut terindikasi gejala klorosis. Klorosis merupakan gejala yang paling umum menyerang organ daun pada tanaman budidaya. Ini terjadi karena daun kekurangan unsur hara yang memicu dalam proses sintesis pigmen klorofil. Unsur hara yang dimaksud adalah Zn dan Nitrogen (N).

Daun mentimun mengalami klorosis (ada bercak-bercak kuning pada permukaan daunnya)
Daun mentimun mengalami klorosis (ada bercak-bercak kuning pada permukaan daunnya). (Foto Original Oleh: Wahid Priyono,S.Pd).

Dalam kondisi yang sangat parah, daun yang mengalami klorosis akan benar-benar berwarna kuning, kemudian dilanjutkan dengan warna kuning-kecoklatan, lalu diakhiri dengan proses absisi (kerontokan daun). Klorosis juga bisa memicu kematian sel dan jaringan pada daun, terutama sel-sel kloroplas yang memainkan peran dalam proses fotosintesis tanaman.

Karena klorosis adalah gejala umum pada setiap tanaman, maka tentu hal ini harus mendapat perhatian serius dari petani misalnya dengan mencegah tanaman mentimun sedini mungkin agar tidak terjadi klorosis pada organ daunnya.

Memberikan pupuk anorganik yang mengandung komposisi unsur hara Zn dan Nitrogen adalah hal yang harus dilakukan, misalnya pupuk urea, KCL, NPK, Sp36, dan lain sebagainya. Dengan memberikan pupuk ini pada saat penanaman mentimun, maka bisa dipastikan bahwa satu langkah untuk mencegah kemungkinan muncul gejala klorosis pada tanaman mentimun yang dibudidaya. Silakan pelajari juga artikel berikut: Cara Memilih Mulsa yang Baik dan Benar untuk Pertanian (Mulsa Plastik dan Mulsa Organik).

Cara Memilih Mulsa yang Baik dan Benar untuk Pertanian (Mulsa Plastik dan Mulsa Organik)

Cara memilih mulsa yang baik dan benar untuk pertanian adalah sesuatu hal yang wajib diketahui oleh setiap petani. Mulsa adalah perangkat yang dibentangkan di sepanjang lahan bedengan. Baik itu mulsa organik dan mulsa organik bisa saja digunakan oleh petani.

Mulsa organik adalah mulsa yang diperoleh dari sisa-sisa jerami atau serat tanaman, termasuk sisa-sisa dedaunan yang tidak terpakai. Cara aplikasi mulsa organik sama dengan mulsa anorganik (mulsa plastik) yakni dengan cara dibentangkan di alur lahan bedengan. Bahan yang bisa digunakan sebagai mulsa organik misalnya jerami padi yang sering dilihat sebagai mulsa organik untuk budidaya semangka di lahan persawahan.

Tanaman Melon dibudidaya dengan Mulsa Plastik (Mulsa Anorganik)
Tanaman Melon dibudidaya dengan Mulsa Plastik (Mulsa Anorganik). (Wahid Priyono).

Mulsa anorganik yaitu jenis mulsa yang dibuat oleh pabrik dalam bentuk lembaran plastik. Aplikasinya yaitu dengan cara membuatkan lubang-lubang tanam di sepanjang mulsa, lalu dibentangkan di atas lahan bedengan. Kebanyakan petani menggunakan jenis mulsa ini karena juga memiliki manfaat yang tak jauh berbeda dengan mulsa organik. Mulsa organik banyak dijual di pasaran dengan harga terjangkau.

Jika ditawarkan untuk memilih jenis mulsa mana yang bagus dan baik untuk pertanian, maka kedua jenis mulsa di atas semuanya sama-sama bagus. Tinggal bagaimana petani yang menentukan sendiri dengan mempertimbangkan jenis tanaman yang hendak ditanam, serta alokasi dana yang dimiliki. Mulsa organik juga bagus untuk membantu mempertahankan kelembaban tanah, aerasi, dan juga membantu mengundang mikroorganisme tanah. Mikroorganisme tanah seperti cacing dan bakteri baik juga sangat penting dalam membantu menyuburkan tanah.

Mulsa anorganik terutama mulsa plastik berwarna perak juga bagus untuk mempertahankan pencucian unsur hara dari air hujan. Mulsa plastik ini mampu mengusir hama dengan cara memantulkan cahaya matahari yang mengenai permukaan mulsa ke bagian atas organ tanaman. Jadi untuk menggunakan mulsa organik dan anorganik tentu disesuaikan juga dengan kebutuhan yang diinginkan. Silakan pelajari juga: Nutrisi Tanaman Cabai (Agar Tanaman Cabai Cepat Berbuah Lebat).