Cara Menentukan Batang Cangkok yang Baik dan Benar

Memilih dan menentukkan batang tanaman sebelum dicangkok sangat penting dilakukan. Hal ini bertujuan untuk mengurangi kemungkinan-kemungkinan terjadi kegagalan cangkok akibat cara yang salah. Untuk menentukan batang cangkok yang baik dan benar, mari ikuti petunjuk berikut ini:

  • Upayakan batang cangkok berasal dari tanaman induk yang produktif dan unggul, artinya setiap musim bisa menghasilkan buah sangat lebat, serta tanamannya subur tidak rentan terkena hama dan penyakit;
  • Upayakan batang tanaman yang akan dicangkok sudah di atas umur 3 tahun dan rajin berbuah;
  • Batang tanamannya ideal tidak ada yang cacat atau bekas goresan;
  • Batang tanaman dipilih berdasarkan kriteria yang baik dan memiliki banyak cabang di atas bagian yang hendak dicangkok.
Tanaman jeruk berbuah lebat dari hasil cangkok batang
Tanaman jeruk berbuah lebat dari hasil cangkok batang (Doc. Wahid Priyono, S.Pd.)

Itulah 4 kriteria batang tanaman yang hendak dicangkok, semoga dengan referensi singkat di atas dapat membantu para bapak/ibu dan remaja tani di Indonesia pada umumnya. Silakan baca juga: Sayuran yang Cocok Ditanam Saat Musim Panas.

Sayuran yang Cocok Ditanam Saat Musim Panas

Menanam sayuran di musim panas (kemarau/kering) memang menjadi tantangan tersendiri bagi para petani dan pekebun di Indonesia. Selain karena minimnya air, juga bisa menyebabkan tanaman mudh mati dan layu jika penanganan tidak tepat. Penyiraman juga membutuhkan kerutinan jangan sampai tanaman benar-benar dehidrasi, karena bisa berakibat fatal yakni tanaman mati.

Walaupun begitu, menanam tanaman pada waktu musim panas juga tidak ada salahnya dicoba. Namun, rekan-rekan petani harus tahu jenis tanaman apa saja yang tahan panas. Berikut ulasannya:

1. Buncis
Petani buncis di Binh Thuan, Vietnam, memilih musim kering sebagai waktu yang tepat untuk menanam benih, karena kondisi tanah yang tak terlalu lembap. Ada dua tipe buncis, yaitu yang ditanam merambat serta dibiarkan tegak.
Yang merambat jelas memberikan hasil yang lebih banyak namun membutuhkan penyangga minimal dua meter. Asalkan Anda rutin menyiram buncis dua kali sehari untuk mencegah tanahnya menjadi sangat kering, Anda akan memiliki tanaman yang sehat.
2. Kacang merah
Kacang merah dapat ditanam di media apa pun, termasuk pekarangan rumah. Sebelum mulai menanamnya, pastikan tanah dalam kondisi yang gembur, misalnya dengan menambahkan pupuk kandang.
Lalu, setelah berusia sebulan, periksa setiap minggu untuk mencegah dihinggapi hama dan jamur. Kacang merah dapat Anda panen setelah berusia 2-3 bulan.
3. Bawang merah
Rekan-rekan petani dapat menanam bawang dalam polybag atau pot dan paling tepat ditanam saat musim panas tiba. Gunakan pupuk kompos atau pupuk kandang untuk membuat tanah tempat menanam menjadi lebih subur dan kaya mineral.
Hingga berusia 10 hari, bawang harus disiram setiap pagi dan sore, setelahnya hanya membutuhkan satu kali penyiraman. Cocok banget, kan, untuk Anda yang sibuk dan mengaku tak punya waktu untuk berkebun.

Tanaman Bawang Merah
Tanaman Bawang Merah (Foto dokumentasi oleh: Wahid Priyono,S.Pd).

4. Selada
Sayuran yang enak dibuat lalap dan salad ini tak selalu membutuhkan cuaca dingin sebagai lokasi tempat tumbuhnya. Selada justru membutuhkan sinar matahari hangat namun bukan tanah yang dibiarkan terlalu kering. Anda dapat menanamnya di polybag kecil saat menyemai benih.
Begitu pertumbuhannya mencapai 4-5 helai daun, Anda harus segera memindahnya ke polybag yang lebih besar agar pertumbuhannya tak terhambat.

6 Kriteria Tanaman Induk yang Baik Untuk Dicangkok

Mencangkok merupakan bagian dari cara perkembangbiakan tumbuhan secara buatan. Kegiatan mencangkok di Indonesia memang sangat familiar, sebab dengan mencangkok maka tanaman yang diperoleh akan cepat berbuah. Umumnya jenis tanaman yang bisa dicangkok meliputi tanaman dikotil, yakni mangga, jeruk, sawo, alpukat, rambutan, jambu, nangka, durian, dan lain sebagainya.

Kegiatan mencangok jambu biji berkualitas
Kegiatan mencangok jambu biji berkualitas, (photo by: Wahid Priyono, S.Pd.).

Untuk mencangkok tanaman tidak boleh sembarangan dilakukan, karena akan berpengaruh terhadap hasilnya nanti. Termasuk pemilihan tanaman induk (parental) juga harus benar. Berikut ini kriteria tanaman induk yang baik untuk dicangkok:

  • Batang tanamannya besar, kokoh, dan tegak atau tidak mudah patah;
  • Umur minimal batang indukan adalah 3 tahun dan seterusnya;
  • Tanaman induk tidak boleh terserang hama, penyakit, atau serangan patogen parasit lainnya;
  • Tanaman induk harus berasal dari tanaman yang unggul, cepat berbuah, dan terbukti pernah menghasilkan buah yang sangat lebat;
  • Tanaman induk harus berasal dari murni tanaman induk sebelumnya yang berkualitas secara genetis;
  • Tanaman induk bukan berasal dari sambung batang, atau okulasi. 
Mengatahui kriteria/ciri-ciri tanaman induk yang baik dan benar untuk dicangkok sangatlah penting, agar mendapatkan hasil cangkok yang berkualitas. Semoga bermanfaat.

Mikroorganisme Tanah dan Perannya Bagi Tanaman Pertanian


Mikroorganisme tanah adalah sekelompok jasad renik bisa berupa bakteri tanah, jamur/kapang, actynomyces, maupun protozoa. Mikroorganisme tanah ini sangat penting sekali sebagai penunjang kesuburan tanah, membantu proses pembusukan senyawa organik di dalam tanah, menjaga tingkat keasaman (pH tanah), suhu tanah, serta menahan tanah dari pencucian hara secara berlebih dari intensitas curah hujan yang sangat tinggi.

Bagi tanaman, peran/fungsi dari mikroorganisme tanah ini sangatlah penting mengingat banyak sekali siklus biogeokimia di dalam yang melibatkan mikroba terutama bakteri. Sebagai contohnya, dalam daur/siklus nitrogen di alam membutuhkan bantuan simbiosis dari bakteri Rhizobium leguminosarum yang akan memfiksasi N2 (nitrogen bebas) di udara dan kemudian mengonversinya menjadi senyawa nitrat dan nitrit yang dibutuhkan bagi tanaman budidaya. 

Tanah subur karena banyak unsur hara dan mikroorganisme tanah
Tanah subur karena banyak unsur hara dan mikroorganisme tanah, (Dokumentasi: Wahid Priyono,S.Pd.)

Tanaman dari suku kacang-kacangan (leguminoceae) adalah jenis tanaman yang berperan penting dalam kelangsungan daur nitrogen di dalam. Contoh lainnya adalah daur fosfor di alam, juga melibatkan bakteri pengurai fosfat organik menjadi fosfat anorganik. Yang mana fosfat anorganik ini akan dibutuhkan kembali oleh tanaman untuk berbagai macam aktivitas fisiologisnya, termasuk untuk pertumbuhan dan perkembangan, reproduktif, pembentukan enzim dan hormon, serta untuk proses metabolisme.

Dari golongan protozoa dan jamur juga banyak memberi peran berharga bagi tanaman atau bertindak sebagai dekomposer. Jamur/kapang maupun protozoa bisa membantu dalam menguraikan senyawa kimia organik menjadi senyawa kimia anorganik sehingga mudah untuk diserap oleh akar tanaman.
Sehingga, mikroorganisme tanah memberi regulasi penting di alam, serta menjaga keadaan di dalam tanah dan di lingkungan atmosfer (alam) tetap terjaga dengan baik. Itulah mengapa, penting sekali penggunaan pupuk organik dan kompos untuk menunjang pertanian agar keberadaan mikroorganisme tanah pertumbuhannya semakin pesat. Sebaliknya, penggunaan pupuk kimia sintesis buatan pabrik yang diaplikasikan pada lahan pertanian justru akan menurunkan kualitas tanah, serta menurunkan jumlah mikroorganisme tanah. Bijaklah dalam penggunaan pupuk yang diterapkan pada lahan pertanian.