Natural Fertilizer in Agriculture

Natural nutrient source can be found in animal waste, plants, husks, and other agro-industry waste.
Soil with rich natural ingredients can bond with water better than usual. Natural fertilizer is a good repairer of soil structure. Natural fertilizer is low in N, P, and K, but rich in micronutrients. Natural fertilizer is good in preventing erosion, crusting and cracking. It’s also good in repairing internal drainage system.
Nitrogen, Calcium, and other nutrients are released from natural fertilizer slowly through mineralization process. This ensures continuous and long term fertile soil. The application of natural fertilizer is more or less the same as chemical fertilizer.
Natural Fertilizer in Agriculture
Natural Fertilizer in Agriculture (Strawberry), Photo Contributor by: Muslehudien.
General characteristics that natural fertilizer has are as follows:
  • Low nutrient level: Generally, nutrient level in natural fertilizer is quite low. It varies from one ingredient to another but still generally low.
  • Slow nutrient supply: Nutrients in natural fertilizer needs microbe activities in soil to work thus supplying nutrients from natural fertilizer is not fast and plentiful enough for your crops.
Roughly, the benefit of using natural fertilizer is in how it reacts with soil’s physical characteristics. From the surface value, you can see that the soil will turn colors from bright to dark. Natural fertilizer causes soil to be loose and fertile and most suitable for plant roots to grow. Natural fertilizer also helps sandy soil to bond within particles and with water more easily.
Ideally, natural fertilizer is mixed with chemical fertilizer for maximum benefit. This fertilizer mixture affects soil’s chemical characteristics, elevating cation exchange capacity and nutrient level.

Recommended Row Spacing Distance for ‘Rawit’ Chili Peppers

Row spacing distance for your rawit chili pepper farming should be determined before planting. You have to make sure your tools and materials are ready. Most farmers in Indonesia use 1.2 m seedbeds with row spacing distance 80 cm or about 15-20 cm from the sides of the seedbeds and 50 cm between rows.
Make sure your row spacing distance suits your needs. If you want to do intercropping, then you have to widen your seedbeds. Agrofarming recommends row spacing distance 70-100 cm with 25 cm from seedbed sides.
Recommended Row Spacing Distance for ‘Rawit’ Chili Peppers
Recommended Row Spacing Distance for ‘Rawit’ Chili Peppers, photo by: www.tipspetani.com
Row spacing distance needs to be carefully determined because if the distance is not enough, your chili pepper plants will not get enough sunlight because they’re too close to one another or if the distance is too big, it would be a waste of land.

Another choice of row spacing distance is width 1.25 m with 0.5 m distance between rows and 0.8 m distance within rows. Some other farmers use the 1.5 m row spacing distance between rows with 1.0 m distance within rows. 

Cara Mengurangi Batang Cabe yang Tidak Produktif dengan Perempelan

Banyak sekali para petani cabe terutama petani cabe pemula yang belum mengetahui bahwa ada dampak negatif jika tanaman cabe terlalu rimbun dengan daun dan batang-batang cabe yang tidak penting yang ternyata hanya memboroskan nutrisi yang seharusnya diserap oleh organ bunga dan buah untuk tumbuh dan berkembang. Cabang-cabang/batang dan tunas liar pada cabe memang sebaiknya dibuang saja, karena dapat mengambil banyak unsur hara pada tanaman, dan memang terkadang tunas liar ini tidak memberikan keuntungan apa-apa, sebaliknya justru tanaman cabe mengalami kekurangan/kekahatan (defisiensi unsur hara tertentu).

Adapun cara yang paling efektif dan terbukti ampuh untuk mengurangi batang cabe yang tidak produktif yaitu dengan "perempelan". Perempelan pada tanaman cabe merupakan kegiatan membuang/mengurangi batang, daun, tunas-tunas liar, serta bantang dan percabangan pada pohon cabe yang tidak produktif, sebab jika tidak dibuang maka akan mengambil lebih dari 30% unsur hara penting yang seharusnya ditransfer/dialirkan ke organ tanaman lain seperti pada bagian organ bunga yang merupakan sumber untuk mendapatkan buah cabe secara utuh. Baca juga: Pengaruh Positif Tanaman Cabe yang Dirempel.

Rekan Komunitas Petani Cabe Indonesia (KPCI) Melakukan Perempelan Pada Tanaman Cabe
Rekan Komunitas Petani Cabe Indonesia (KPCI) Melakukan Perempelan Pada Tanaman Cabe, photo kontributor: KPCI.


Sebagian petani di Indonesia sudah menerapkan sistem "perempelan pada tanaman cabe", dan dari hasil eksperimen yang pernah saya dkk lakukan memang memberikan dampak positif bagi pertumbuhan dan perkembangan tanaman cabe.

Berdasarkan hasil pengamatan saya, bahwa tanaman cabai yang dilakukan perempelan maka akan tumbuh subur, perakarannya semakin kuat, munculnya bunga-bunga cabe produktif dalam jumlah melimpah dan tentu saja hal ini akan memperbanyak juga buah cabe yang tumbuh. Selain itu, hasil panen cabe semakin melimpah dengan melakukan perempelan pada tanaman cabe.

Tanaman Cabe yang Dirempel Mengalami Tumbuh Subur, Sehat dan Daunnya Hijau Segar
Tanaman Cabe yang Dirempel Mengalami Tumbuh Subur, Sehat dan Daunnya Hijau Segar. Photo KPCI.


Mungkin anda yang baru saja mendengar istilah "perempelan pada tanaman cabe" akan terheran-heran, apa benar teknik perempelan ini telah dilakukan oleh petani cabe di Indonesia?. Maka dari itu, anda wajib membaca ulasan artikel tentang: Cara Merempel Tanaman Cabe Agar Cepat Berbuah Lebat.

Semoga informasi sederhana di atas dapat berguna dan menambah wawasan anda. Terimakasih sudah menyimak artikel di atas, dan salam berkebun cabe, sukses selalu !