3 Cara Perawatan SIRSAK Agar Cepat Berbuah Lebat

Menanam buah sirsak memang terbilang penuh tantangan. Hal ini dapat terjadi karena dalam membudidayakan tanaman sirsak tidak semudah seperti membudidayakan kebanyakan dari tanaman buah dari jenis lainnya. Sirsak membutuhkan sistem perawatan dan kontrol tanaman yang harus intensif dilakukan.

Dalam budidaya sirsak, ada banyak cara yang dapat ditempuh agar tanaman sirsak cepat menghasilkan buah. Salah satunya adalah dengan cara perkembangbiakan secara vegetatif buatan (mencangkok). Mencangkok telah banyak dilakukan oleh petani sirsak profesional untuk secepat mungkin menghasilkan buah dalam waktu cepat, tepat sasaran, serta menghasilkan produktivitas buah sirsak yang banyak dan lebat.

Tanaman Sirsak Cangkok Sudah Berbuah Lebat
Tanaman Sirsak Cangkok Sudah Berbuah Lebat, Foto Original by: Wahid Priyono (Guruilmuan)

Untuk memperoleh hasil perkebunan sirsak yang berbuah lebat, ada beberapa hal yang dapat anda lakukan dalam kegiatan perawatannya yakni meliputi:

1. Pendangiran dan Penyiangan

Ini merupakan langkah awal sebagai pintu gerbang untuk membuat bagaimana lahan disekitar tempat tumbuh tanaman sirsak agar bersih terbebas dari gulma (rumput-rumput liar). Untuk membersihkan gulma petani/pekebun sirsak dapat mengoretnya hingga kepada akar tanaman gulma tersebut, karena bagaimanapun juga jika gulma dibiarkan tumbuh di sekitar tempat tumbuh tanaman sirsak maka dimungkinkan akan ada perebutan sumber nutris hara bagi kedua tanaman, maka pada akhirnya tanaman sirsak akan kurang baik pertumbuhannya dan berefek pada buah yang hendak dihasilkan oleh tiap-tiap tanaman sirsak yang ada.

Selama pendangiran berlangsung, sebaiknya lakukan secara bersamaan dengan kegiatan penyiangan. Pendangiran dilakukan dengan membuat gulutan kecil-kecil sambil dicangkul perlahan dan jangan sampai melukai akar tanaman sirsak.

Dengan melakukan pendangiran dan penyiangan, maka peluang tanaman untuk tumbuh baik dan menghasilkan buah lebat dapat saja terjadi.

Pendangiran dan penyiangan ini dilakukan tiap 2 bulan sekali sejak tanam awal.

2. Pemupukan Rutin

Para pekebun dan petani pasti sudah mengetahui kebermanfaatan dari pupuk guna menunjang pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan. Termasuk tanaman sirsak tentu saja membutuhkan nutrisi (unsur hara) yang dapat diperoleh dari berbagai jenis pupuk, baik itu pupuk organik maupun anorganik.

Dalam pemupukan tanaman sirsak (baik sirsak hasil cangkok dan dari perkecambahan biji), sebaiknya menggunakan jenis pupuk organik dan anorganik, dengan kriteria sebagai berikut:

  • Setiap 2 bulan sekali berikan tanaman sirsak dengan pupuk anorganik dari jenis NPK mutiara sebanyak 0,5kg/tanaman atau bisa menggunakan pupuk phonska dengan dosis 0,5 kg/tanaman;
  • Sebaiknya pada umur tanam awal, tanaman sirsak sudah harus diberikan pupuk kandang dari kotoran ayam sebanyak 1 kg/tanaman (sangat direkomendasikan) supaya tanaman tetap sehat dan bugar, daunnya akan jauh lebih lebat, pertumbuhan tanaman tidak terhambat, dan merangsang proses pembungaan yang pada akhirnya akan menghasilkan buah;
Dengan melakukan pemupukan secara rutin selama keberlangsungan hidup tanaman sirsak, maka tanaman sirsak dalam tiap kali musimnya akan menghasilkan buah secara terus-menerus, terlebih jika anda memang benar-benar memilih/menggunakan bibit sirsak berkualitas.

3. Pemotongan Tunas Samping (Tunas Aksiler)

Tanaman sirsak juga perlu dilakukan pemotongan tunas (perempelan). Sebisa mungkin sisakan saja 3 - 4 ruas batang tanaman yang fokus anda jadikan batang pokok untuk memproduksi buah nantinya. Sangat tidak disarankan jika anda menggunakan lebih dari 5 batang pokok yang dijadikan sebagai batang produktif untuk dikembangbiakan. Berdasarkan pengalaman, 3 batang pokok sudah cukup jauh lebih baik untuk lebih banyak menghasilkan buah sirsak daripada lebih daripada 5 atau kelipatannya.

Pemotongan tunas aksiler dilakukan jika tanaman sudah cukup rindang dan menginjak usia sekitar 1,5 tahun untuk sirsak hasil cangkok, dan pemangkasan tunas samping khusus sirsak umur 3 tahun ke atas yang diperoleh dari perkembangbiakan biji.

Dengan melakukan pemotongan tunas aksiler tersebut, maka sangat diyakini bahwa tanaman sirsak akan jauh lebih berbuah banyak. Silakan anda coba dan perlihatkan hasilnya. Semoga berhasil.

Itulah tadi penjelasan tentang 3 cara dalam perawatan tanaman sirsak, semoga dapat anda terapkan, mudah-mudahan sukses untuk budidaya tanaman sirsak yang sedang anda rencanakan atau telah dilakukan. Salam budidaya pertanian, ayo berkebun, ayo menanam. Jangan lupa baca juga artikel: Cara Budidaya Sirsak Agar Cepat Berbuah Lebat dan Menguntungkan Bagi Petani.

Artikel Terpopuler

3 Cara Perawatan SIRSAK Agar Cepat Berbuah Lebat
4/ 5
Oleh

Hallo Sobat Petani

Suka dengan Artikel di Atas? Silakan Berkomentar

4 komentar

January 12, 2016 at 9:05 AM Delete

Met psgi pak, saya punya pohon pete berbunga tetapi tidak jadi alias bunganya rontok, saya mau tahu apa penyababnya

Reply
avatar
January 13, 2016 at 7:44 AM Delete

Halo pak Syalom,
Selamat pagi juga.
Saya juga memiliki pohon pete yang pernah juga mengalami kerontokan sebelum panen awal.
Itu hal yang sangat wajar apabila bunga pete mengalami kerontokan. Salah satu faktor yang menyebabkannya adalah anomali cuaca yang tidak menentu akhir-akhir ini, atau memang dari bulan Desember 2015 menuju tahun baru memang ada pergantian musim penghujan ke kemarau, dan itulah yang menurut saya pribadi berpengaruh juga terhadap pertumbuhan dan perkembangan bunga.
Solusi untuk membuat pete menjadi berkualitas coba mas syalom lakukan pencacakan secara merata pada bagian batang pohon pete yang berada di atas 1 meter di permukaan tanah. Mudah-mudahan nanti selanjutnya hasil panennya banyak. Saya sudah mempraktekannya. Terima kasih.

Reply
avatar
August 4, 2017 at 10:06 PM Delete

Pencacakan itu seperti ditimpas dibagian pohon.?

Reply
avatar