Mengapa Penyiangan dan Pendangiran Itu Penting Dilakukan Oleh Petani?

Dalam bercocok tanam, para petani pastinya menginginkan tanamannya tumbuh subur dan lebat buahnya. Termasuk bunga-bunganya juga bermunculan banyak agar bakal buah juga semakin banyak. Terkadang petani juga sangat menginginkan tanamannya mempunyai porsi bentuk batang yang ideal. Akar yang lebat juga memperlihatkan bagaimana tanaman itu tumbuh dan berkembang secara optimal.

Para petani yang sudah terbiasa bekerja di sawah dengan aneka ragam jenis tanaman yang dibudidaya, maka tidak heran jika siapapun petaninya pasti ingin melakukan yanag terbaik untuk tanamannya. Salah satu caranya yaitu dengan melakukan kegiatan penyiangan dan pendangiran.

Penyiangan merupakan kegiatan yang dilakukan oleh petani untuk membersihkan lahan bedengan supaya terbebas dari gulma (rumput liar). Rumput-rumput liar ini sebagai agen dimana bakteri, serta serangga parasit dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Jika tidak dilakukan penyiangan maka biasanya tanaman akan tumbuh kurus-kurus dan kurang baik.

bibit tanaman mentimun berbuah lebat diawal tanam dilakukan penyiangan

Sementara itu, untuk pendangiran dilakukan dengan cara menggemburkan lahan tanam supaya lebih mudah dalam aerasi tanahnya. Sehingga penyerapan air, oksigen dan unsur hara akan berjalan lebih lancar. 

Jika petani sudah melakukan seluruh kegiatan tersebut, maka sudah pastilah semua jenis tanaman yang dibudidaya akan berpeluang memperoleh hasil panen yang lebih optimal. Semoga bermanfaat dan jangan lupa baca juga: Pendangiran, Penyiangan dan Pembumbunan.

Mengapa Penyiangan Gulma Penting Bagi Tanaman Pertanian yang Dibudidaya?

Gulma merupakan rumput-rumput liar yang terkadang tumbuh secara pesat di sekitar lahan tanam, sehingga kehadirannya sangat membahayakan bagi tanaman pokok yang ditanam. Sehingga gulma perlu disingkirkan dari lahan tanam dengan cara dilakukan penyiangan. 

Penyiangan merupakan kegiatan memberantas atau menghilangkan gulma dari lahan tanam. Tujuan penyiangan adalah agar lahan tanam terbebas dari gulma. Sebab, adanya gulma maka akan memungkinan terjadinya perebutan sumber nutrisi/unsur hara antara gulma dan tanaman pokok. Jika ini dibiarkan, maka peluang tanaman pokok akan mengalami defisiensi/kekurangan unsur hara tertentu. Bahkan cadangan air dan unsur hara di dalam tanah yang seharusnya dimanfaatkan oleh tanaman utama harus diambil oleh gulma. Maka, hal ini tidak bisa dibiarkan begitu saja.

lahan tanam mentimun ditumbuhi gulma
lahan tanam mentimun ditumbuhi gulma


Petani umumnya melakukan penyiangan dengan cara mencabut gulma, atau mengoretnya menggunakan cangkul kecil/pencong. Gulma yang sudah dibersihkan kemudian dikumpulkan pada suatu tempat tertentu kemudian gulma dibakar. Tujuan pembakaran gulma adalah agar spora/biji-bijinya dapat lenyap ikut terbakar sehingga tidak berkecambah kembali. Semoga bermanfaat. Silakan baca juga: Cara Menanggulangi Gulma Liar Pada Tanaman Budidaya.

Fungsi dan Tujuan Penyiangan dan Pendangiran Dalam Budidaya Tanaman Pertanian

Penyiangan dan pendangiran merupakan dua kegiatan penting di bidang pertanian, khususnya ketika tanaman sudah dewasa dan meulai menghasilkan buah.

Para petani di Indonesia tentu saja tidak asing dengan kedua istilah di atas, sebab memang ini sering dilakukan oleh mereka terhadap tanaman di lahan mereka.

Penyiangan merupakan kegiatan yang dilakukan oleh petani untuk melakukan pembersihan gulma (rumput liar) pada lahan tanam (bedengan). Biasanya jenis gulma yang dibersihkan yaitu gulma dengan tipe daun lebar dan gulma berdaun sempit. Tujuan dari kegiatan penyiangan ini yakni agar tanaman budidaya terbebas dari gulma yang akan mengambil unsur hara tanah serta air dalam jumlah banyak, sehingga tanaman utama yang ditanam akan kekurangan hara yang menyebabkan pertumbuhan dan perkembangan tanaman menjadi lambat. Adapun untuk alat yang dipakai untuk penyiangan biasanya yaitu pencong, cangkul kecil, dan lain sebagainya.

Lahan tanam mentimun bongkor banyak rumput liar (gulma) sehingga perlu dilakukan penyiangan.

Sembari melakukan penyiangan, maka sebaiknya petani bisa sekaligus melakukan pendangiran pada lahan tanamnya. Pendangiran merupakan kegiatan yang dilakukan oleh petani untuk menggemburkan tanah di area sekitar tanaman tumbuh. Tujuan dari kegiatan pendangiran ini yaitu agar memudahkan penyerapan air dan unsur hara dari dalam tanah ke bagian akar tanaman. Dengan begitu, maka laju pertumbuhan dan perkembangan pada tanaman budidaya akan semakin baik. Adapun alat-alat untuk melakukan pendangiran yaitu cangkul kecil, atau alat pendangiran khusus yang banyak dijual di toko pertanian.

Tentunya, tidak boleh lalai bagi petani untuk tidak melakukan kegiatan pendangiran dan penyiangan pada tanaman. Karena produktivitas hasil panen yang baik tentu saja diikuti dengan perawatan tanaman yang baik pula. Semoga informasi sederhana ini berguna untuk rekan-rekan petani setanah air. Selamat bercocok tanam, sukses selalu !

Manfaat/Peranan dan Fungsi Pupuk Kompos dari Jerami Padi Untuk Tanaman Pertanian

Pupuk kompos merupakan jenis pupuk organik yang dibuat dengan cara menguraikan sisa-sisa tanaman dan hewan dengan bantuan organisme hidup. Pupuk kompos ini bagus untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangan pada tanaman budidaya. Dan untuk membuatnya diperlukan bahan baku berupa material organik dan organisme pengurai. 

Jenis pupuk kompos banyak macamnya, ada pupuk kompos aerob, pupuk bokashi, vermikompos, pupuk organik cair, dan lain sebagainya.

pupuk dari kerami padi yang sudah matang siap diberikan pada tanaman.



Banyak juga ditemukan pupuk kompos yang berbahan serat tanaman misalnya dari jerami padi. Pupuk kompos dari jerami padi ini ternyata sangat bermanfaat pada tanaman seperti:

  • mempercepat pertumbuhan dan perkembangan tanaman;
  • mempercepat perkecambahan biji pada tanaman; sehingga bagus dijadikan media semai;
  • mencukupi kebutuhan harian tanaman agar tumbuh optimal;
  • membuat tumbuhan menjadi lebih sehat dan subur;
  • membuat porsi tumbuhan tumbuh lebih cepat;
  • merangsang perbaikan jaringan yang rusak pada tanaman;
  • memicu pertumbuhan tunas pada jaringan meristem di bagian ujung akar dan ujung batang;
  • mempercepat pembelahan sel sehingga jumlah daun, batang, bunga, dan buah bisa semakin banyak.
Itulah beberapa manfaat pupuk kompos dari serat jerami padi, semoga memberikan manfaat bagi rekan-rekan petani yang membaca artikel ini. Terima kasih.