Umur Berapa Bibit Lombok (CABE) Bisa Dipindahkan?

Budidaya cabe memang paling banyak diminati oleh para petani/pekebun di tanah air. Tak heran apabila harga cabe seperti misalnya cabe jenis CMK, CMB, cabe rawit, dan varietas lainnya telah banyak laku dan mengalami peningkatan harga yang cukup signifikan dan lebih menguntungkan dari nilai ekonomisnya. Cabe adalah tanaman horticulture yang cukup baik di pasaran ditinjau dari harganya yang stabil dan cenderung naik.

Tanaman cabe dibudidaya dengan mengikuti kaidah yang sudah baku, seperti diawali dengan tahap pemilihan bibit cabe unggul dan berkualitas tinggi, kemudian tahap penyemaian bibit, pemindahan bibit pada wadah polybag untuk kemudian selanjutnya ditanam di lahan terbuka (bedengan tanpa mulsa atau bedengan dengan perangkat mulsa plastik lengkap).

Dalam perjalanan hidupnya, tanaman cabe memang cukup berat dalam mengalami masa pertumbuhan dan perkembangan. Namun demikian, jika perawatan tanaman cabe dilakukan secara efektif dan benar, maka secara otomatis akan menghasilkan tanaman cabe yang berdaya guna, serta produktivitas hasil panennya tinggi dan bernilai jual.

Berbicara lebih lanjut tentang membudidaya cabe, dapat mengikuti alur mulai dari tahap penyemaian benih. Pada tahap ini, anda terlebih dahulu harus menyiapkan bibit/benih cabe berkualitas yang dapat anda beli benihnya di toko bibit tanaman, atau dapat juga anda memperoleh bibitnya dari hasil panen sebelumnya (pembibitan sendiri).

Setelah bibit diperoleh, tahap berikutnya yaitu penyemaian benih. Pada tahap penyemaian benih bibit cabe, anda dapat menggunakan salah satu dari sekian banyak metode semai cabe yang umum dikerjakan oleh para petani profesional. Sebagai gambarannya, anda bisa memilih dari dua teknik semai cabe berikut ini, klik untuk mendapatkan informasi lebih lengkapnya pada point-point berikut ini:

Cara semai cabe 1: Cara Semai Cabe "Steril Pro", Dihasilkan Tanaman Serentak
Cara semai cabe 2: Cara Penyemaian Bibit Cabe Sistem Gelintir (Soil Block)

Tahap penyemaian cabe dari kedua metode/teknik di atas memiliki rentang waktu tumbuh biji berkecambah yang berbeda-beda (anda bisa mencoba kedua-duanya sebagai langkah percobaan/eksperimen). Cepat atau lambatnya biji cabai berkecambah juga ditentukan oleh lamanya penyinaran, pemberian nutrisi yang tepat, pemberian hormon pertumbuhan pada tanaman cabe secara efektif, atau faktor intensitas penyiraman menggunakan air juga akan berpengaruh terhadap proses perkecambahan (melalui tahapan imbibisi pada kotiledon di biji).

Perlu diperhatikan bahwa, selama proses penyemaian benih/bibit cabe usahakan faktor penyiraman sangat penting, dan anda tentunya harus memastikan bahwa media tanam semai cabe lembab dan memiliki ketercukupan air dalam menunjang tumbuh kembang tanaman cabe muda yang baru berkecambah.

Sebagai contoh misalnya, pada cara semai cabe 1 (menggunakan teknik semai cabe steril pro), maka biasanya biji cabe yang disemai akan tumbuh kira-kira umur 4 hari. Pada umur 4 hari tersebut maka secara otomatis, biji yang bercambah harus segera langsung dipindahkan ke wadah/pot polybag ukuran kecil berwarna putih transparan untuk dilakukan pertumbuhan dna perawatan lebih lanjut (kira-kira membutuhkan waktu sekitar 20 - 25 hari untuk memperoleh tanaman cabe muda yang sehat dan berkualitas). Setelah dipindahkan dan ditumbuhkan di wadah polybag, selanjutnya merobek bagian wadh polybag dan mengeluarkan tanaman cabe muda yang sudah tumbuh sehat untuk kemudian ditanam secara langsung pada lahan bedengan yang telah dibuatkan.

Jika penanaman bibit lombok (cabe) dilakukan di lahan bedengan bermulsa, maka sebaiknya sangat disarankan untuk tiap-tiap pohon cabe diberikan tiang ajir sebagai penyangga supaya tanaman yang baru dipindahkan akan tetap tumbuh optimal dan batang serta akarnya menjadi lebih kokoh.

Selain itu, pemberian tiang ajir juga memiliki tujuan (maksud) agar tanaman cabe tersebut tidak mudah rebah (roboh) tertiup angin atau karena hempasan air hujan dengan intensitas yang terlalu tinggi.

Tanaman Cabe Hasil Semai Steril Pro dan Diberi Tiang Ajir Dari Bambu
Tanaman Cabe Hasil Semai Steril Pro dan Diberi Tiang Ajir Dari Bambu, Photografer Lapangan: Wahid Priyono (Guruilmuan)

Setelah pemindahan benih di lahan bedengan terbuka, maka selanjutnya yang perlu dikerjakan oleh para petani, yakni melakukan perawatan tanaman cabe hingga menjelang waktu panen dan pasca panen. Sebagai panduan dalam perawatan tanaman cabe anda juga dapat membaca artikel berikut ini: 5 Teknik Perawatan Cabai, Panen 60 Kali Lipat.

Dalam masa hidupnya, tentu saja perawatan tanaman cabe menjadi kunci terpenting yang harus dikerjakan petani di lahan/kebun cabe miliknya. Jika perawatan tanaman cabe dilakukan secara benar, maka hasil panenpun akan semakin baik.

Jika anda memang sedang atau akan membudidaya tanaman cabe, diharapkan setelah membaca artikel di atas, anda akan mampu menerapkan secara langsung bagaimana cara yang tepat dalam buddiaya tanaman cabe, serta mengetahui tentang umur berapa bibit cabe/lombok dapat dipindahkan setelah semai cabe awal hingga tahap perawatan bibit baik di wadah pot polybag atau ketika memang tanaman muda cabe sudah dipindahkan ke lahan tanam terbuka (bedengan).

Itulah tadi beberapa informasi mengenai pada saat umur berapa waktu yang tepat untuk memindahkan tanaman cabe, semoga bermanfaat untuk anda.

Sebagai tambahan dan bonus untuk anda, jangan lupa anda perkaya informasi dengan membaca ulasan artikel berikut ini: 5 Cara Efektif Agar Tanaman Cabe Subur dan Berbuah Gembel.

Artikel Terpopuler

Umur Berapa Bibit Lombok (CABE) Bisa Dipindahkan?
4/ 5
Oleh

Hallo Sobat Petani

Suka dengan Artikel di Atas? Silakan Berkomentar