Keuntungan Serta Kerugian Mencangkok Tanaman Pertanian

Mencangok tanaman adalah salah satu cara untuk memperbanyak tanaman pertanian secara vegetatif (tidak k4win). Mencangok adalah hal yang paling sering dilakukan pembudidaya tanaman perkebunan. Contohnya di daerah Lampung Timur adalah tempat pembudidayaan berbagai macam jenis tanam sayur mayur, buah-buahan, obat-obatan, dan serta tanaman hias. Metode yang dilakukan pekebun di daerah tersebut yaitu dengan cara mengokulasi, mencangkok, dan memperbanyaknya menjadi suatu tanaman dengan berbagai macam genotif dan fenotif. Perkebunan di daerah Lampung Timur juga cukup prospek dan menjadi lahan bisnis bagi masyarakatnya.

pohon jambu biji hasil cangkokan, (Wahid Priyono, S.Pd.).

Proses mencangkok jambu biji sistem berderet lebih efisien dan mendapat banyak cangkokan, (Wahid Priyono, S.Pd.).


Contoh untuk cara mencangkok sudah pernah saya tuliskan pada artikel berikut ini: https://guruilmuan.blogspot.com/2015/12/cara-mencangkok-jambu-biji-dengan.html

Adapun beberapa keuntungan dan kerugian dari mencangkok tumbuhan adalah:

(1). Keuntungan Mencangkok:

  • Kualitas dan produksi buah akan sesuai dengan karakter induknya, maka sebaiknya saat mencangkok gunakan bibit indukan yang unggul dan memiliki buah segar dan manis;
  • Tingkat keberhasilannya tinggi karena akar hasil dari mencangkok tetap ada batang indukannya sebelum dipotong dan dipisah dari induk untuk ditanam di tempat yang berbeda;
  • Sifat genotif dan fenotif tanaman hasil cangkok akan sama dengan induknya;
  • Tanaman hasil cangkok akan jauh lebih cepat berbuah daripada tanaman hasil non-cangkok (terutama yang berasal dari biji);
  • Tanaman cangkok sangat bagus ditanam di lekat tanah yang dekat kolam ikan, daerah perkebunan atau halaman dan tanam rumah


(2). Kerugian Mencangkok:

  • Pada musim kemarau, tanah/media untuk mencangkok mungkin lebih gampang kering, sehingga harus rutin disiram supaya akarnya cepat tumbuh;
  • Tanaman hasil cangkok mudah roboh jika terkena angin kencang karena sifat akarnya yang tidak tunjang;
  • Pohon indukan tajuknya bisa rusak karena cabang yang dipotong;
  • Dalam satu batang indukan, hanya beberapa batang saja yang bisa dicangkok, jadi jumlah batang indukkan yang unggul dan kokoh jumahnya terbatas;
Itulah beberapa manfaat, keuntungan, dan kerugian atau kelemahan dari mencangkok tanaman. Semoga informasi sederhana di atas bisa berguna dan menambah wawasan kita bersama. Salam berkebun.

Cara Mengundang Bakteri dan Mikroorganisme Tanah

Bakteri dan mikroorganisme tanah terkadang sangat digunakan untuk bidang pertanian. Ragam dan jenis bakteri tentu saja menjadikannya khas dan bisa diambil peranannya. Dalam sektor pertanian, mengundang bakteri tanah adalah cara terbaik untuk meningkatkan kesuburan tanah. Agen bakteri seperti Rhizobium leguminosarum mampu menyuburkan tanah dan mengubah senyawa nitrat dan nitrit menjadi bagian yanag berguna bagi tanaman budidaya. Bacillus thurungiensis sering dimanfaatkan sebagai biopestisida alami. Cara mengundang bakteri Rhizobium leguminosarum yaitu dengan menanam jenis tanaman kacang-kacangan (leguminoceae), seperti kacang tanah, buncis, kedelai, kapri, kacang panjang, dan lain sebagainya.

Mikroorganisme tanah seperti cacing tanah dapat diundang dengan menggunakan pupuk dari kotoran ternak sebab sifatnya yang aman dan ramah lingkungan. Cacing tanah menyukai tanah yang sedikit asam dan banyak mengandung senyawa anorganik dari sisa-sisa kotoran hewan. Pada dedaunan yang ditumpuk pada salah satu media (tanah) tempat tanaman tumbuh, biasanya sering dijumpai kehidupan cacing tanah yang semakin pesat. Jauh berbeda ketika penggunaan pupuk kimia karena ini justru akan menjadikan tanah tercemar dan memiliki tekstur yang semakin padat sehingga lama kelamaan tanah menjadi tidak subur (tandus). Dan cacing maupun mikroorganisme tanah tidak suka dengan adanya tanah yang tercemar pestisida maupun pupuk anorganik (pupuk kimiawi).

Bintil akar tanaman kacang tanah mengandung bakteri Rhizobium leguminosarum. (Wahid Priyono, S.Pd.)

Dan itulah beberapa cara terbaik untuk mengundang mikroba dan bakteri tanah, sehingga bisa memberi kontribusi bagi konservasi tanah agar semakin baik. 

Jarak Ideal Menanam Jagung Menurut Pakar Pertanian Jagung yang Sudah Sukses

Jagung merupakan jenis makanan pokok di Indonesia yang sangat favorit ditanam oleh petani. Hampir di seluruh wilayah Indonesia sangat cocok ditanami jagung. Hal ini mungkin ada kaitannya dengan jenis tanah tropis yang mendukung pertumbuhan dan perkembangan pohon jagung.

Misalnya, di provinsi Lampung, penanaman jagung sering dilakukan, terutama menginjak waktu musim kemarau ke musim penghujan. Jika anda menuju kota Bandarlampung dari pelabuhan bakauheni, maka anda akan lebih sering melihat betapa indahnya tanaman jagung yang terbentang di sebelah kanan dan kiri jalan lintas utama Sumatera (JALINSUM). Tanaman jagung ditanam dengan berbagai tipe lahan, ada yang ditanam di lahan miring (terassering), lahan rata, dan juga lahan berbentuk larikan. Semuanya sangat memukau dan semakin percaya akan kebesaran Tuhan Yang Maha Esa.


Pohon jagung sudah mulai tumbuh dan  berkembang. (Wahid Priyono, S.Pd.)
Pohon jagung sudah mulai tumbuh dan  berkembang. (Wahid Priyono, S.Pd.)


Menurut petani jagung profesional yang sudah sukses di Lampung, maka untuk jarak ideal penanaman jagung adalah 75 cm x 25 cm. Dari jarak tanam ini, maka pemupukan dilakukan di antara satu tanaman dengan tanaman lainnya. Pertumbuhan jagung dengan jarak tanam tersebut sangat ideal dan memungkinkan akan mempercepat proses penyerapan nutrisi dengan cepat.

Pada akhirnya dengan menentukan jarak tanam yang tepat saat menanam jagung, maka akan diperoleh hasil tanam yang memuaskan. Termasuk buah/tongkol jagung yang memadai sehingga produktivitas panen meningkat. Selamat mencoba untuk jarak tanam yang saya sebutkan di atas. 

Cara Merawat Bibit Tanaman Agar Tidak Rusak, Sehat, Cepat Tumbuh dan Subur Pertumbuhannya

Benih apapun jenisnya apabila disemai pada media tanam yang tepat maka akan tumbuh menjadi bibit baru, asalkan proses penyemaian dilakukan secara benar. Menyemai bibit hingga bibit tumbuh sempurna adalah pekerjaan yang membutuhkan ketekunan tinggi. Sebab, jika penyemaian benih tidak disertai dengan model perawatan yang bagus tentu hasilnya kurang maksimal.

Penyemaian bibit tomat rampai dengan diberi gubuk-gubukan dari daun kelapa yang dianyam, (Foto oleh: Wahid Priyono, S.Pd.)
Penyemaian bibit tomat rampai dengan diberi gubuk-gubukan dari daun kelapa yang dianyam, (Foto oleh: Wahid Priyono, S.Pd.)


Selama proses penyemaian bibit, faktor perawatan bibit yang sudah tumbuh dapat dilakukan dengan beberapa teknik seperti:

  • Penyiraman benih hingga berkecambah. Hal ini penting dilakukan sebab, dalam proses perkecambahan biji air sangat dibutuhkan. Air ini juga sebagai pelarut dan pengisi bahan dasar sel pada tumbuhan. Jika kebutuhan air pada benih/bibit tercukupi dengan bagus, maka laju pertumbuhan dan perkembangan tanaman juga bagus. Untuk bibit yang masih di bawah umur 7hst, penyiraman bisa rutin sehari sebanyak 2x, yakni pada pagi dan sore hari;
  • Pemberian pupuk kompos/kandang selama proses pembenihan bisa dicampurkan melalui tanah sebagai media penyemaian. Jika penyemaian dilakukan di wadah polybag kecil-kecil, maka pupuk kompos tersebut dapat dicampurkan dengan tanah sebagai media semainya;
  • Bibit yang sudah mulai muncul daun 3 atau lebih sangat rawan diserang hama seperti ulat, maka penting dilakukan spray/penyemprotan dengan menggunakan insektisida yang sesuai dengan umur tanaman yang disemai. Jika ragu anda bisa berkonsultasi dengan organg yang ahli di bidang pembenihan;
  • Bisa membuat gubuk atau rumah-rumahan dari daun kelapa yang dianyam, atau dengan membuatkan rumahan dari plastik putih transparan (green house);
  • Jika khawatir bibit akan rusak, maka di sekeliling lokasi pembenihan diberi pembatas dengan jaring-jaring nilon agar terhindar dari bebek, ayam, sapi, kambing, mentok, dan hewan ternak lain yang merusak.
Mungkin itu sedikit cara merawat bibit tanaman agar tidak mudah rusak sehingga pertumbuhannya akan semakin bagus. Selamat mempraktekan.