3 Cara Agar Buah, Bunga, Daun Tomat Tidak GUGUR (Rontok)

Buah tomat seringkali mengalami keguguran pada daunnya maupun pada buahnya. Hal ini dapat terjadi diakibatkan oleh beberapa faktor seperti intensitas curah hujan tinggi, tanaman tomat kekurangan nutrisi (unsur hara) penting, serangan hama dan penyakit patogen bagi tanaman, hempasan angin dan cuaca ekstrem, serta faktor hormonal juga berperan dalam hal ini.

Kerontokan (gugurnya) daun, bunga maupun gugur buah tomat dapat pula disebabkan karena tanaman kekurangan unsur hara penting yang dapat menunjang kehidupannya, dan yang menyebabkan daun, bunga, serta buah tomat rontok sebelum matang juga dipengaruhi oleh fitohormon (hormon pada tumbuhan) yang disebut asam absisat.

Beberapa ciri-ciri tanaman tomat (rampai) yang hendak mengalami keguguran baik pada bunga, daun, maupun buahnya, biasanya dapat teramati dari beberapa sudut pandang, diantaranya yaitu:

  • Pertumbuhan akar, batang, serta daunnya mengalami gangguan, dapat diindikasikan seperti pohonnya mudah rebah (roboh) karena akar sebagai penopangnya semakin berkurang fungsi hal ini dapat disebabkan karena faktor hormonal, gen, maupun faktor luar. 
  • Batang pada tanamannya menjadi kurus-kurus, bunganya jarang, dan daunnya tipis-tipis/kurang tebal, daun mengalami perubahan warna yang tidak umum (nekrosis dan klorosis);
  • Bagian organ daunnya menggulung, mengalami bopeng (berlubang) yang mungkin juga disebabkan karena tanaman terserang hama dan penyakit khusus pada tomat. (Silakan baca: Jenis Hama Penyakit Pada Tanaman Tomat dan Cabai;
  • Pertumbuhan dan perkembangan buahnya terhambat, umumnya buahnya mengalami kekerdilan, buahnya kurang normal seperti buah tomat normal pada umumnya.
  • Jika lihat sekilas tanaman nampak kurang/tidak sehat, tanaman terlihat lesu, daunnya pucat pasi;
  • Tanaman tomat kekurangan air (mengalami dehidrasi), sehingga proses metabolisme sel di dalam organ tubuh tumbuhan tidak berjalan optimal, termasuk proses transportasi unsur hara dari akar tanaman ke bagian organ tumbuhan di atasnya kurang berjalan lancar, terganggunya proses enzimatis dalam merombak berbagai senyawa kimia anorganik yang berasal dari dalam tanah, dan lain sebagainya.
Melihat beberapa faktor yang memungkinkan terjadinya kerontokan pada organ tanaman tomat di atas, maka sebagai petani/pekebun hortikultura tentu saja anda sedikit was-was dan selalu mencari jalan keluar dari permasalah tersebut, entah itu melakukan sharing (diskusi), bertanya langsung kepada pakar pertanian tomat, dan atau mencari referensi lain melalui internet. Dan anda sangat beruntung menemukan blog guruilmuan ini untuk sekedar mencari informasi, atau lebih dari itu.

Buah Tomat Rampai Segar melekat Pada Pohonnya
Buah Tomat Rampai Segar melekat Pada Pohonnya, Photo Original by: Wahid Priyono (Guruilmuan)

Ada beberapa kiat yang dapat diperdalam untuk memberikan solusi jalan keluar dari permasalah agar buah, daun, dan bunga tomat tidak mengalami keguguran (rontok). Tentu saja kita harus menganalisa terlebih dahulu apa penyebab hal tersebut dapat terjadi. Kemungkinan point-point yang telah dijelaskan pada paragraf-paragraf sebelumnya dapat menjadi acuan dalam penyelesaian masalah.

Berdasarkan pengalaman saya pribadi, ada beberapa langkah yang dapat ditempuh untuk menyelesaikan permasalahan di atas, diantaranya akan diulas pada bagian di bawah ini, silakan disimak.

1. Berikan Pupuk Pada Tanaman Tomat Secukupnya

Pupuk yang diberikan pada tanaman tomat sebaiknya seperlunya saja, tidak kurang dan juga tidak lebih. Karena sesuatu hal yang berlebihan itu tidak baik. Sama halnya dengan manusia, jika makan terlalu kenyang juga tidak bagus buat kesehatan, demikian juga dengan tumbuhan memerlukan nutrisi makanan yang seimbang bagi kehidupannya.

Pemberian pupuk kepada berbagai varietas tanaman tomat rampai dapat dilakukan melalui berbagai cara, yakni dengan memberikan pupuk organik dari kotoran hewan ternak yang telah dikeringkan, pemupukan dengan kompos dan pupuk hayati, atau juga dapat menggunakan obat dan produk pupuk anorganik.

Kedua jenis pupuk di atas sangat berguna bagi tanaman. Dan sebaiknya usahakan pemberian pupuk yang berbahan aktif Nitrogen (N), Phosfor (P), Magnesium (Mg), Kalsium (Ca), dan juga Kalium (K). Karena kelima unsur hara tersebut sangat dibutuhkan oleh tumbuhan dalam berbagai kegiatan metabolisme sel dan regulasi kehidupan organ tumbuhan.

Beberapa jenis varietas tanaman tomat rampai dan lainnya juga sangat bagus apabila dibudidaya secara organik dengan mengandalkan pupuk kandang atau kompos saja. Cakupan unsur hara makro dan mikro sudah terdapat dari kelima unsur di atas pada pupuk kandang yang diberikan pada masing-masing tanaman (dalam perawatan).

2. Kendalikan dan Kontrol Tanaman Tomat dari Serangan Hama dan Penyakit

Berbagai jenis hama yang kerap menyerang tanaman tomat banyak ragamnya, mulai dari ulat grayak/ulat daun yang seringkali membuat batang muda tomat dan juga daunnya dimangsa habis-habisan tak tersisa, dan kadang kala malah membuat daunnya menjadi bopeng (berlubang-lubang), sehingga penampilannya sangat kurang enak dilihat mata.

Sebagai petani/pekebun tomat, anda sangat dianjurkan untuk melakukan pengontrolan tanaman tomat sejak semai bibit hingga menjelang panen.

Pengendalian hama dan penyakit dapat dilakukan melalui berbagai cara, seperti melakukan penyemprotan dengan bahan aktif fungisida, insektisida, dan lain sebagainya. Atau penggunaan obat-obat pertanian secara alamiah hasil racikan sendiri justru lebih berdaya guna bagi tanaman itu sendiri.

3. Siram Tanaman Secukupnya

Penyiraman tanaman tomat dengan frekuensi yang baik sesuai jadwal per umur tanaman memang sangat dibutuhkan dalam rangka untuk menjaga supaya tanaman tetap sehat tidak mengalami kekurangan air (dihidrasi).

Air yang disiramkan ke tanaman tomat juga sangat penting guna menunjang berbagai aktivitas fisiologis tanaman, seperti tumbuh dan berkembang, mempekuat organ akar, batang, daun, bunga, dan juga merangsang adanya proses munculnya bunga dan buah pada tomat.

Selain itu, air juga berperan dalam proses perombakan berbagai jenis unsur hara mikro dan makro di dalam tanah, menjaga suhu tubuh tanaman supaya tetap optimal, dan air juga sebagai pelarut dalam proses fotosintesis dan aktivitas enzimatis, hormonal, dan lain sebagainya.

Oleh karena itulah, kegiatan penyiraman harus tetap dilakukan bagi petani kepada tanaman budidaya tomatnya, supaya tanaman tetap sehat, dan bahkan mencegah dari kemungkinan adanya kerontokan pada organ bunga, daun, dan juga buahnya.

Itulah tadi penjelasan tentang bagaimana 3 cara dalam perawatan tanaman tomat agar buah, bunga, dan daun tomat tidak mudah rontok (gugur). Semoga bermanfaat untuk anda.

Untuk menambah wawasan pengetahuan anda, jangan lupa anda baca artikel berikut ini, semoga bermanfaat. Klik: Cara Mengatasi Buah dan Bunga Tomat dari Kerontokan Massal.

Artikel Terpopuler

3 Cara Agar Buah, Bunga, Daun Tomat Tidak GUGUR (Rontok)
4/ 5
Oleh

Hallo Sobat Petani

Suka dengan Artikel di Atas? Silakan Berkomentar