Cara Budidaya LENGKUAS MERAH dan LENGKUAS PUTIH Agar Menguntungkan

Lengkuas atau laos (Nama ilmiah: Alpinia galanga) merupakan jenis tumbuhan umbi –umbian yang bisa hidup di daerah dataran tinggi maupun dataran rendah. Umumnya masyarakat memanfaatkannya sebagai campuran bumbu masak dan pengobatan tradisional. 

Pemanfaatan lengkuas untuk menu masakan (kuliner) yakni dengan cara mememarkan rimpang kemudian dicelupkan begitu saja kedalam campuran masakan, sedangkan untuk pengobatan tradisional yang banyak digunakan adalah lengkuas merah (Alpinia purpurata K schum).

Karakteristik tanaman lengkuas
Lengkuas Merah Sudah Menghasilkan Umbi
Lengkuas Merah Sudah Menghasilkan Umbi, Foto Kontributor Oleh: Yuliana Affida

Lengkuas adalah terna tegak yang tingginya 2 m atau lebih. Batangnya yang mudah keluar sebagai tunas dari pangkal batang tua. Seluruh batangnya ditutup pelepah daun. Batangnya ini bertipe batang semu. Daunnya tunggal, bertangkai pendek, daun berbentuk langset memanjang dengan ujungnya runcing, pangkalnya tumpul. Ukuran daunnya adalah 25 cm - 50  cm x 7 - 15 cm. Pelepah daunnya berukuran 15-30 cm, beralur,dan berwarna hijau.

Perbungaannya majemuk dalam tandan yang bertangkai panjang, tegak, dan berkumpul di ujung tangkai. Jumlah bunga di bagian bawah lebih banyak daripada di atas tangkai, dan berbentuk piramida memanjang. Kelopak bunganya berbentuk lonceng, berwarna putih kehijauan. Mahkota bunganya yang masih kuncup pada bagian ujung warnanya putih, dan bawahnya berwarna hijau. 

Buahnya termasuk buah buni, bulat, keras, dan hijau sewaktu muda, dan berwarna  cokelat apabila sudah tua. Umbinya berbau harum, ada yang putih, juga ada yang merah. Menurut ukurannya, ada yang besar juga ada yang kecil. Karenanya dikenal 3 kultivar yang berdasaarkan warna dan ukuran rimpangnya. 

Rimpangnya ini merayap, berdaging, kulitnya berkilap, beraroma khas, ia berserat kasar, dan pedas jika tua. Untuk mendapatkan rimpang muda yang belum banyak seratnya, panen dilakukan pada saat tanaman berusia 2,5 bulan sampai 4 bulan.

Syarat tumbuh tanaman lengkuas

Tanaman dapat diperbanyak dengan rimpang atau biji,namun umumnya lebih mudah diperbanyak dengan menggunakan rimpang. Rimpang yang baik untuk bibit adalah bagian ujungnya. Pengelohan tanah dilakukan dengan cara menggemburkan tanah atau lahan,  dan selanjutnya dibuatkan guludan-guludan. Pupuk yang digunakan meliputi pupuk kandang, kompos, dan pupuk buatan dan juga diperlukan bahan-bahan kimia untuk pembarantasan gulma. 

Panen dilakukan pada saat tanaman berumur 2,5 - 3 bulan,dan jangan lebih tua dari umur tersebut, sebab rimpang akan mengandung serat kasar yang tidak disukai dipasaran. Perbanyak tanaman lengkuas dapat menggunakan potongan rimpang yang sudah tua dan bertunas atau rimpang anakan, kemudian dipecah-pecah menjadi beberapa ruas dengan 2-3 tunas dalam tiap pecahannya atau disesuaikan dengan rencanan kebutuhan. 

Rimpang tua sebaiknya dipilih yang beratnya 50gr, dan ukurannya seragam. Rimpang dapat ditunaskan diatas 3-5 sampai lapisan jerami atau alang-alang. Alang-alang yang dihamparkan di atas tanah. Penyemaian juga dapat dilakukan di atas rak-rak kayu. Penyiraman selama pembibitan sampai bertunas dilakukan untuk memelihara sebagai besar mata rimpang. 

Pertunasan dianggap cukup bila semua atau sebagian besar mata rimpang sudah tumbuh 1-2cm, biasanya berumur 3-4 minggu. Setelah rimpang bertunas atau dipelihara selama 1-2 bulan, kemudian bibit yang pertumbuhannya seragam siap ditanam dilahan terbuka seperti kebun, tegalan, maupun di halaman rumah, dan lokasi lainnya.

Cara budidaya tanaman lengkuas merah dan lengkuas putih

Untuk memperoleh hasil panen lengkuas yang memadai dan berkualitas tinggi, maka langkah dalam penanaman dan perawatan merupakan faktor penting untuk memenuhi harapan tersebut. Sebab, baik dalam budidaya menanam lengkuas merah dan lengkuas putih, pada dasarnya adalah sama. 

Lengkuas Sudah Mempunyai Banyak Rimpan

Berikut ini cara yang harus ditempuh untuk membudidaya tanaman lengkuas merah maupun lengkuas putih. Pastikan Anda membacanya hingga selesai supaya ilmu yang didapatkan pun tidak setengah-setengah. Berikut penjelasannya:

     1.     Tahap Pembibitan

Bibit berkualitas adalah bibit yang memenuhi syarat mutu genetik,mutu fisiologis (persentase tumbuhan yang tinggi),dan mutu fisik. Yang dimaksud dengan mutu fisik adalah bibit yang bebas hama dan penyakit. Oleh karena itu kriteria yang harus dipenuhi yaitu:

·        Bahan bibit diambil langsung dari kebun
·        Dipilih bahan bibit dari tanaman yang sudah tua (berumur 9-10 bulan).
·        Dipilih pula dari tanaman yang sehat dan kulit rimpang tidak terluka atau lecet.

     2.     Teknik penyemaian bibit lengkuas berkualitas

Penyemaian pada peti kayu

Rimpang yang baru ditanam dijemur sementara (tidak sampai kering), kemudian disimpan sekitar 1-1,5 bulan. Patahkan rimpang tersebut dengan tangan dimana setiap potongan memiliki 3-5 mata tunas dan dijemur ulang selama 1 – 2 hari. Selanjutnya potong bakal bibit tersebut dikemas kedalam karung beranyaman jarang, lalu dicelupkan dalam larutan fungisida dan zat pengatur tubuh sekitar 1 menit kemudian keringkan. 

Setelah itu dimasukkan kedalam peti kayu. Lakukan cara penyemaian dalam peti kayu sebagai berikut: pada bagian dasar peti kayu diletakkan bakal bibit selapis, kemudian di bagian atasnya diberi abu gosok atau sekam padi, demikian seterusnya sehingga yang paling atas adalah abu gosok atau sekam padi tersebut. Setelah 2-4 minggu lagi, bibit tersebut sudah disemai.

Penyemaian pada bedengan

Caranya adalah membuat rumah penyemaian sederhana ukuran 10 x 8 m untuk menanam bibit satu ton. Di dalam rumah penyemaian tersebut dibuat bedengan dari tumpukan jerami setebal 10 cm. Rimpang bakal bibit disusun pada bedengan jerami lalu ditutup jerami, dan di atasnya diberi rimpang lalu diberi jerami pula, demikian seterusnya, sehingga didapatkan 4 susunan lapis rimpang dengan bagian atas berupa jerami. 

Perawatan bibit pada bedengan dapat dilakukan dengan penyiraman setiap hari dan sesekali disemprot dengan fungisida. Setelah 2 minggu, biasanya rimpang sudah bertunas. Bila bibit bertunas dipilih agar tidak terbawa bibit berkualitas rendah. Bibit hasil seleksi itu dipatah – patahkan dengan tangan dan setiap potongan memiliki 3 – 5 mata tunas dan beratnya 40 – 60 gram.

     3.     Penyiapan bibit

Sebelum ditanam, bibit sebaiknya harus dibebaskan terlebih dahulu dari ancaman penyakit dengan cara bibit tersebut dimasukan kedalam karung dan dicelupkan ke dalam larutan fungisida sekitar 8 jam. Kemudian bibit di jemur 2-4 jam, barulah ditanam.

    4.     Pengolahan media tanam

a.     Persiapan lahan tanam
Untuk mendapatkan hasil panen yang optimal, maka ada persyaratan yang perlu diperhatikan jika tingkat keasaman tanah (pH) yang ada tidak sesuai dengan ke asaman tanah yang dibutuhkan tanaman maka harus ditambah atau dikurangi keasam dengan kapur.
b.    Pembukaan lahan
Pengolahan tanah diawali dengan dibajak sedalam kurang lebih dari 30 cm dengan tujuan untuk mendapatkan kondisi tanah yang gembur atau remah dan membersihkan tanaman pengganggu. Setelah itu tanah dibiarkan selama 2 – 4 minggu agar gas – gas beracun menguap serta bibit penyakit dan hama akan mati terkena sinar matahari. Apabila pada pengolahan tanah pertama dirasakan belum juga gembur, maka dapat dilakukan pengolahan tanah yang kedua sekitar 2 – 3 minggu sebelum tanam dan sekaligus di berikan pupuk kandang dengan dosisi 1500 – 2500 kg/ hektar.
c.      Pembuatan bedengan
Pada daerah-daerah yang kondisi air tanahnya jelas dan sekaligus untuk mencegah terjadiya genangan air, sebaiknya tanah diolah menjadi bedengan-bedengan dengan ukuran tinggi 20-30cm, lebar 80-100cm, sedangkan panjangnya disesuaikan dengan kondisi lahan.
d.    Pengapuran
pada tanah dengan tingkat keasaman tanah (pH) rendah, sebagian besar unsur-unsur hara di dalamnya,terutama Fosfor (P) dan Kalsium (Ca) dalam keadaan tidak tersedia atau sulit diserap, kondisi tanah yang masam ini dapat menjadi media perkembangan beberapa cendawan penyebab penyakit layu fusarium yang disebabkan oleh organisme dari spesies Fusarium sp dan Pythium sp. Pengapuran juga berfungsi menambah unsur Kalium(K) yang sangat diperlukan tanaman untuk mengeraskan bagian tanaman yang berkayu,  merangsang bulu-bulu akar agar tumbuh optimal, mempertebal dinding sel buah dan merangsang pembentukan biji, maupun umbi.
  • Derajat keasaman < 4 (paling asam) : kebutuhan dolamit besar dari 10 ton/ha 
  • Derajat keasaman 5 (asam) : kebutuhan dolamit 5,5 ton/ha 
  • Derajat keasaman 6 (agak asam) : kebutuhan dolamit 0,8 ton/ha
      5.     Teknik penanaman

·        Penentuan pola tanaman
Pembudidayaan lengkuas secara monokultur pada suatu daerah tertentu memang dinilai cukup rasional, karena mampu memberi produksi dan produksi tinggi namun di daerah, pembudidayaan tanaman secara monokultur kurang dapat diterima karena selalu menimbulkan kerugian.
·        Pembutan lubang tanam
Untuk menghindari pertumbuhan tanaman lengkuas yang jelek, karena kondisi air tanah yang buruk, sebaiknya tanah diolah menjadi bedengan – bedengan. Selanjutnya buat lubang – lubang kecil atau alur sedalam 3 – 7,5 cm untuk menanam bibit.
·        Cara penanaman
Cara penanaman dilakukan dengan cara meletakan bibit rimpang secara rebah ke dalam lubang tanam atau alur yang sudah disiapkan.
·        Periode tanam
Penanaman sebaiknya dilakukan pada awal musim hujan sekitar bulan September dan Oktober. Hal ini dimungkinkan karena tanaman mudah akan membutuhkan air cukup banyak untuk pertumbuhannya.
     6.     Pemeliharaan tanaman lengkuas

a.     Penyulaman
Sekitar 2-3 minggu  setelah tanam, hendaknya diadakan pengecekan untuk melihat rimpang yang mati, rusak, atau layu karena akibat serangan hama dan penyakit tanaman. Bila demikian harus segera dilaksanakan penyulaman agar pertumbuhan bibit sulaman itu tidak jauh tertinggal dengan tanaman lain, maka sebaiknya dipilih bibit rimpang yang baik serta pemeliharaan yang benar.
b.    Penyiangan
Penyiangan pertama dilakukan ketika tanaman berumur 2- 4 minggu kemudian dilanjutkan 3 – 6 minggu sekali. Tergantung pada kondisi tanaman pengganggu yang tumbuh (rumput liar, gulma). Namun setelah berumur 6 – 7 minggu, sebaiknya tidak perlu dilakukan penyiangan lagi, sebab pada umur tersebut rimpangnya mulai besar.
c.      Pembubunan
Tanaman memerlukan tanah yang perederan udara dan air (sistem aerasi dalam tanah) dapat berjalan dengan baik, maka tanah harus di gemburkan. Di samping itu tujuan pembubunan untuk menimbun rimpang yang kadang – kadang ke atas permukaan tanah. Jika tanaman masih kondisi muda, maka tanahnya cukup dicangkul tipis di sekeliling rumpun dengan jarak kurang lebih 30 cm. Pada bulan berikutnya dapat diperdalam dan diperlebar setiap kali pembubunan akan berbentuk gubidan dan sekaligus terbentuk sistem perairan yang berfungsi untuk menyalurkan kelebihan air. Pertama kali dilakukan pembubunan pada waktu tanaman berbentuk rumpun yang terdiri atas 3 – 4 batang semu, umumnya pembubunan dilakukan 2 – 3 kali selama umur tanaman. Namun terkantung pada kondisi tanah dan banyaknya curah hujan.
d.    Pemupukan
·        Pemupukan organik
Pada pertanian organik yang tidak menggunakan bahan kimia termasuk pupuk buatan dan ob4t pertanian, maka pemupukan secara organik yaitu dengan menggunakan pupuk kompos atau pupuk kandang di lakukan lebih sering dibanding kalau kita memggunakan pupuk buatan. Adapun pemberian pupuk kompos/kandang organik ini dilakukan pada awal pertanaman pada saat pembuatan guludan sebagai pupuk dasar yakni membutuhkan setidaknya 60 – 80 ton/ha yang ditebar dan di campurkan dengan tanah olahan.·      Pemupukan konvensionalSelain pupuk dasar (pada awal penanaman), tanaman perlu diberi pupuk susulan ke dua (pada saat tanaman berumur 2-4 bulan). Pupuk dasar yang digunakan adalah pupuk organik 15-20 ton/ha. Pemupukan tahap kedua digunakan pupuk kandang dan pupuk buatan (urea 20gram/pohon ; TSP 10 gram/pohon ; ZK 10 gram/pohon), serta K2O (112 kg/ha) pada tanaman yang berumur 2 bulan.
e.      Pengairan, penyiraman dan penyemprotan pestisida
Tanaman lengkuas tidak memerlukan air yang terlalu banyak untuk pertumbuhannya, akan tetapi pada awal masa tanaman diusahakan lakukan penyiraman. Sementara itu, waktu penyemprotan pestisida
Penyemprotan pestisida sebaiknya dilakukan mulai dari saat penyimpanan bibit yang untuk disemai dan pada saat pemeliharan. Biasanya dicampur dengan pupuk organik cair atau vitamin-vitamin yang mendorong percepatan pertumbuhan dan perkembangan tanaman lengkuas.
    7.     Panen dan kegiatan Pemasaran

     Waktu kegiatan panen simplisis rimpang lengkuas ditandai dengan berakhirnya masa vegetatif seperti daun menunjukkan gejala kelayuan secara fisiologis. Pada keadaan ini rimpang telah berukuran optimal dan umur pemanenan lengkuas sebaiknya pada umur 2,5 - 4 bulan, karena pada umur tersebut umbi dalam keadaan baik dan disukai oleh konsumen di pasaran.

Pemanenan dilakukan dengan cara membongkar rimpang dengan garpu atau cangkul secara hati-hati agar tidak terluka atau rusak. Tanah yang menempel pada rimpang dibersihkan dengan cara dipukul pelan-pelan sehigga tanah terlepas.

Setelah pemanenan di ladang, kebun maka langkah berikutnya adalah mencuci rimpang lengkuas hingga bersih, lalu siap edar di pasaran. Di pasaran sendiri harga lengkuas sangat bervariasi dan dijual dengan harga eceran atau per kilogram. Harga rimpang lengkuas putih maupun lengkuas merah di pasar-pasar tradisional di kota Bandarlampung (Lampung), bisanya dijatuhkan harga Rp. 6.500/kg, tentu harga ini tidak sepenuhnya berlaku untuk daerah-daerah lain di Indonesia.


Demikian artikel pertanian dari guruilmuan dengan topik: “Cara Budidaya Lengkuas Merah dan Lengkuas Putih Agar Menguntungkan”. Semoga apa yang telah dijelaskan pada bagian di atas bermanfaat bagi Anda sebagai penggemar tanaman holtikultura buah maupun sayuran dan umbi. Terimakasih telah membaca ulasan di atas, salam budidaya pertanian, ayo berkebun. (Kontibutor/Penulis: Yuliana Affida).

Artikel Terpopuler

Cara Budidaya LENGKUAS MERAH dan LENGKUAS PUTIH Agar Menguntungkan
4/ 5
Oleh

Hallo Sobat Petani

Suka dengan Artikel di Atas? Silakan Berkomentar

7 komentar

March 20, 2017 at 10:51 AM Delete

Terima kasih artikelnya.
sedikit koreksi di bagian penyiangan, maksudnya mungkin 6 - 7 minggu, bukan 6 - 7 bulan

Reply
avatar
March 23, 2017 at 7:05 PM Delete

Hallo Kang Awi... hehe, salam kenal pak. Iya benar pak, ada salah ketik. Yang benar untuk penyiangan lengkuas merah dan lengkuas putih itu 6 - 7 minggu, kurang lebih seperti itu. Terimakasih pak atas koreksiannya, akan segera saya perbaiki.

Reply
avatar
August 11, 2017 at 9:44 AM Delete

Terima kasih artike nya ..untuk info pemasaran atau penjualan Lengkuas putih / merah dimana ya pak yang bisa nampung perorangan atau lembaga ?? mohon info nya

terima kasih.

Reply
avatar
August 11, 2017 at 9:47 AM Delete

Mohon info Untuk pemasaran Lengkuas merah / Putih ? perorangan atau lembaga di Indonesia di Jambi ada gk penampung nya pak ?? terima kasih

Reply
avatar
August 20, 2017 at 7:25 AM Delete

Hallo pak Sarpono. Salam kenal ya pak. Untuk pemasaran lengkuas di daerah jambi, mohon maaf saya belum tahu. Terimakasih.

Reply
avatar
September 25, 2017 at 12:05 PM Delete

Halo pak suparno, kalo media tanam lengkuas merah menggunakan ember cor yg terbuat dari plastik ukuran diameter 20 cm bisa apa gak?

Reply
avatar
October 10, 2017 at 8:54 PM Delete

Hallo pak Salman Aklil. Izin menjawab. Untuk penanaman lengkuas merah bisa dilakukan di ember cor dari plastik. Namun sebaiknya akan jauh lebih baik jika ditanam pada lahan terbuka seperti kebun, dan lain sebagainya. Terimakasih dan salam kenal. semoga berguna.

Reply
avatar