Cara Menanam dan Merawat Pohon TIN Agar Cepat Berbuah Lebat

Di Indonesia dan di berbagai negara di dunia, pembudidayaan pohon tin semakin marak dilakukan oleh penggemar tanaman budidaya (pekebun). Pohon tin berasal dari Arab dan menyebar hingga ke benua Eropa, Australia, Amerika, Afrika dan Asia.

Proses penanaman buah tin ini terbilang cukup simpel, mudah dan gampang dilakukan, asalkan anda punya keinginan kuat dan menghilangkan jauh-jauh rasa malas.

Pohon Tin
Pohon Tin dalam perawatan.


Secara umum, cara menanam buah tin sama dengan menanam tanaman lainnya. Kurang lebih seperti di bawah ini:

  • Pilih bibit unggul tin yang berkualitas. Bibit tin bisa diperoleh dari hasil cangkok batang, okulasi, stek, atau cara-cara vegetatif tanaman lainnya. Secara kasat mata dapat dilihat bibit dengan tinggi kisaran 50 - 60 cm. Periksa besaran batangnya. Setidaknya besar batang bibit tin dua kali lebih besar dari besar batang pensil. Jangan lebih kecil dari batang pensil. Lihat juga keberadaan daun-daunnya, apakah tunas-tunas daunnya masih segar dan mulai berdaun banyak? kondisi seperti itu akan jauh lebih baik. Sebagai informasi, ketika anda membeli bibit pohon tin secara online, pastikan bahwa bibit benar-benar berkualitas dan berasal dari tanaman induk yang pernah berbuah lebat.
  • Selanjutnya tanam bibit tin tersebut pada media tanam berupa tanah yang sudah digemburkan dan diberi pupuk. Kegiatan penanaman pohon tin bisa dilakukan pada lahan tanah terbuka (halaman perkebunan), atau menggunakan pot.
  • Lakukan juga penyiraman secara rutin setiap 1 kali sehari di waktu sore (utamakan terutama pada saat tanahnya kering), supaya kondisi pertumbuhan tanaman tin jauh lebih baik, serta mampu menghasilkan buah lebat.
Dalam perawatannya, tanaman tin sebenarnya tidak perlu terlalu sering disiram, namun pada saat tanam awal, maka penyiraman begitu penting untuk menjaga kelembaban tanah, serta mempercepat proses pertumbuhan tanaman.

Cangkok Batang Pohon Tin
Bibit Pohon Tin. Photo Kontributor: Komunitas Zaitun/FB

Agar tanaman tin yang dibudidaya menghasilkan buah yang lebat, maka ikuti petunjuk perawatan tanaman/pohon tin berikut ini:
  • Karena menyukai tanah yang agak kering, maka penanaman pohon zaitun sebaiknya dilakukan waktu menginjak musim penghujan-kemarau;
  • Sebaiknya pohon tin diberikan penyinaran cahaya matahari sepanjang waktu, jangan pernah menutupi pohon tin dengan naungan yang menghalangi sinar matahari untuk langsung berinteraksi dengan pohon tin tersebut;
  • Pada penanaman bibit di awal tanam, maka pemupukan dilakukan dengan dosis secukupnya. Ketika tanaman tin berumur dua tahun, barulah diberikan pupuk kandang. Hal ini dilakukan agar daunnya tidak rontok dan cepat berbuah banyak;
  • Guntinglah daun-daun tin yang mengering/menguning. Daun-daun yang menguning dan mengering tersebut harus disingkirkan agar tidak menular kepada bagian tanaman lainnya;
  • Waspadai terhadap hama penggerek batang. Hama penggerek batang ini dapat membuat batang pohon tin menjadi keropos dan rusak. Pencegahannya dengan menyuntikan hormon penguat batang pohon tin dan beri nutrisi pembantu perangsang tumbuh kembang akar dan batang;
  • Apabila anda menanam pohon tin di pot, maka perhatikan ukuran tanamannya. Saat tanaman sudah mencapai 1,5 - 2 meter, segera pindahkan pada pot yang lebih besar, atau bisa langsung ke kebun. Pohon tin dapat tumbuh setinggi 35 meter;
  • Masa panen buah tin bisa dilakukan saat berumur 4 - 5 tahun ke atas.
Semoga informasi tentang cara menanam, membudidaya dan merawat/memelihara pohon tin di atas berguna untuk anda, silakan bagikan informasi ini ke rekan-rekan anda. Silakan baca juga: Cara Menanam Pohon Zaitun secara Baik dan Benar Dijamin Berhasil.

Artikel Terpopuler

Cara Menanam dan Merawat Pohon TIN Agar Cepat Berbuah Lebat
4/ 5
Oleh

Hallo Sobat Petani

Suka dengan Artikel di Atas? Silakan Berkomentar