Pupuk Kencur yang Paling Bagus

Saat menanam kencur, perawatan tanaman kencur berupa pemberian pupuk sangat mutlak diberikan. Hal ini tentu saja bertujuan untuk mempercepat pertumbuhan dan perkembangan pada tanaman kencur sehingga lebih optimal.

Adapun jenis pupuk kencur yang bagus adalah ketika pemupukan dilakukan pada tanaman kencur yang sudah membentuk daun sempurna  (akhir minggu ke-4), dipupuk dengan pupuk urea 75 kg, TSP 200 kg, dan KCL 100 kg. Serta saat pohon kencur berumur 3 bulan dipupuk dengan Urea sebanyak 75 kg.

Dengan pemberian pupuk-pupuk kimiawi di atas, maka saya akan menjamin bahwa tanaman kencur anda akan sangat subur dan menghasilkan rimpang yang padat dan banyak ketika panen nantinya. Berikut foto-foto tanaman kencur yang saya tanam. Hasilnya luar biasa dengan pupuk di atas.



Selamat mencoba dan semoga berhasil.



Musim Terbaik Menanam Kencur

Musim terbaik untuk menanam kencur yaitu pada saat musim penghujan. Pada musim hujan maka kandungan air di dalam tanah cukup tinggi sehingga sangat baik untuk pertumbuhan rimpang kencur yang barun ditanam.

Musim hujan diperkirakan berlangsung pada trisemester akhir setiap tahunnya, yaitu pada bulan Oktober - April. Pada bulan tersebut sangat cocok menanam kencur sehingga hasil panennya akan jauh lebih meningkat. Dan kebutuhan bibit untuk 1 hektar lahan yaitu sekitar 1-2 ton/hektar lahan.

Berikut ini beberapa foto tanaman kencur yang ditanam sewaktu musim hujan, hasilnya sangat bagus.

Tanaman kencur sedang dalam pemeliharaan, (Foto: Wahid Priyono, S.Pd.)
Tanaman kencur di lahan bedengan saat musim hujan
Tanaman kencur di lahan bedengan saat musim hujan (foto oleh: Wahid Priyono, S.Pd.)
Tanaman kencur sudah mulai berbunga dan menandakan siap akan dipanen dalam waktu dekat. (Foto: Wahid Priyono, S.Pd.)

Daftar Jenis-Jenis Tanaman yang Cocok Ditanam Di Musim Hujan

Musim hujan sudah datang, lantas untuk para petani di Indonesia akan menanam jenis tanaman apa yang paling cocok di musim hujan? Pertanyaan ini sering ditanya para petani yang saya temui di lapangan dan memang harus diberi jawaban yang melegakan mereka.

Pada saat musim hujan tentu saja kandungan air di dalam tanah mencukupi untuk syarat tumbuh tanaman sayur-sayuran maupun tanaman buah. Namun, tidak semua jenis tanaman perkebunan tersebut dapat tumbuh dengan baik saat musim hujan datang. Berikut ini daftar jenis-jenis tanaman yang cocok ditanam di musim penghujan:

  • kubis;
  • sawi;
  • padi;
  • causin;
  • genjer;
  • kangkung;
  • terong;
  • bayam;
  • gambas;
  • kacang panjang;
  • mentimun/timun;
  • tomat;
  • melon;
  • semangka;
  • selada;
  • jenis tanaman buah-buahan;
  • dan lain sebagainya.
Bayam tumbuh subur di musim penghujan, (Doc. Wahid Priyono, S.Pd.)
Bayam tumbuh subur di musim penghujan, (Doc. Wahid Priyono, S.Pd.)

Dari daftar jenis tanaman di atas, mungkin saja bisa menjadi referensi bagi bapak/ibu dan remaja tani yang hendak akan membudidaya tanaman sayur-sayuran maupun pohon buah. Semoga bermanfaat, selamat bertanam di musim hujan, sukses selalu. Silakan baca referensi juga: Musim Penghujan Datang, Tanaman Apa yang Sebaiknya Anda Tanam?

Cara Penyiangan, Pendangiran serta Pembumbunan Pada Tanaman Terong

Penyiangan pada tanaman terong dilakukan dengan cara memberantas gulma baik secara manual (menggunakan tangan), atau dengan cara disemprot menggunakan herbisida kimia yang dijual di pasaran. Penyiangan secara manual dilakukan dengan mencabut rumput liar (gulma) menggunakan tangan terbuka. Kemudian gulma dikumpulkan pada wadah tertentu, kemudian dibakar. Berbeda dengan penyiangan gulma secara kimiawi yaitu pertama-tama menyemprotkan herbisida pada gulma, dibiarkan beberapa minggu sampai gulma mati, baru lahan yang terkena gulma tersebut disiangi menggunakan tangan atau dikoret menggunakan cangkul/pencong. 

Lahan perkebunan terong milik saya tumbuh subur setelah pendangiran, penyiangan dan pembumbunan
Lahan perkebunan terong milik saya tumbuh subur setelah pendangiran, penyiangan dan pembumbunan, (Doc. Wahid Priyono, S.Pd.)

Cara mematikan gulma dengan herbisida memang tidak cocok untuk jenis tanaman yang memiliki jarak tanam saling berdekatan, karena bisa jadi tanaman utama nantinya yang malah akan mati akibat efek senyawa kimia herbisida. Atau dengan kata lain, tanaman utama yang ditanam akan mati karena target yang salah. Namun, cara ini dapat anda pilih sesuai kebutuhan. Penyiangan tanaman juga memberi dampak positif, selain lahan tanam menjadi bersih, juga mengurangi kesenjangan antara tanaman pokok/utama yang ditanam dengan gulma. Selain itu, jika gulma dihilangkan juga akan mengurangi kompetisi dalam pengambilan unsur hara. 

Tanaman tering setelah dilakukan pendangiran dan penyiangan
Tanaman tering setelah dilakukan pendangiran dan penyiangan, (Doc. Wahid Priyono, S.Pd.)

Terkadang jika banyak gulma di sekitar tanaman budidaya, akan terjadi perebutan unsur hara antara gulma dengan tanaman utama. Hal ini tentu saja sangat menggangu kaju pertumbuhan dan perkembangan tanaman secara umum. Efek lebih parahnya, tanaman utama bisa jadi kalah dalam perebutan unsur hara, dan terjadi defisiensi unsur hara (tanaman kekurangan unsur hara makro dan mikro). Gejala seperti batang tanaman kurus, akar yang tidak memadai, daun tanaman menguning, batangnya mudah patah, pembungaan yang jarang, buah jarang, ini merupakan salah satu gejala suatu tanaman jika kekurangan/kekahatan unsur hara tertentu.

Tanaman terong mulai berbuah pasca dilakukan penyiangan dan pendangiran secara intensif
Tanaman terong mulai berbuah pasca dilakukan penyiangan dan pendangiran secara intensif, (Doc. Wahid Priyono, S.Pd.)
Sembari melakukan penyiangan tanaman terong, petani dapat melakukan kegiatan pendangiran dan pembumbunan. Pendangiran ini bisa sifatnya opsional (jika dibutuhkan). Namun, saya biasanya melakukan penyiangan disertai dengan pendangiran sekaligus. Pendangiran yang sering saya lakukan pada lahan tanam terong yaitu dengan menggemburkan tanah di sekitar lokasi tempat tanaman terong tumbuh (kira-kira setinggi 5 cm tanah yang saya gemburkan). Penggemburan ini sangat penting agar aerasi tanah menjadi bagus, sehingga akar tanaman akan lebih mudah dalam penyerapan unsur hara, air, garam mineral di dalam tanah. Pembumbunan dilakukan dengan membuat gundukan tanah yang digemburkan tadi pada tiap-tiap tanaman dalam bentuk larikan memanjang. Pembumbunan juga sangat penting untuk memastikan bahwa tidak akan mudah terjadi erosi pada tanah ketika kadar air tinggi di musim penghujan. Pembumbunan tidak perlu menangkat tanah terlalu tinggi, cukup setinggi 3-5 cm saja dari permukaan lahan bedengan awal.