Budidaya MANGGA dari Batang Cangkokan Agar Cepat Berbuah Lebat dan Menguntungkan Bagi Petani

Tanaman mangga dengan nama ilmiah Mangifera indica adalah jenis tanaman buah dari marga Mangifera yang banyak dibudidaya oleh masyarakat Indonesia. Tanaman mangga berasal dari daratan India dan kemudian menyebar dan dibudidaya oleh penduduk Asia lainnya, termasuk Indonesia. Di Indonesia ada beberapa jenis mangga yang tidak asing lagi di telinga kita diantaranya; Mangga golek, mangga manalagi, mangga bangkok, mangga arum manis, mangga kemang, mangga kweni, mangga pakel yang daging buahnya banyak mengandung serat-serta yang terkadang apabila dikonsumsi ada saja serat tersebut yang nyangkut di sela-sela gigi.

Pembudidayaan tanaman mangga banyak dilakukan hampir di semua daerah di Indonesia dengan melibatkan kondisi tanah, baik di lahan perkebunan, sawah, ladang, atau di daerah-daerah pegunungan dan lereng yang mempunyai kapasitas lahan cukup luas untuk budidaya tanaman ini. Mangga juga terkenal sebagai buah yang enak untuk dikonsumsi, dan negara kita (Indonesia) telah banyak mengimpor dan mengekspor hasil panen buah mangga ke berbagai negara di Asia, Eropa, dan Amerika. Permintaan pasar untuk buah jenis ini melonjak tajam setiap tahunnya, mengingat bahwa buah ini sangat digemari masyarakat untuk berbagai kepentingan, baik untuk buah meja yang dihidangkan bersama menu makanan harian, atau untuk keperluan bahan baku industri makanan dan minuman.

Dalam dunia farmasi dan kesehatan (medis), buah mangga banyak dimanfaatkan untuk menambah nafsu makan pasien di dalam ruang perawatan, sebagai diet yang bagus bagi orang baru saja melakuan operasi caesar, dapat dimanfaatkan sebagai makanan tambahan bagi orang yang menderita obesitas (kegemukan), sebagai masker mangga untuk membuat kulit wajah menjadi lebih cerah dan sehat alami karena pada buah mangga banyak terkandung vitamin C yang berfungsi sebagai aktioksidan terbaik dalam menangkal berbagai aktivitas radikal bebas yang dapat menimbulkan penyakit.

Tanaman mangga dapat dibudidaya dan ditanam secara mudah baik dilakukan secara generatif (melalui biji) atau dapat dilakukan secara vegetatif (seperti contohnya melalui proses stek batang, cangkok, dan teknik menyambung, atau menempel). Kedua cara perbanyakan tanaman ini sangat manjur dan terbukti ampuh untuk mendatangkan banyak bibit-bibit mangga baru yang unggul dan potensial untuk ditanam tanpa mengubah sifat asli yang diturunkan oleh induknya.

Pohon Mangga Hasil Cangkok Batang
Pohon Mangga Hasil Cangkok Batang, Foto Original dibidik oleh: guruilmuan.blogspot.com
Ada beberapa keuntungan menanam dan budidaya mangga dari batang cangkokan, diantaranya: berbuah lebih cepat, berbuah lebat dan menguntungkan, akan memiliki daun-daun tunas yang lebih banyak, batang cangkokan akan jauh lebih cepat tumbuh membesar, sifat tumbuh tanaman akan persis dengan induk aslinya, serta biasanya akan lebih tahan terhadap berbagai kondisi cuaca dan iklim yang ekstrem.

Namun ada beberapa kelemahan jika menanam mangga menggunakan batang cangkokan yang harus Anda ketahui juga, yakni akar batang tanaman mangga yang dicangkok biasanya di awal akan sulit berdiri (mudah roboh) karena sistem perakaran pada batang mangga cangkokan adalah bentuk dari cara perbanyakan tanaman secara buatan, dan tentu ini sangat berbeda jika membudidaya tanaman mangga langsung dengan menggunakan biji. Selain itu, banyak peneliti dan ahli pertanian buah yang berpendapat bahwa buah mangga yang ditanam dari hasil cangkokan terkadang rentan terhadap hama dan penyakit tanaman, namun dengan berkaca pada kelemahan ini justru tidak memudarkan semangat kita untuk terus menanam dan membudidaya tanaman di setiap lahan yang dimiliki.

Karakteristik Umum Tanaman Mangga

Tanaman mangga tergolong tanaman tingkat tinggi, multiseluler (banyak sel), termasuk ke dalam kelompok tumbuhan arboreus karena mangga memiliki ketinggi tanaman berkisar 4-5 meter atau lebih. Namun demikian, mangga yang diperoleh dari hasil cangkok batang biasanya proporsi tinggi tanaman tidak lebih dari 5 meter dibandingkan dengan menanam mangga melalui biji.

Mangga memiliki bunga majemuk dengan bunga umumnya berwarna kuning kehijauan, berkelamin ganda, dan bunganya memiliki tandan. Sistem perakaran tanaman mangga adalah tunjang, akar bercabang-cabang dan mampu menembus tanah hingga kedalam lebih dari 100 cm. Kulit batang tebal dengan tekstur kasar, Kulit batang yang sudah tua umumnya berwarna cokelat, kelabu, hingga berwarna hitam. Mangga memiliki daun tunggal dan tumbuh lebat di ketiak batang dan ujung batangnya, Helaian daun umumnya berbentuk jorong sampai inset, warna daun hijau mengkilap, untuk daun muda biasanya berwarna cokelat-kemerahan, bagian tepi daun berbentuk gelombang, pangkal daun berbentuk lancip, untuk daun mangga sendiri ada beberapa variasi diantaranya berbentuk lonjong dengan ujungnya membentuk mata tombak, bulat telur dengan ujung runcing, segi empat dengan ujung daun runcing, atau segi empat dengan ujung daun membulat. Sementara itu, karakteristik buah mangga seperti; buah mangga muda mempunyai kulit buah cenderung hijau muda atau hijau tua, jika buah sudah matang akan berwarna orange, kuning langsat, dan berbau harum. Ukuran panjang buah berkisar 5 - 30 cm sesuai dengan varietas buah mangga yang dibudidaya.

Syarat Tumbuh Tanaman Mangga

Tanaman mangga adalah tanaman musiman dan sangat baik jika dibudidaya baik di area dataran rendah maupun dataran tinggi mulai dari ketinggian 0-1.200 mdpl. Tanaman mangga cocok hidup di daerah dengan musim kering selama 3 bulan, karena pada masa semacam ini diperlukan sebelum dan setelah berbunga. Tanaman mangga sangat cocok di tanam pada tanah jenis liat berhumus, tanah andosol, grumosol, tanah lempung berpasir dengan tingkat derajat keasamaan tanah (pH tanah) diantara 5 - 6,3. Curah hujan untuk budidaya mangga dalam skala besar adalah 700- 1.400 mm/tahun, dengan tingkat kelembaban udara yakni 65-75 %. Tanaman mangga tidak dapat tumbuh baik pada lahan dengan banyak semak belukar (sarang gulma-rumput liar), karena dengan kondisi gulma yang menumpuk dan tumbuh banyak justru akan menimbulkan persoalan baru yakni tanaman menjadi rentan terserang berbagai hama dan penyakit pada tanaman. Oleh karena ini mengetahui syarat tumbuh tanaman mangga sangat penting bagi petani yang ingin memulai usaha budidaya tanaman mangga agar cepat berbuah lebat.

Cara Budidaya Tanaman Mangga dari Batang Cangkokan

Ada dua alternatif untuk mengembangbiakan tanaman mangga, seperti dilakukan secara generatif (melalui biji) atau secara vegetatif (melalui penyambungan, okulasi (menempel), cangkok, atau stek batang). Tidak ada salahnya jika Anda ingin membudidaya tanaman mangga dengan cara generatif, akan tetapi banyak para petani Nusantara yang kini menggunakan cara budidaya mangga secara vegetatif yakni dengan cara mencangkok. Pilihan ini bukan karena tanpa alasan, mereka beranggapan bahwa apabila menanam mangga dengan cara generatif menggunakan biji, maka sangat lama sekali untuk memperoleh hasil panen. Bahkan, tanaman mangga sejak usia 0 sampai dengan berbuah memiliki waktu tumbuh dan berkembang lebih lama yakni kisaran 7-9 tahun. Hal ini sangat berbeda jika membudidaya mangga dengan cara vegetatif yakni dengan cara mencangkok. Keuntungan mencangkok yakni tanaman akan cepat berbuah sehingga meminimalisir adanya sistem "tunggu panen" yang terlalu lama dan membuat petani menjadi jenuh.

Budidaya tanaman mangga dengan teknik cangkok batang semakin populer dan merupakan cara terbaik untuk memperoleh hasil panen secara cepat, praktis, dan penggunaan waktu secara efisien. Ada beberapa hal yang harus ditempuh untuk memulai cara budidaya mangga dari batang cangkokan agar cepat berbuah, yakni meliputi tahapan penyiapan bibit batang cangkokan, pengolahan tanah, sistem perawatan dasar, hingga proses pemanenan dan pemasaran hasil panen kepada tempat penjualan yang tepat.

1. Pemilihan Bibit Mangga Cangkokan Yang Unggul

Bibit mangga cangkokan sebaiknya dapat diperoleh dari hasil mencangkok di kebun mangga sendiri atau dapat membelinya langsung di kios tempat penjualan bibit tanaman. Harga batang cangkokan mangga cukup terjangkau. Selain pembelian bibit di kios tanaman, pembelian bibit mangga cangkokan juga dapat langsung ke tukang kebun mangga yang profesional dengan rekam jejaknya yang sudah ahli dan menghasilkan produktivitas pertanian unggul.

Bibit mangga cangkokan yang dibeli harus dilihat secara fisik apakah ada hama atau penyakit tanaman yang menyerang bagian organ akar, daun, batang, atau akarnya? Jika tidak ada, maka bisa dipastikan bibit tersebut terbebas dari bibit tanam yang buruk. Pastikan juga bibit tidak cacat, artinya tidak ada beberapa organ tanaman yang hilang, luka, atau mati. Bibit cangkokan mangga harus benar-benar sehat, nampak segar, warna daun dan tunas batangnya cerah, dan pastikan bahwa varietas mangga yang hendak dibudidaya adalah mangga yang berkualitas, memiliki rasa buah yang manis, cepat berbuah, buahnya banyak dalam satu tandan buah, daging buahnya mengandung banyak air, padat dan kriteria lainnya. Selain itu, tanaman mangga cangkokan harus benar-benar berasal dari induk yang produktif dan telah berhasil mengeluarkan buah secara melimpah setiap musimnya.

2. Pengolahan Lahan dan Penanaman Mangga Cangkokan

Setelah pembelian dan pemilihan bibit, maka langkah selanjutnya yang harus ditempuh yakni pengolahan tanah pertanian sebagai media tanam mangga. Penanaman pohon mangga yang diperoleh dari cara vegetatif (mencangkok) sebaiknya ditanam pada lahan atau ruang terbuka, dan banyak tersinari oleh cahaya matahari penuh setiap harinya. Gunakan tanah gembur, subur, dan berbahan pupuk kompos alamiah (pupuk kandang) sebagai bahan dasar organik untuk meningkatkan kualitas tanam. Cara pengolahan lahan tanam mangga yakni:


  • Persiapan tanam mangga cangkokan: Pastikan pemilihan lahan atau kebun mangga sangat tepat, memperhatikan faktor keamanan sosial, kemudahan transportasi, dan ketercukupan sumber air;
  • Pembukaan lahan: Dilakukan dengan cara membongkar tanaman yang tidak diperlukan dan mematikan alang-alang atau rumput liar di aera lahan, dan selanjutnya membajak tanah untuk menghilangkan bongkahan tanah terlalu besar, sehingga tanah akan semakin gembur dan halus;
  • Pengaturan jarak tanam: Sehingga pada tanah kurang subur jarak tanam dirapatkan, sementara itu pada tanah yang subur jarak tanam direnggangkan. Jarak tanam standar adalah 9-10 meter, dan diatur dengan cara: diagonal, segitiga sama kaki, atau bujur sangkar (segi empat) secara menyilang atau per larik.
Selanjutnya yaitu mengetahui teknik penanaman mangga meliputi beberapa hal penting yang tidak boleh terlewatkan begitu saja, seperti:

  • Pembuatan lubang tanam: lubang tanam dibuat membentuk persegi dengan panjang X lebar X tinggi masing-masing yakni 100 cm. Waktu penggalian tanah, galilah tanah sedalam 50 cm dipisahkan dengan galian selanjutnya 50-100 cm. Galian tanah bagian terdalamnya diberi pupuk kandang/pupuk kompos dan keringkan 3-4 hari (dianjurkan pupuk kandang sapi/ayam yang banyak mengandung unsur hara Nitrogen (N) yang sangat baik untuk merangsang pertumbuhan tunas batang, akar, maupun mempercepat laju pertumbuhan daun dan buah). Kemudian masukan tanah galian bagian atas, diikuti tanah galian bagian bawahnya. Sebaiknya pembuatan lubang tanam mangga dilakukan pada saat musim kemarau.
  • Cara penanaman mangga: Lubang tanam yang sudah ditimbun kemudian digali kembali dengan ukuran panjang dan lebar masing-masing yakni 60 cm dengan kedalaman 30 cm. Taburi lubang tersebut dengan furadan 10-25 gram, tujuannya agar tanaman terbebas dari aktivitas mikroorganisme tanah yang bersifat parasit (tidak menguntungkan). Polybag bibit mangga cangkokan digunting sampai ke bawah, masukan bibit beserta tanahnya ke dalam lubang tanam tadi sampai membentuk guludan. Tekan tanah di sekitar batang dan akar tanaman dengan tanah penutup lubang hingga tanah penutupan lubang benar-benar padat, kemudian siram tanaman secara rutin pagi dan sore agar kelembaban tanaman terjaga. Jangan lupa juga untuk memasang kayu penyangga pada sekitar tanaman cangkokan agar tanaman tidak roboh, mengingat akar tanaman hasil cangkokan tidak kokoh (belum memiliki akar tunjang).
  • Penanaman pohon pelindung: bertujuan untuk menahan agar tanaman tidak mudah roboh saat ditiup anggin atau hujan kencang. Jenis pohon yang digunakan adalah pohon trembesi dan pohon asam.
3. Perawatan Dasar Tanaman Mangga Hasil Cangkokan


Pohon Mangga Beserta Buahnya
Pohon Mangga (Foto Dibidik Oleh: guruilmuan.blogspot.com)


Peningkatan produksi hasil pertanian (panen) sangat dipengaruhi oleh banyak faktor, termasuk tidak terlepas dari bagaimana tingkat keuletan (ketekunan) para petani buah untuk selalu intensif dalam masalah perawatan dasar tanaman mangga. Karena telah terbukti, kemampuan hasil panen yang memadai tergantung dari seberapa benar dan giat dalam proses perawatan tanaman sejak usia 0 tanam sampai dengan tumbuh dewasa dan berbuah lebat. Ada beberapa teknik pemeliharaan tanaman mangga yang harus Anda lakukan diantaranya:

  • Penyiangan: Bertujuan untuk mencabut, mengoret, atau mematikan rumput liar penghambat pertumbuhan tanaman mangga. Penyiangan tidak boleh sembarangan, yakni dengan mencabut rumput dengan sampai pada tingkat akar, dan membuang atau membakarnya agar tidak tumbuh di area tanam yang sama. Penyiangan tanaman mangga dapat dilakukan pada saat pemupukan penggemburan lahan tanam;
  • Pembubunan/Penggemburan lahan: Tanah yang padat dan tidak ditumbuhi rumput liar di sekitar pangkal batang harus digemburkan, biasanya pada awal musim hujan dan ketika tanaman benar-benar sudah mapan (berumur 3-4 bulan sejak tanam awal). Penggemburan tanah di kebun mangga cangkokan jangan terlalu dalam, karena dikhawatirkan akan melukai akar tanaman sehingga tanaman rentan terhadap pertumbuhan yang terhambat atau adanya penyakit tanaman mangga akibat aktivitas mikroorganisme tanah berbahaya (patogen);
  • Perempelan/Pemangkasan: Pemangkasan bertujuan untuk membentuk kanopi yang baik dan meningkatkan produksi panen agar cepat berbuah lebat dan menguntungkan. Ketika tanaman mulai bertunas, perlu dilakukan pemangkasan tunas agar dalam satu cabang tanaman mangga hanya terdapat 3 - 4 tunas saja. Tunas yang dipilih jangan terletak sama tinggi dan berada pada sisi yang berbeda. Tunas dipelihara selama 1 tahun saat tunas-tunas baru tumbuh kembali, pada saat ini dilakukan pemangkasan kedua dengan meninggalkan 2-3 tunas. Selanjutnya, pemangkasan ketiga dilakukan satu tahun kemudian dilakukan sama dengan pemangkasan kedua;
  • Peningkatan kualitas dan kuantitas buah mangga: Dari sekian banyak bunga yang muncul, diprediksikan hanya 0,3% yang akan menghasilkan buah yang lebat dan dapat dipetik. Untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas buah mangga sebaiknya dapat menyemprotkan polinator maru atau menyemprotkan serbuk sari dan diikuti dengan penggunaan hormon giberelin. Dengan cara semacam ini, persentase pembentukan buah dapat ditingkatkan menjadi 1,5 % atau lebih.
  • Pengendalian hama dan penyakit tanaman mangga: dapat menyemprotkan pupuk hayati, insektisida, fungisida pada tanaman yang terserang hama dan penyakit. Beberapa jenis penyakit yang meyerang tanaman mangga diantaranya penyakit diplodia, cendawan jelaga, bercak karat merah, penyakit mangga, kudis buah, penyakit blendok. Sementara itu, jenis hama yang seringkali menyerang organ tanaman mangga diantaranya yakni bubuk buah mangga, kepik mangga, bisul daun (karena aktivitas Procontarinia matteiana), lalat buah, wereng hitam, dan lainnya;
  • Pemupukan tanaman mangga: Pemupukan dilakukan dengan menggunakan pupuk organik dan pupuk anorganik dengan spesifikasi: Pupuk organik seperti kotoran hewan ternak kering yang sudah difermentasikan sebaiknya langsung sudah dapat diberikan ke masing-masing tanaman mangga dengan cara ditabur disekitar lokasi akarnya. Pemberian pupuk organik dilakukan setiap 2 bulan sekali dengan diselingi pemberian pupuk anorganik setiap 4 bulan sekali dalam satu tahun selama 4-5 tahun (hingga menjelang tanaman berbuah). Pupuk anorganik yang diberikan yakni pupuk jenis KCl pada 4 bulan pertama, pupuk Urea pada 4 bulan kedua, dan pupuk TSP pada 4 bulan terakhir. Masing-masing pupuk anorganik tersebut diberikan untuk masing-masing tanaman, satu pohon = 1 rantang (250 gram) pupuk anorganik baik TSP, KCl, maupun Urea. Cara pemberian pupuk anorganik yaitu dengan membuat larikan/parit secara melingkar dengan melingkari bagian tanaman, kemudian letakkan pupuk ke dalam parit/larikan  yang dibuat tersebut, lalu tutup kembali dengan tanah. Dengan pemberian pupuk secara intensif maka pertumbuhan dan perkembangan tanaman akan membaik, bahkan kualitas dan kuantitas buah akan jauh lebih banyak.

4. Kegiatan Panen dan Pendistribusian Hasil Panen Mangga

Kegiatan panen mangga adalah kegiatan yang ditunggu-tunggu oleh para petani mangga. Mangga cangkokan akan berbuah sekitar umur 3,5 - 4 tahun, mangga hasil okulasi pada umur 5 - 6 tahun. Panen pertama buah mangga biasanya hanya 10-15 buah/per pohon, dan mengikuti tahun ke-10 jumlah produksi panen buah tiap pohonnya dapat mencapai 300-500 buah/per pohon. Panen besar biasanya jatuh pada bulan September - Oktober. Tanda atau ciri buah mangga yang sudah siap dipanen adalah adanya buah yang jatuh karena matang sedikitnya 1 buah per pohon. untuk mangga arumanis/manalagi menjadi hijau tua kebiruan, warna buah mangga gedok/golek berubah menjadi warna kuning/merah. Buah yang dipetik harus sudah benar-benar tua dan keras.

Pada saat pemetikan mangga, buah jangan sampai terpotong, tercongkel, atau jatuh sampai memar. Buah sebaiknya dipetik pada sore hari dengan menggunakan pisau tajam, kemudian buah yang sudah dipanen di masukan ke dalam keranjang khusus buah yang biasanya terbuat dari bilah bambu yang dianyam.

Priode panen mangga: yakni untuk wilayah Indonesia sendiri biasanya mangga berbunga satu tahun sekali, sehingga panen dilakukan 1 kali periode dalam setahun. Dalam satu pohon mangga buah tidak akan masak secara bersamaan, sehingga dilakukan beberapa kali panen dan pastikan bahwa pemanenan harus melihat usia buah dan kebutuhan pangsa pasar.

Perkiraan produksi: Pohon mangga hasil okulasi menghasilkan setidaknya 50-100 buah/per tahun, meningkat pada tahun kesepuluh hingga menghasilkan buah yang berbuah lebat dan menguntungkan mencapai 300-600 buah per umur tanaman menginjak usia 10 tahun. 1.000 buah umur tanaman 15 tahun, dan dapat mencapai 2.000 buah jika sudah mencapai usia produktif di atas 20 tahun.

Buah mangga yang sudah dipanen selanjutnya akan didistribusikan ke pasaran guna memenuhi permintaan konsumer. Sebelum dijual kepasaran, sebaiknya buah mangga disortir (dipilih-pilih) dan dipisahkan antara mangga yang mulus dan rusak. Selanjutnya mangga di lap atau dibersihkan sehingga tidak ada getah yang menempel pada kulit buahnya. Mangga kemudian dipaket-paket sesuai kualifikasi ukuran dan berat buahnya masing-masing ke dalam bentuk kotak (box) kemudian dimasukan ke dalam kotak penyimpanan buah. Pastikan kotak penyimpanan buah ada lubang-lubangnya agar buah tidak mudah membusuk serta tempat penyimpanan buah harus sejuk, teduh dan kering. Setelah semua siap edar, selanjutnya buah diangkut menggunakan alat transportasi khusus ke pasaran dan daerah-daerah yang membutuhkan.

Sekian panduan informasi tentang: "Cara Budidaya Mangga dari Batang Cangkokan Agar Cepat Berbuah Lebat dan Menguntungkan Petani". Semoga apa yang telah disampaikan pada artikel panduan di atas bermanfaat. Silakan ikuti langkah di atas apabila Anda hendak membudidayakan mangga di lingkungan perkebunan atau halaman rumah tempat dimana Anda tinggal. Ayo menanam, dan salam budidaya !.

Artikel Terpopuler

Budidaya MANGGA dari Batang Cangkokan Agar Cepat Berbuah Lebat dan Menguntungkan Bagi Petani
4/ 5
Oleh

Hallo Sobat Petani

Suka dengan Artikel di Atas? Silakan Berkomentar

14 komentar

October 19, 2015 at 11:18 PM Delete

Terimakasih artikelnya om... sangat membantu saya sebagai pemula yang sedang menggeluti dunia perkebunan buah. Boleh nih saya coba cara/tips budidaya mangga dari batang cangkok. terimakasih ilmunya, sangat bermanfaat bagi saya...

Reply
avatar
October 28, 2015 at 9:52 AM Delete

Sama-sama juga mas Ardi Sepiyanto sudah berkunjung ke blog saya ini. Semoga bermanfaat ya? Ayo budidaya mangga. Salam berkebun, semoga berhasil ya.

Reply
avatar
November 1, 2015 at 6:18 PM Delete

saya ada pohon mangga hasil cangkokan dan sudah tumbuh dengan baik. apakah pohon tersebut bisa saya cangkok kembali?

Reply
avatar
November 2, 2015 at 4:57 PM Delete

Terimakasih mas Sapi Kurus telah berkunjung ke blog saya ini. Berdasarkan pengalaman dan setau saya untuk pohon mangga yang awalnya adalah pohon hasil cangkokan, maka tetap bisa dilakukan pencangkokan kembali. Silakan dicoba mas semoga berhasil. Karena konsep dasar mencangkok akan berhasil apabila terdapat kambium pada batang.

Reply
avatar
December 6, 2015 at 5:53 PM Delete

Sy sdh tanam pohon mangga cangkokan 6 tahun yang lau, sampai saat ini hanya pohon nya saja sdh setinggi rumah danbfaun yg lebat,tapi belum pernah berbuah , apa yg harus sy lakuakn agar cepat brrbuah. Trims

Reply
avatar
December 7, 2015 at 2:06 PM Delete

Terimakasih mas Betazen atas pertanyaannya. Salam kenal untuk anda...
Setau dan sepengalaman saya bahwa supaya pohon mangga cepat berbuah maka alternatif cara terbaiknya adalah dengan cara perempelan, yaitu mengambil beberapa tunas samping (tunas aksiler) di atas pangkal batang. Buang saja tunas-tunas baru yang ada di sekitar tanaman san sisakan 3 - 4 batang pokok yang siap menghasilkan buah. Sementara itu buang saja batang-batang/tunas liar/aksiler. Insya Allah dalam waktu cepat tanaman mangganya akan segera berbuah lebat. Terimakasih.

Reply
avatar
December 14, 2015 at 10:57 PM Delete

Kak terimakasih atas artikelnya. Saya mau tanya kak, apakah pohon mangga yang dicangkok umur 1-2 tahun sudah bisa berbuah? Kasih tau dong...thanks.

Reply
avatar
January 4, 2016 at 2:28 PM Delete

terima kasih artikelnya sgt bermanfaat. saya punya pohon mangga hasil cangkokan saya mau tanam di pekarangan rumah luas taman 3x3m tetapi di taman ada septic tank, apakah akarnya bisa merusak/menghancurkan septictank tsb? mohon penjelasannya..

Reply
avatar
January 4, 2016 at 3:04 PM Delete

terima kasih sgt bermanfaat.. sy punya pohon mangga cangkokan ingin tanam di pekarangan dengan luas 3x3, tetapi ada septictank. apakah akarnya dapat merusak/meghancurkan septictank tsb? mhn penjelasannya.

Reply
avatar
January 4, 2016 at 3:04 PM Delete

terima kasih sgt bermanfaat.. sy punya pohon mangga cangkokan ingin tanam di pekarangan dengan luas 3x3, tetapi ada septictank. apakah akarnya dapat merusak/meghancurkan septictank tsb? mhn penjelasannya.

Reply
avatar
January 4, 2016 at 5:14 PM Delete

Seharusnya bisa berbuah. Tapi itu tergantung dari petani/pekebun itu sendiri. Kuncinya cuma satu, kalo perawatan tanaman mangga cangkokannya dilakukan dengan benar, pasti hasilnya juga bagus. Silakan dicoba.

Reply
avatar
January 4, 2016 at 5:22 PM Delete

Hallo mas Wawan Hermawan, salam kenal untuk Anda.
Saya coba menjawab pertanyaan anda.
Untuk masalah di atas, tidak akan jadi masalah serius jika penanaman mangga cangkok dilakukan berdekatan septictank WC, meskipun jaraknya hanya 3x3 meter. Karena nantinya akar tanaman mangga tersebut akan mengikuti alur gaya gravitasi bumi. Ini berdasarkan pengalaman rekan-rekan petani/pekebun yang pernah diskusi dengan saya.
Semoga jawaban saya bisa membantu. Terima kasih.

Reply
avatar
June 10, 2017 at 12:43 AM Delete

Jika pencangkokan mangga tanpa perangsang akar bisa keluar akar tidak ? kalau iya berapa bulan bisa keluar akar

Reply
avatar
June 11, 2017 at 9:37 AM Delete

Hallo pak Hapis Rian.. salam kenal pak. Setidaknya, umur cangkok 3 bulan sudah keluar akar secara maksimal dengan intensitas penyiraman yang rutin agar tanahnya tetap lembab sehingga proses mencangkok akan lebih cepat mengeluarkan akar.

Reply
avatar