Kini Bayar Zakat Online Hasil Pertanian Semakin Mudah Dilakukan Oleh Petani Berkat Aplikasi M-Syariah

Zakat bagi seorang petani itu penting sekali dilakukan tidak hanya waktu menjelang hari raya idul fitri. Namun, di hari-hari seperti biasanya, zakat fitrah adalah hal yang penting bagi petani. Istilahnya melakukan zakat profesi atau zakat dari hasil panen pertanian.

Bagi seorang petani dengan tanah luas dan hasil perkebunan yang memadai, maka dianjurkan untuk melakukan zakat profesi dengan persentase yakni 2,5% dari keseluruhan hasil panen.

Sebenarnya tidak banyak sekali 2,5% dari hasil pertanian kita zakatkan, mengingat dengan melakukan zakat ini maka keberkahan hidup dan juga rezeki mudah-mudahan akan semakin bertambah. Sehingga hidup juga insya Allah akan semakin bahagia.

Dokumentasi pribadi.

Sebagai informasi bahwa untuk zakat hasil pertanian ini bisa dalam bentuk uang hasil pertanian, namun yang paling bagus bisa berupa beras, buah-buahan, sayur mayur, bahan makanan pokok lainnya. Intinya benar-benar dari hasil panen sendiri.

Nah, untuk melakukan zakat hasil pertanian sekarang ini tidaklah sulit, mengingat zaman sekarang sudah canggih. Kita bisa memanfaatkan layanan perbankan secara online, seperti aplikasi M-Syariah dari Bank Mega Syariah yang mudah-mudahan bisa menjadikan perantara untuk kemudahan berzakat.

Lalu sebenarnya apa sih aplikasi M-Syariah itu? yuk mari kita simak pada pembahasan selengkapnya di bawah ini.

Mengenal Lebih Dekat Aplikasi M-Syariah



M-Syariah merupakan aplikasi mobile banking Bank Mega Syariah yang memberikan berbagai kemudahan untuk mengelola transaksi perbankan kepada semua lapisan masyarakat di Indonesia. Salah satunya adalah membuka fitur rekening online tanpa perlu datang ke kantor cabang.

Cara Registrasi Aplikasi M-Syariah

Tiga kemudahan yang bisa kita lakukan untuk mendaftar/registrasi di M-Syariah melalui perangkat seluler (handphone) yang kita miliki.

  • Mendownload aplikasi M-Syariah di Google Play Store bagi pengguna android, serta download di App Store bagi pengguna iPhone atau produk-produk Apple;
  • Melakukan registrasi, melengkapi data-data diri, dan lakukan verifikasi identitas diri;
  • Pada tahapan ini maka sudah selesai. Maka selanjutnya kita bisa dengan mudah menikmati fitur-fitur di M-Syariah. Dan kini sudah bisa mulai menabung dan melakukan Zakat Online.

Fitur-Fitur Online M-Syariah

Cukup beragam sekali fitur-fitur di aplikasi M-Syariah yang bisa kita coba, termasuk Zakat Online pastinya.
  • Pembukaan tabungan rekening online secara cepat dan praktis;
  • Cara registrasi yang mudah dilakukan, dengan mengisi data diri, mengambil foto pada Kartu Tanda Penduduk (KTP), serta melakukan swafoto (selfie) melalui aplikasi M-Syariah yang sudah terinstal di handphone kita;
  • Pengiriman kartu ATM secara langsung diantar ke alamat tujuan kita;
  • Pemindahan buku dan transfer antar bank secara online tanpa ribet pastinya, ini yang saya suka;
  • Dengan menggunakan BI Fast, sekarang untuk transfer ke antar bank maka akan dikenakan biaya admin yang murah;
  • Fitur pembelian serta pembayaran yang dilakukan secara online;
  • Tersedia fitur top up e-wallet (OVO, DANA, dan GoPay);
  • Fitur donasi (wakaf, zakat, infaq, donasi, shodaqoh, qurban);
  • Fitur berkah islami untuk petunjuk kiblat salat, informasi masjid terdekat, artikel islami sebagai pendukung dalam melakukan ibadah kita sehari-hari.

Keuntungan/Manfaat Membuka Tabungan dan Zakat Online di M-Syariah

Dengan kita menabung dan melakukan zakat online hasil pertanian di M-Syariah, maka kita akan memperoleh banyak keuntungan/manfaat, diantaranya:
  • Cara registrasi yang mudah. Hanya melalui 3 langkah/step, sangat mudah dilakukan hanya dari handphone !
  • Menabung secara rutin setiap hari bisa dilakukan dengan mudah tidak perlu video call atau tanpa datang ke bank langsung;
  • Terhindar dari riba karena sudah berbasis tabungan syariah yang sudah terpercaya;
  • Bebas biaya administrasi bulan;
  • Praktis, aman, dan nyaman dalam kegiatan transaksi maupun kegiatan menabung dan Zakat Online;
  • Fitur M-Syariah yang begitu lengkap tentu cocok untuk kegiatan menabung, transaksi pembelian dan pembayaran secara digital;
  • Terdapat fitur berkah islami berisi beragam informasi seputar arah kiblat saat hendak salat, informasi masjid terdekat, dan masih banyak yang lainnya;
  • Yang paling terasa manfaatnya yaitu kita bisa melakukan transaksi sambil beramal. Kita bisa melakukan kegiatan ibadah melalui kegiatan donasi dan beramal seperti shodaqoh, infaq, zakat online, wakaf, hingga donasi kepada sesama yang membutuhkan.

Bayar Zakat Online Hasil Pertanian Sekarang Semakin Mudah Berkat Aplikasi M-Syariah


Nah, sekarang ini untuk melakukan Zakat Online hasil pertanian sudah tidak sulit lagi, karena para petani bisa melakukannya langsung dari aplikasi M-Syariah. Prosesnya mudah, cepat, dan aman tentunya menjadi dambaan semua petani.

Dengan beragam fitur serta manfaat yang akan diperoleh oleh petani di Indonesia, maka ayo mulai sekarang kita bisa tunaikan Zakat Online melalui aplikasi M-Syariah.

Mudah-mudahan dengan melakukan zakat hasil pertanian ini maka rezeki kita akan semakin berkah, harta benda yang berbau syubhat akan semakin sehat dan yang paling terpenting adalah menjadikan kita umat muslim yang senantiasa patuh kepada Allah SWT yang berefek positif ke depannya terhadap ketenangan hati dan jiwa kita. Aamiin.




Cara Penyiangan dan Pendangiran Pada Tanaman Tomat

Dalam dunia pertanian, kita mengenal istilah penyiangan dan pendangiran. Penyiangan adalah proses membersihkan lahan tanam supaya terbebas dari gulma (rumput liar).

Tanaman tomat 

Sembari melakukan penyiangan, kita juga melakukan kegiatan pendangiran. Pendangiran yang dilakukan petani/pekebun bertujuan untuk menggemburkan lahan tanam, supaya air, garam-garam mineral, dan unsur hara.

Semua petani pasti tahu akan hal ini sehingga diharapkan dapat meningkat hasil panen. 

Faktor Eksternal dan Internal, Serta Proses Perkecambahan Biji Pada Tumbuhan

 

Proses perkecambahan biji sangat dipengaruhi oleh faktor penting, misalnya: total kandungan air, oksigen, suhu, hormon, serta cahaya. 

Dalam proses perkecambahan biji, air sangat diperlukan dalam proses perkecambahan biji untuk mengaktifkan beberapa enzim-enzim penting seperti alfa amilase, protease, lipase, dan lain sebagainya. 

Enzim lipase berfungsi mengubah lemak menjadi asam lemak dan gliserol. Protease akan mengubah protein menjadi asam-asam amino struktural dan asam amino fungsional. Alfa amilase merupakan enzim yang mampu memecah komponen amilum/zat tepung menjadi maltosa. Semua enzim-enzim ini akan membantu dalam proses perkecambahan biji. Sebab, enzim merupakan faktor internal dalam perkecambahan biji pada tanaman/tumbuhan.

Perkecambahan biji menghasilkan tanaman bibit.

Oksigen diperlukan untuk proses oksidasi makanan di dalam sel untuk memperoleh energi (ATP) yang akan digunakan untuk seluruh kegiatan sel, termasuk menunjang dalam kegiatan pertumbuhan dan perkembangan pada tanaman.

Ketika perkecambahan biji terjadi, juga diperlukan suhu optimum untuk aktivitas enzim. Enzim tidak dapat bekerja secara baik pada suhu minimum dan maksimum (suhu terlalu tinggi, karena enzim akan mengalami denaturasi/rusak), sehingga setiap enzim memiliki fungsi/kerja yang spesifik dan ada batasan-batasan suhu optimumnya.

Perkecambahan biji juga memerlukan faktor internal berupa  hormon pertumbuhan  (fitohormon) yakni hormon auksin dan giberelin.

Hormon auksin dapat mudah rusak jika terkena cahaya (intensitas cahaya terlalu tinggi). Sehingga proses perkecambahan biji akan jauh lebih cepat jika berada pada tempat yang tidak terdapat cahaya (tidak ternaung), sebab pada kondisi inilah aktivitas hormon auksin meningkat, sehingga tumbuhan sering kali mengalami gejala etiolasi, yaitu dengan gejala dimana tanaman mengalami pertumbuhan yang begitu cepat dengan ciri: akarnya panjang, batang tinggi-tinggi, daun nampak pucat akibat kekurangan cahaya. Sebaliknya, apabila biji berkecambah yang diletakkan di daerah terang (terkena cahaya), maka pertumbuhannya akan jauh lebih ideal, sebab cahaya dapat menghambat pertumbuhan.

Efek Positif Tanaman yang Dilakukan Penyiangan dan Pendangiran

Melakukan kegiatan penyiangan dan pendangiran memang sangat penting bagi petani guna memperoleh hasil panen yang luar biasa dahsyat. Banyak petani yang terkadang tidak memperhatikan hal ini dan berujung pada ketidaksuksesan dalam membudidaya tanaman, atau dengan kata lain prduktivitas hasil panen tidak optimal.

Kegiatan penyiangan merupakan kegiatan pengoretan atau pembersihan lahan tanam (bedengan) dari pertumbuhan gulma/rumput liar yang mengganggu tanaman. Sementara itu, untuk kegiatan pendangiran adalah suatu kegiatan dengan cara menggemburkan lahan tanam dan biasanya dilakukan bersamaan dengan aktivitas penyiangan.

tanaman mentimun banyak gulmanya sehingga mengganggu hasil panen.

Ada beberapa efek positif yang akan dirasakan oleh petani apabila tanaman budidayanya dilakukan penyiangan secara intensif yakni sebagai berikut:

  • Tanaman semakin bagus pertumbuhan dan perkembangannya;
  • Aerasi tanah semakin bagus sehingga mempermudah penyerapan unsur hara, air, oksigen oleh akar tanaman;
  • Tanaman semakin mampu menunjukkan progress terbaik dari produktivitas hasil panennya;
  • Tanah semakin gembur;
  • Tanaman terbebas dari hama dan penyakit;
  • Tanaman semakin sehat dan kuat, serta menghasilkan buah yang banyak;
  • Lahan tanam semakin bersih karena pendangiran dan penyiangan.
Itulah beberapa manfaat/fungsi dan sekaligus sisi positif jika tanaman pertanian dilakukan tindakan pendangiran dan penyiangan. Terimakasih sudah menyimak, semoga bermanfaat.


Mengapa Penyiangan dan Pendangiran Itu Penting Dilakukan Oleh Petani?

Dalam bercocok tanam, para petani pastinya menginginkan tanamannya tumbuh subur dan lebat buahnya. Termasuk bunga-bunganya juga bermunculan banyak agar bakal buah juga semakin banyak. Terkadang petani juga sangat menginginkan tanamannya mempunyai porsi bentuk batang yang ideal. Akar yang lebat juga memperlihatkan bagaimana tanaman itu tumbuh dan berkembang secara optimal.

Para petani yang sudah terbiasa bekerja di sawah dengan aneka ragam jenis tanaman yang dibudidaya, maka tidak heran jika siapapun petaninya pasti ingin melakukan yanag terbaik untuk tanamannya. Salah satu caranya yaitu dengan melakukan kegiatan penyiangan dan pendangiran.

Penyiangan merupakan kegiatan yang dilakukan oleh petani untuk membersihkan lahan bedengan supaya terbebas dari gulma (rumput liar). Rumput-rumput liar ini sebagai agen dimana bakteri, serta serangga parasit dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Jika tidak dilakukan penyiangan maka biasanya tanaman akan tumbuh kurus-kurus dan kurang baik.

bibit tanaman mentimun berbuah lebat diawal tanam dilakukan penyiangan

Sementara itu, untuk pendangiran dilakukan dengan cara menggemburkan lahan tanam supaya lebih mudah dalam aerasi tanahnya. Sehingga penyerapan air, oksigen dan unsur hara akan berjalan lebih lancar. 

Jika petani sudah melakukan seluruh kegiatan tersebut, maka sudah pastilah semua jenis tanaman yang dibudidaya akan berpeluang memperoleh hasil panen yang lebih optimal. Semoga bermanfaat dan jangan lupa baca juga: Pendangiran, Penyiangan dan Pembumbunan.

Mengapa Penyiangan Gulma Penting Bagi Tanaman Pertanian yang Dibudidaya?

Gulma merupakan rumput-rumput liar yang terkadang tumbuh secara pesat di sekitar lahan tanam, sehingga kehadirannya sangat membahayakan bagi tanaman pokok yang ditanam. Sehingga gulma perlu disingkirkan dari lahan tanam dengan cara dilakukan penyiangan. 

Penyiangan merupakan kegiatan memberantas atau menghilangkan gulma dari lahan tanam. Tujuan penyiangan adalah agar lahan tanam terbebas dari gulma. Sebab, adanya gulma maka akan memungkinan terjadinya perebutan sumber nutrisi/unsur hara antara gulma dan tanaman pokok. Jika ini dibiarkan, maka peluang tanaman pokok akan mengalami defisiensi/kekurangan unsur hara tertentu. Bahkan cadangan air dan unsur hara di dalam tanah yang seharusnya dimanfaatkan oleh tanaman utama harus diambil oleh gulma. Maka, hal ini tidak bisa dibiarkan begitu saja.

lahan tanam mentimun ditumbuhi gulma
lahan tanam mentimun ditumbuhi gulma


Petani umumnya melakukan penyiangan dengan cara mencabut gulma, atau mengoretnya menggunakan cangkul kecil/pencong. Gulma yang sudah dibersihkan kemudian dikumpulkan pada suatu tempat tertentu kemudian gulma dibakar. Tujuan pembakaran gulma adalah agar spora/biji-bijinya dapat lenyap ikut terbakar sehingga tidak berkecambah kembali. Semoga bermanfaat. Silakan baca juga: Cara Menanggulangi Gulma Liar Pada Tanaman Budidaya.

Fungsi dan Tujuan Penyiangan dan Pendangiran Dalam Budidaya Tanaman Pertanian

Penyiangan dan pendangiran merupakan dua kegiatan penting di bidang pertanian, khususnya ketika tanaman sudah dewasa dan meulai menghasilkan buah.

Para petani di Indonesia tentu saja tidak asing dengan kedua istilah di atas, sebab memang ini sering dilakukan oleh mereka terhadap tanaman di lahan mereka.

Penyiangan merupakan kegiatan yang dilakukan oleh petani untuk melakukan pembersihan gulma (rumput liar) pada lahan tanam (bedengan). Biasanya jenis gulma yang dibersihkan yaitu gulma dengan tipe daun lebar dan gulma berdaun sempit. Tujuan dari kegiatan penyiangan ini yakni agar tanaman budidaya terbebas dari gulma yang akan mengambil unsur hara tanah serta air dalam jumlah banyak, sehingga tanaman utama yang ditanam akan kekurangan hara yang menyebabkan pertumbuhan dan perkembangan tanaman menjadi lambat. Adapun untuk alat yang dipakai untuk penyiangan biasanya yaitu pencong, cangkul kecil, dan lain sebagainya.

Lahan tanam mentimun bongkor banyak rumput liar (gulma) sehingga perlu dilakukan penyiangan.

Sembari melakukan penyiangan, maka sebaiknya petani bisa sekaligus melakukan pendangiran pada lahan tanamnya. Pendangiran merupakan kegiatan yang dilakukan oleh petani untuk menggemburkan tanah di area sekitar tanaman tumbuh. Tujuan dari kegiatan pendangiran ini yaitu agar memudahkan penyerapan air dan unsur hara dari dalam tanah ke bagian akar tanaman. Dengan begitu, maka laju pertumbuhan dan perkembangan pada tanaman budidaya akan semakin baik. Adapun alat-alat untuk melakukan pendangiran yaitu cangkul kecil, atau alat pendangiran khusus yang banyak dijual di toko pertanian.

Tentunya, tidak boleh lalai bagi petani untuk tidak melakukan kegiatan pendangiran dan penyiangan pada tanaman. Karena produktivitas hasil panen yang baik tentu saja diikuti dengan perawatan tanaman yang baik pula. Semoga informasi sederhana ini berguna untuk rekan-rekan petani setanah air. Selamat bercocok tanam, sukses selalu !

Manfaat/Peranan dan Fungsi Pupuk Kompos dari Jerami Padi Untuk Tanaman Pertanian

Pupuk kompos merupakan jenis pupuk organik yang dibuat dengan cara menguraikan sisa-sisa tanaman dan hewan dengan bantuan organisme hidup. Pupuk kompos ini bagus untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangan pada tanaman budidaya. Dan untuk membuatnya diperlukan bahan baku berupa material organik dan organisme pengurai. 

Jenis pupuk kompos banyak macamnya, ada pupuk kompos aerob, pupuk bokashi, vermikompos, pupuk organik cair, dan lain sebagainya.

pupuk dari kerami padi yang sudah matang siap diberikan pada tanaman.



Banyak juga ditemukan pupuk kompos yang berbahan serat tanaman misalnya dari jerami padi. Pupuk kompos dari jerami padi ini ternyata sangat bermanfaat pada tanaman seperti:

  • mempercepat pertumbuhan dan perkembangan tanaman;
  • mempercepat perkecambahan biji pada tanaman; sehingga bagus dijadikan media semai;
  • mencukupi kebutuhan harian tanaman agar tumbuh optimal;
  • membuat tumbuhan menjadi lebih sehat dan subur;
  • membuat porsi tumbuhan tumbuh lebih cepat;
  • merangsang perbaikan jaringan yang rusak pada tanaman;
  • memicu pertumbuhan tunas pada jaringan meristem di bagian ujung akar dan ujung batang;
  • mempercepat pembelahan sel sehingga jumlah daun, batang, bunga, dan buah bisa semakin banyak.
Itulah beberapa manfaat pupuk kompos dari serat jerami padi, semoga memberikan manfaat bagi rekan-rekan petani yang membaca artikel ini. Terima kasih.

Cara Budidaya JAHE di Wadah Polybag dengan Mudah, Simpel dan Hasil Menguntungkan

Saya paling suka membuat minuman dari jahe. Kadang-kadang saya juga buat bubur kacang hijau dengan menambahkan jahe di dalamnya. Alasan inilah yang membuat saya membudidaya jahe karena jika sewaktu-waktu saya butuh maka tinggal ambil saja karena sudah ditanam banyak di pekarangan rumah.

Saya membudidaya jahe sudah lama sejak masih duduk di bangku SMA. Selain tanaman jahe, juga banyak jenis tanaman apotek hidup yang saya tanam. Ya tujuan tadi, jika sewaktu-waktu saya butuh jadi tidak perlu repot harus beli dulu di warung atau pasar. Kapan butuhnya langsung ambil saja. 
Misalnya ketika saja sedang tidak enak badan atau habis pulang kerja kehujanan, saya bisa membuat wedang jahe untuk menghangatkan tubuh. Selain itu, ini menghemat biaya belanja jika kita mau telaten menanam tanaman buah, tanaman sayuran maupun apotek hidup di sekitar rumah.

Untuk budidaya tanaman jahe saya lebih suka melakukannya di karung atau di wadah polybag. Ini saya lakukan karena saat membudidaya jahe di wadah karung bekas atau polybag maka pertumbuhan tunasnya akan semakin cepat. Apalagi menambahkan pupuk kandang dan penyiraman rutin maka rimpangnya akan semakin cepat banyak.

Cara budidaya/menanam jahe cukup simpel dan gampang dipraktekan. Caranya masukkan tanah yang sudah dicampur pupuk kotoran ayam dengan perbandingan 80% tanah, 20% pupuk kandang. Setelah itu, masukkan kedua media tanam yang sudah dicampur tersebut ke dalam wadah polybag/karung ukuran kecil, barulah diamkan dulu selama satu minggu agar racun di dalam tanah hilang.

Setelah pendiaman media satu minggu, baru setelah itu bisa menanam jahe yang rimpangnya sudah memiliki mata tunas. Tapi kalau saya biasanya mengambil mata tunas dari tanaman lain untuk bibit. Mata tunas ditimbun pada media tanam kurang lebih sedalam 3-4 cm. Setelah itu, lakukan penyiraman rutin setiap hari untuk memastikan bahwa tanahnya tetap lembab. Tanah yang lembab dan cukup air justru disukai tanaman jahe, dan membuat tunas cepat tumbuh karena ketercukupan airnya memadai. Jika kondisi media tanam kering, biasanya pertumbuhan tunas akan lambat, sehingga tanaman semakin lama beranak pinak.

tanaman jahe di wadah polybag yang saya tanam


Selain penyiraman, lakukan juga penyiangan di sekitar media tanam jika memang ada gulma/rumput liar yang tumbuh. Penyiangan saya lakukan biasanya setiap 2 minggu sekali, atau bisa dipantau per pekannya. Untuk masalah hama dan penyakit jujur saya jarang menemuinya. Mungkin analisis saya daun jahe dan rimpangnya ini tidak disukai hama dan penyakit.

Nah, jika kemudian bibit jahe yang ditanam sudah dewasa dan menghasilkan banyak mata tunas baru, maka bisa diambil beberapa bagian untuk bibit yang kemudian dipindahkan pada media polybag/karung lainnya. Saya sendiri bisa memiliki lebih dari 50 wadah polybag yang berisi tanaman jahe. Dan mungkin sekarang bisa ratusan bibit karena setiap kali ada mata tunas saya pindahkan. Dengan begitu, maka kita bisa memanfaatkan lahan pekarangan rumah yang sempit untuk menanam tanaman apotek hidup yang bermanfaat bagi kesehatan.

Tanaman jaheku mulai bertunas



Jadi bagi teman-teman yang tinggal di area perkotaan masih berpeluang besar untuk menanam jahe di pekarangan rumah. Ini kegiatan simpel kok, jadi tidak perlu membuat lahan bedengan untuk menanam jahe. Selain itu, dengan menanam jahe, juga kita turut membuat lingkungan sekitar tetap asri dan hijau. Ayo produktif dengan menanam jahe di sekitar rumah. Selamat mencoba ya teman-teman petani. #YukMenanamJahe. Silakan baca juga tulisan saya yang lainnya: Cara Budidaya Labu Air/Labu Putih yang Simpel, Mudah dan Menguntungkan.

Cara Budidaya Labu Air/Labu Putih yang Simpel, Mudah dan Menguntungkan

Beberapa waktu lalu saya berhasil menanam labu putih atau biasanya orang di kampungku menyebutnya sebagai labu air. 

Secara umum labu air ini mempunyai bentuk buah yang lonjong memanjang dan kulit buahnya berwarna putih. Labu ini paling enak disayur santan atau bisa juga ditumis.

labu air atau labu putih

Saya menanam labu tersebut di atas di samping rumah. Karena memang ada sedikit lahan yang bisa dipakai untuk menanamnya. Saya hanya menanamnya beberapa pohon saja.

Cara menanam dan merawatnya cukup dimpel dan mudah.

Jadi saya cuma membenamkan biji labu tersebut di tanah kosong dengan jarak tanam sekitar 2 meteran. Setelah bibit tumbuh, maka saya siram secara rutin, dan cukup saya beri pupuk kandang (kotoran ayam saja), hingga tanaman tumbuh dewasa. (Baca juga ya: Cara Budidaya Jahe di Wadah Polybag yang Mudah, Simpel dan Hasil Menguntungkan).

Setelah tanaman waluh dewasa mempunyai sulur, kemudian saya buatkan rumah-rumahan dari bambu yang tujuannya agar sulurnya tidak merambat kemana-mana. Selain itu, buah-buahnya mudah diatur dan bisa menggantung pada rumah yang dibuat. Jadi terlihat lebih rapih dan indah kan?

Tanaman waluh ini mulai dari penanaman sampai berbuah memakan waktu setidaknya hampir 2 bulanan. Namun puncak tanaman berbuah lebat biasanya pada setelah bulan kedua. Tentunya panennya juga bisa dilakukan secara berkala atau jika sewaktu-waktu ingin menyayurnya.

labu air atau labu putih

Cukup simpel ya menanam labunya. Selamat mencoba. Semoga berhasil ya teman-teman petani. Silakan baca juga tulisan saya yang lain: Ciri+Karakteristik Tanaman Cabe yang Subur dan Sehat.

Ciri+Karakteristik Tanaman Cabe yang Subur dan Sehat

Tanaman cabe yang subur sangat ditentukan oleh seberapa cukup dosis unsur hara yang ditambahkan pada media tanah (tanah). 

Pemberian unsur hara penting bagi tanaman cabe, bisa dengan pemupukan organik dengan kotoran tahi kambing, sapi atau kotoran unggas.

Selain itu, tanaman cabe yang sehat dapat diamati dari bentuk, ciri, sifat dari organ tanamannya.


Tanaman cabe yang sehat dapat terlihat pada daunnya yang hijau, batangnya berdiameter ideal serta kokoh. Akar terlihat kuat, sehingga tanaman cabe tidak mudah roboh jika ditiup angin kencang atau saat intensitas curah hujan yang cukup tinggi.

Adapun ciri-ciri atau karakteristik jika tanaman cabe tidak sakit-sakitan berarti sehat, yang mana tidak mudah rusak organ tanamannya apabila terserang hama atau penyakit pathogen. Dan umumnya pohon cabai yang sehat akan menampakkan daun yang segar dan hijau, batang serta akarnya kokoh, kemudian diikuti bunga dan buahnya yang begitu lebat.

Penyakit pathogen bisa berupa bakteri, virus, kuman, kapang, serta jamu (fungi). Bakteri jahat biasanya akan mudah mematikan tanaman secara tiba-tiba. Virus juga bisa menyerang pada tanaman cabe, misalnya virus Gemini (virus kuning) bisa menyebabkan daun cabe seperti terlihat keriting, rusak, dan lainnya. Kutu kebul juga membahayakan pada tanaman cabe secara menyeluruh.

Jamur (fungi) parasit pada tanaman cabai sering menyerang pada organ utama misalnya akar, dilanjutkan pada organ lain seperti batang, daun, bunga maupun pada buahnya. 

Pada akar biasanya jamur ini akan merusak struktur epidermis akar, dan sebagai akibatnya akar menjadi rusak dan penyerapan air, garam-garam mineral serta unsur hara dari bagian xylem akar di dalam tanah menjadi terhambat.

Pada sebagian besar tanaman cabe yang teramati oleh para petani, jamur parasit juga bisa menyerang pada bagian buah cabe yang sedang matang. Umumnya, jamur ini akan membuat buahnya menjadi busuk lebih cepat, sehingga jika tidak ditangani dengan baik dapat menyebabkan kerusakan buah sebelum didistribusikan ke pasaran. 


Jenis-Jenis Tanah yang Cocok Untuk Menanam Cabe



Menanam cabe supaya pertumbuhan dan perkembangan tanamannya menjadi baik tentu ditentukan oleh faktor jenis tanahnya. Tanah gersang seperti yang terlihat pada lahan perkebunan dengan naungan pohon yang banyak tentu tidak bagus untuk menanam cabe. Sebagai catatan bahwa tanaman cabe lebih menyukai tempat yang tidak ternaung alias banyak menerima cahaya matahari sepanjang waktu. Justru sebaliknya, pada lahan bekas kawasan hutan/perkebunan mungkin bisa menjadi pertimbangan untuk menanam cabai karena kandungan unsur hara tanah yang bagus.

Pada lahan persawahan itu juga bagus, karena mengandung tanah jenis lempung berpasir. Tanah jenis ini mempunyai susunan partikel tanah yang bagus, termasuk ada unsur humusnya yang dapat membantu mepercepat laju pertumbuhan dan perkembangan tanaman.

Pada areal tanah berawa (tanah bekas rawa-rawa) juga cukup bagus untuk menanam cabe. Namun sebelum ditanami cabe, sebaiknya dibakar dulu semak-semak belukar yang menempati wilayah tersebut. Baru setelah beberapa bulan menjadi lahan terbuka, barulah nantinya tanah diolah kemudian dibuat bedengan-bedengan memanjang untuk kemudian ditanami cabe.

tanaman cabe berbuah lebat
tanaman cabe berbuah sangat lebat, (Doc. Wahid Priyono, S.Pd.)

Pada tanah di lahan / lereng pegunungan juga sangat jauh lebih bagus untuk menanam cabe dan berbagai jenis tanaman pertanian lainnya. Umumnya, di lahan lereng pegunungan banyak sisa-sisa abu vulkanik letusan gunung serta pelapukan batuan bumi yang naik ke permukaan tanah sehingga bagus jika lahannya ditanami oleh bibit-bibit pertanian yang unggul seperti bawang putih, cabe, stroberi, bawang merah seperti yang dilakukan oleh masyarakat di daerah sekitar lereng gunung Rinjani Nusa Tenggara Barat (Lombok).

Mengetahui jenis tanah pada kawasan tertentu juga penting dilakukan. Tujuan utamanya adalah sebagai jalan pemikiran (pertimbangan) sebelum melakukan penanam bibit cabe. Karena dengan menanam cabe pada media tanah yang tepat tentu saja akan mendapatkan banyak keuntungan seperti:
  •          Bibit cepat tumbuh serta pertumbuhannya yang tidak lambat;
  •          Bibit cepat menghasilkan organ tanaman baru yang serentak, dan mampu menjangkau produktivitas buah cabe yang lebat;
  •          Meningkatkan produktivitas hasil panen;
  •          Tanaman cabe dapat berumur panjang, karena ketersediaan unsur hara yang tepat di dalamnya;
  •          Penyerapan air, garam-garam mineral, serta unsur hara ke bagian xylem akar akan sangat efisien;
  •         Struktur tanahnya akan semakin bagus untuk uji tanam berikutnya.


Manfaat, Fungsi dan Peranan Mulsa Plastik untuk Menanam Cabe

tanaman cabe berbuah lebat (doc. Wahid Priyono, S.Pd.)

Penggunaan mulsa untuk menutup lahan bedengan saat membudidaya cabe memang sangat popular diminati para petani di Indonesia. Hal ini terbukti bahwa, penggunaan mulsa plastik untuk bercocok tanam cabe mempunyai fungsi, peranan serta manfaat atau kegunaan sebagai berikut:

  •         Dapat menyuburkan lahan tanam (media tanah) yang ditutupi mulsa, sehingga mengundang lebih banyak mikro dan makroorganisme tanah seperti cacing tanah. Seperti diketahui bersama bahwa cacing tanah ini sangat bagus sebab mampu membantu mempertahankan pH dan kelembaban tanah;
  •          Adanya penggunaan mulsa plastik, maka akan mengurangi penguapan secara berlebih pada tanaman cabe ketika siang hari. Pada saat siang hari, terutama saat matahari terik, umumnya pada tanah yang terbuka tanpa mulsa akan mengalami peristiwa evaporasi lebih cepat, sehingga air yang ada di dalam tanah mudah menyusut dan terserap ke atmosfer bumi. Dan sebagai akibatnya, tanah akan kehilangan air yang tentunya akan mengganggu metabolisme tanaman secara menyeluruh. Berbeda ketika menggunakan mulsa plastik, maka penyusutan air tanah akibat peristiwa evaporasi dapat dikurangi;
  •          Pemasangan mulsa plastik pada lahan bedengan penting agar akar tanaman cabe terlindungi dari serangan jamur, gulma (rumput liar), dan bakteri parasite;
  •          Mempermudah dalam kegiatan pendangiran danpenyiangan pada masing-masing pohon cabe, karena lahan bedengan yang tertutupi mulsa sangat jarang ditumbuhi rerumputan liar;
  •          Mampu meningkatkan kualitas buah cabe, sebab dari sinilah tanaman cabe akan jauh lebih subur jika perawatan memang benar-benar diperhatikan oleh petani. Sebagai akibatnya hasil panen meningkat sebab di setiap pohonnya bergelantungan buah cabe dalam jumlah banyak (lebat);
  •         Adanya mulsa plastik yang dipasang di lahan bedengan cabe, tentu saja akan membantu dalam mengusir hama dan penyakit. Pada saat cahaya matahari memantulkan sinarnya ke mulsa, maka sebagian sinar matahari tersebut akan dipantulkan ke atas sehingga mengenai bagian organ tanaman cabe, misalnya daun dan buahnya. Sebagai akibatnya, maka hama dan penyakit akan pergi karena takut cahaya matahari;
  •          Mulsa yang dipasang pada lahan bedengan umumnya dapat membantu mengatur aerasi tanah, memperbaiki pori-pori tanah yang rusak, membantu menjaga ketersediaan oksigen terikat di dalam tanah. Sehingga tentu saja akan membantu menyuburkan tanaman cabe secara keseluruhan.
  •        Beberapa penjelasan tentang keuntungan atau manfaat memasang mulsa plastik di lahan bedengan mungkin perlu menjadi pertimbangan bersama bagi para petani ketika hendak membudidaya cabe dilahan bedengan.

Manfaat, Fungsi, Peranan Mikroorganisme Tanah Bagi Kesuburan Tanah dan Tanaman

Mikroorganisme tanah merupakan jenis makhluk hidup mikro maupun makro yang tinggal di dalam tanah. Bentuknya bisa berupa bakteri aerob dan bakteri anaerob, fungi/cendawan, algae, maupun cacing tanah yang bertindak sebagai dekomposer dalam ekosistem alami.

Mikroorganis tanah ini sesungguhnya sangat bermanfaat bagi tanaman pertanian, karena sifatnya yang mampu membantu meningkatkan daya tumbuh tanaman. Cacing tanah misalnya, mampu membuat pori tanah semakin bagus, meningkatkan nilai aerasi tanah, meningkatkan kandungan hara dan oksigen terlarut di dalam tanah dan air. Sementara bakteri tanah juga peranan sangat vital bagi tanaman, yakni mampu membantu mengubah senyawa-senyawa kimia yang tidak mampu dilakukan oleh tumbuhan itu sendiri. Sebagai contoh bakteri Nitrogen yaitu Rhizobium leguminosarum yang mampu mengonversi unsur Nitrogen di alam menjadi senyawa lain yaitu amonium, nitrat dan nitrit.

Ganggang hijau atau dari golongan protista, fungi/cendawan juga bisa membantu meningkatkan kesuburan tanah. Karena jika fungi atau alga membusuk maka akan meninggalkan senyawa-senyawa dan unsur hara penting bagi tanah. Hal ini tentu saja akan meningkatkan value pada tanaman yang tumbuh pada lingkungan tanah tersebut. Sehingga efek dari hal ini yaitu tanah pertanian menjadi lebih subur sehingga mudah sekali tanaman tumbuh dan berkembang menghasilkan buah.

  pohon tomat rampai subur dengan pupuk kompos, (Wahid Priyono, S.Pd.)
pohon tomat rampai subur dengan pupuk kompos, (Wahid Priyono, S.Pd.)


Untuk mengundang mikroorganisme tanah agar terus hadir di tanah tempat kita bercocok tanam, maka petani harus sebisa mungkin menghindari penggunaan pupuk-pupuk kimia dalam skala besar. Selain efek buruk dari pupuk kimiawi yaitu tanah menjadi padat, juga mengusir sebagian besar organisme tanah untuk tinggal di tanah yang kaya senyawa kimia racun dari pupuk kimia. Gunakan pupuk kompos sebagai alternatif pupuk yang lebih ramah lingkungan tentu menjadi hal penting untuk melestarikan dan serta konservasi tanah secara komprehensif.

Manfaat, Fungsi Serta Peranan Pupuk Kompos Bagi Pertumbuhan dan Perkembangan Tanaman

Pupuk kompos merupakan jenis pupuk alamiah yang bisa dibilang bahan-bahannya organik dari alam. Pupuk jenis kompos ini tentu saja bahan-bahannya berasal dari sisa tumbuhan atau kotoran hewan yang melapuk, atau mengalami sedimentasi akibat pembusukan oleh mikroorganisme tanah. Umumnya, kompos sengaja dibuat karena banyak sekali unsur hara yang terkadang di dalamnya. Bahkan para petani sangat terbantu adanya kompos, mengingat beberapa manfaat/fungsi/peranan  seperti di bawah ini.


  • Pupuk kompos mengandung banyak unsur hara makro dan mikro yang dibutuhkan oleh tanaman untuk tumbuh dan berkembang, pembentukan enzim serta hormon, juga untuk proses metabolisme tanaman;
  • Pupuk kompos lebih ramah lingkungan, dan jarang atau bahkan sama sekali tidak pernah menyebabkan pencemaran lingkungan, baik itu pencemaran air, tanah, dan udara;
  • Bahan-bahan untuk membuat kompos banyak disediakan di sekitar tempat tinggal, sehingga tidak sulit dalam mencari bahan-bahannya;
  • Biaya pembuatannya murah, praktis, efisien, dan hemat tenaga;
  • Semua kalangan bisa membuat jenis pupuk kompos ini.
Unsur hara makro dan mikro pada pupuk kompos banyak memberikan beragam manfaat pada tanaman. Metabolisme sel juga membutuhkan unsur hara dalam prosesnya. Bahkan tanpa unsur hara pertumbuhan tanaman akan mempunyai porsi yang tidak tepat, misal pertumbuhannya kurus-kurus, kerdil, dan bahkan tanaman tidak mau berbuah.

tanaman cabai berbuah lebat dengan penggunaan pupuk kompos
tanaman cabai berbuah lebat dengan penggunaan pupuk kompos, (Wahid Priyono, S.Pd.)

Jenis-jenis pupuk kompos yang dapat dibuat oleh rekan-rekan petani misalnya vermikompos dengan bantuan cacing tanah dalam prosesnya. Ada juga jenis pupuk bokashi yang merupakan pupuk anaerob dengan starternya adalah mikroorganisme EM4. Atau pupuk organik cair (POC) yang banyak sekali dikenal oleh para bapak dan ibu tani seperti POC dari daun kipahit, dan lain sebagainya.

Sebenarnya, pupuk kompos ini sangat mudah dibuat sendiri di rumah. Bahan-bahannya sangat sederhana dan pastinya tidak menyulitkan anda. Dan rekomendasi saya, mulailah untuk mencoba membuat pupuk kompos sendiri di rumah untuk menghemat anggaran biaya pemupukan. 

Cara Memperbaiki Daun Tanaman Cabai yang Rusak, Rontok, dan Kuning Akibat Klorosis dan Nekrosis

Daun tanaman cabai yang sehat umumnya berwarna hijau muda atau hijau tua. Seiring dengan perkembangannya, daun muda akan menjadi daun yang tua, lalu gugur. Namun akan berbeda ketika melihat daun-daun tanaman cabai yang masih muda telah mengalami gejala klorosis dan nekrosis. Dimana efek dari kedua gejala tersebut akan membuat daun cabai menjadi kuning, berwarna kecokelatan, mengering/menggulung, lalu mati. Kematian jaringan pada daun bisa membuat daun lebih cepat rontok (absisi).

Pada pertanian cabai, memang gejala klorosis dan nekrosis sering terjadi. Hal ini karena tanaman kekurangan sejumlah unsur hara tertentu, misalnya kekurangan unsur hara Zn, N, dan Mg. Jika tidak ditangani segera, maka morfologi daun tanaman akan cepat rusak, bahkan rontok lebih cepat secara masif.

tanaman cabai berbuah lebat dan berdaun hijau segar karena perawatan yang benar, (Wahid Priyono, S.Pd.)

Adapun cara untuk memperbaiki daun tanaman cabai yang rusak, rontok, dan kuning akibat gejala klorosis dan nekrosis yaitu sebagai berikut:

  • Gunakan selalu pupuk kimiawi yang mengandung banyak unsur N, Mg, dan Zn;
  • Gunakan pupuk kandang sebagai pupuk dasar dalam budidaya cabai;
  • Siram tanaman secara cukup, dan tidak berlebihan;
  • Berikan cahaya matahari yang cukup pada tanaman (sepanjang hari);
  • Lakukan pendangiran dan penyiangan pada tanaman cabai;
  • Semprot insektisida atau fungisida jika tanaman terserang hama dan penyakit/jamur parasit;
  • Berikan pupuk daun dan POC dari kulit pisang atau MOL bonggol pisang.
Dengan mengikuti beberapa kiat di atas, mudah-mudahan tanaman cabai anda akan mendapatkan daun yang hijau dan segera serta sehat. Dengan begitu, maka akan lebih cepat merangsang pembentukan akar, batang, daun, bunga serta buahnya. 

Keuntungan Serta Kerugian Mencangkok Tanaman Pertanian

Mencangok tanaman adalah salah satu cara untuk memperbanyak tanaman pertanian secara vegetatif (tidak k4win). Mencangok adalah hal yang paling sering dilakukan pembudidaya tanaman perkebunan. Contohnya di daerah Lampung Timur adalah tempat pembudidayaan berbagai macam jenis tanam sayur mayur, buah-buahan, obat-obatan, dan serta tanaman hias. Metode yang dilakukan pekebun di daerah tersebut yaitu dengan cara mengokulasi, mencangkok, dan memperbanyaknya menjadi suatu tanaman dengan berbagai macam genotif dan fenotif. Perkebunan di daerah Lampung Timur juga cukup prospek dan menjadi lahan bisnis bagi masyarakatnya.

pohon jambu biji hasil cangkokan, (Wahid Priyono, S.Pd.).

Proses mencangkok jambu biji sistem berderet lebih efisien dan mendapat banyak cangkokan, (Wahid Priyono, S.Pd.).


Contoh untuk cara mencangkok sudah pernah saya tuliskan pada artikel berikut ini: https://guruilmuan.blogspot.com/2015/12/cara-mencangkok-jambu-biji-dengan.html

Adapun beberapa keuntungan dan kerugian dari mencangkok tumbuhan adalah:

(1). Keuntungan Mencangkok:

  • Kualitas dan produksi buah akan sesuai dengan karakter induknya, maka sebaiknya saat mencangkok gunakan bibit indukan yang unggul dan memiliki buah segar dan manis;
  • Tingkat keberhasilannya tinggi karena akar hasil dari mencangkok tetap ada batang indukannya sebelum dipotong dan dipisah dari induk untuk ditanam di tempat yang berbeda;
  • Sifat genotif dan fenotif tanaman hasil cangkok akan sama dengan induknya;
  • Tanaman hasil cangkok akan jauh lebih cepat berbuah daripada tanaman hasil non-cangkok (terutama yang berasal dari biji);
  • Tanaman cangkok sangat bagus ditanam di lekat tanah yang dekat kolam ikan, daerah perkebunan atau halaman dan tanam rumah


(2). Kerugian Mencangkok:

  • Pada musim kemarau, tanah/media untuk mencangkok mungkin lebih gampang kering, sehingga harus rutin disiram supaya akarnya cepat tumbuh;
  • Tanaman hasil cangkok mudah roboh jika terkena angin kencang karena sifat akarnya yang tidak tunjang;
  • Pohon indukan tajuknya bisa rusak karena cabang yang dipotong;
  • Dalam satu batang indukan, hanya beberapa batang saja yang bisa dicangkok, jadi jumlah batang indukkan yang unggul dan kokoh jumahnya terbatas;
Itulah beberapa manfaat, keuntungan, dan kerugian atau kelemahan dari mencangkok tanaman. Semoga informasi sederhana di atas bisa berguna dan menambah wawasan kita bersama. Salam berkebun.

Cara Mengundang Bakteri dan Mikroorganisme Tanah

Bakteri dan mikroorganisme tanah terkadang sangat digunakan untuk bidang pertanian. Ragam dan jenis bakteri tentu saja menjadikannya khas dan bisa diambil peranannya. Dalam sektor pertanian, mengundang bakteri tanah adalah cara terbaik untuk meningkatkan kesuburan tanah. Agen bakteri seperti Rhizobium leguminosarum mampu menyuburkan tanah dan mengubah senyawa nitrat dan nitrit menjadi bagian yanag berguna bagi tanaman budidaya. Bacillus thurungiensis sering dimanfaatkan sebagai biopestisida alami. Cara mengundang bakteri Rhizobium leguminosarum yaitu dengan menanam jenis tanaman kacang-kacangan (leguminoceae), seperti kacang tanah, buncis, kedelai, kapri, kacang panjang, dan lain sebagainya.

Mikroorganisme tanah seperti cacing tanah dapat diundang dengan menggunakan pupuk dari kotoran ternak sebab sifatnya yang aman dan ramah lingkungan. Cacing tanah menyukai tanah yang sedikit asam dan banyak mengandung senyawa anorganik dari sisa-sisa kotoran hewan. Pada dedaunan yang ditumpuk pada salah satu media (tanah) tempat tanaman tumbuh, biasanya sering dijumpai kehidupan cacing tanah yang semakin pesat. Jauh berbeda ketika penggunaan pupuk kimia karena ini justru akan menjadikan tanah tercemar dan memiliki tekstur yang semakin padat sehingga lama kelamaan tanah menjadi tidak subur (tandus). Dan cacing maupun mikroorganisme tanah tidak suka dengan adanya tanah yang tercemar pestisida maupun pupuk anorganik (pupuk kimiawi).

Bintil akar tanaman kacang tanah mengandung bakteri Rhizobium leguminosarum. (Wahid Priyono, S.Pd.)

Dan itulah beberapa cara terbaik untuk mengundang mikroba dan bakteri tanah, sehingga bisa memberi kontribusi bagi konservasi tanah agar semakin baik. 

Jarak Ideal Menanam Jagung Menurut Pakar Pertanian Jagung yang Sudah Sukses

Jagung merupakan jenis makanan pokok di Indonesia yang sangat favorit ditanam oleh petani. Hampir di seluruh wilayah Indonesia sangat cocok ditanami jagung. Hal ini mungkin ada kaitannya dengan jenis tanah tropis yang mendukung pertumbuhan dan perkembangan pohon jagung.

Misalnya, di provinsi Lampung, penanaman jagung sering dilakukan, terutama menginjak waktu musim kemarau ke musim penghujan. Jika anda menuju kota Bandarlampung dari pelabuhan bakauheni, maka anda akan lebih sering melihat betapa indahnya tanaman jagung yang terbentang di sebelah kanan dan kiri jalan lintas utama Sumatera (JALINSUM). Tanaman jagung ditanam dengan berbagai tipe lahan, ada yang ditanam di lahan miring (terassering), lahan rata, dan juga lahan berbentuk larikan. Semuanya sangat memukau dan semakin percaya akan kebesaran Tuhan Yang Maha Esa.


Pohon jagung sudah mulai tumbuh dan  berkembang. (Wahid Priyono, S.Pd.)
Pohon jagung sudah mulai tumbuh dan  berkembang. (Wahid Priyono, S.Pd.)


Menurut petani jagung profesional yang sudah sukses di Lampung, maka untuk jarak ideal penanaman jagung adalah 75 cm x 25 cm. Dari jarak tanam ini, maka pemupukan dilakukan di antara satu tanaman dengan tanaman lainnya. Pertumbuhan jagung dengan jarak tanam tersebut sangat ideal dan memungkinkan akan mempercepat proses penyerapan nutrisi dengan cepat.

Pada akhirnya dengan menentukan jarak tanam yang tepat saat menanam jagung, maka akan diperoleh hasil tanam yang memuaskan. Termasuk buah/tongkol jagung yang memadai sehingga produktivitas panen meningkat. Selamat mencoba untuk jarak tanam yang saya sebutkan di atas. 

Cara Merawat Bibit Tanaman Agar Tidak Rusak, Sehat, Cepat Tumbuh dan Subur Pertumbuhannya

Benih apapun jenisnya apabila disemai pada media tanam yang tepat maka akan tumbuh menjadi bibit baru, asalkan proses penyemaian dilakukan secara benar. Menyemai bibit hingga bibit tumbuh sempurna adalah pekerjaan yang membutuhkan ketekunan tinggi. Sebab, jika penyemaian benih tidak disertai dengan model perawatan yang bagus tentu hasilnya kurang maksimal.

Penyemaian bibit tomat rampai dengan diberi gubuk-gubukan dari daun kelapa yang dianyam, (Foto oleh: Wahid Priyono, S.Pd.)
Penyemaian bibit tomat rampai dengan diberi gubuk-gubukan dari daun kelapa yang dianyam, (Foto oleh: Wahid Priyono, S.Pd.)


Selama proses penyemaian bibit, faktor perawatan bibit yang sudah tumbuh dapat dilakukan dengan beberapa teknik seperti:

  • Penyiraman benih hingga berkecambah. Hal ini penting dilakukan sebab, dalam proses perkecambahan biji air sangat dibutuhkan. Air ini juga sebagai pelarut dan pengisi bahan dasar sel pada tumbuhan. Jika kebutuhan air pada benih/bibit tercukupi dengan bagus, maka laju pertumbuhan dan perkembangan tanaman juga bagus. Untuk bibit yang masih di bawah umur 7hst, penyiraman bisa rutin sehari sebanyak 2x, yakni pada pagi dan sore hari;
  • Pemberian pupuk kompos/kandang selama proses pembenihan bisa dicampurkan melalui tanah sebagai media penyemaian. Jika penyemaian dilakukan di wadah polybag kecil-kecil, maka pupuk kompos tersebut dapat dicampurkan dengan tanah sebagai media semainya;
  • Bibit yang sudah mulai muncul daun 3 atau lebih sangat rawan diserang hama seperti ulat, maka penting dilakukan spray/penyemprotan dengan menggunakan insektisida yang sesuai dengan umur tanaman yang disemai. Jika ragu anda bisa berkonsultasi dengan organg yang ahli di bidang pembenihan;
  • Bisa membuat gubuk atau rumah-rumahan dari daun kelapa yang dianyam, atau dengan membuatkan rumahan dari plastik putih transparan (green house);
  • Jika khawatir bibit akan rusak, maka di sekeliling lokasi pembenihan diberi pembatas dengan jaring-jaring nilon agar terhindar dari bebek, ayam, sapi, kambing, mentok, dan hewan ternak lain yang merusak.
Mungkin itu sedikit cara merawat bibit tanaman agar tidak mudah rusak sehingga pertumbuhannya akan semakin bagus. Selamat mempraktekan.