Kenapa Pohon Kelengkeng di Pot Sulit Berbuah Lebat?

Akhir-akhir ini tanaman budidaya buah seperti pohon kelengkeng menjadi pusat perhatian para petani, pekebun, dan ahli profesi lainnya untuk membudidaya tanaman tersebut.

Tanaman kelengkeng akhir-akhir ini sangat populer di Indonesia. Banyak sekali masyarakat yang memesan tanaman buah jenis ini, karena dalam budidayanya dapat dimodifikasi, baik dicangkok, dilakukan bonsai, ditanam pada pot, bahkan dapat ditanam langsung pada lahan/area tanam yang cukup luas.

Beberapa masyarakat petani/pekebun maupun pencinta tanaman, biasanya ada juga mereka yang membudidayanya langsung di halaman tempat kerja, di lingkungan pendidikan, bahkan di pekarangan/halaman depan dan di belakang rumah. Karena area-area ini sangat cocok dijadikan tempat penanaman kelengkeng.

Penanaman pohon kelengkeng di dalam pot akhir-akhir ini sangat marak, akan tetapi tidak semua petani/pekebun mempunyai pengalaman yang baik dalam melakukan budidaya kelengkeng, mengingat ada juga petani yang memiliki pohon kelengkeng dalam pot namun sulit sekali menghasilkan buah kelengkeng setiap musimnya, sebenarnya apa yang menyebabkan hal tersebut dapat terjadi?

Kali ini admin guruilmuan akan mencoba berbagai wawasan kepada rekan-rekan semuanya terkait alasan kenapa pohon kelengkeng yang ditanam di pot sulit berbuah? Ada beberapa alasan mengapa hal tersebut dapat terjadi, diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Ukuran pot terlalu kecil atau pot tidak sebanding dengan daya tampung akar tanaman kelengkeng, sehingga nampak jompang;
  • Tidak pernah dilakukan pendangiran (penggemburan tanah) yang ada di dalam pot tanam kelengkeng tersebut, sehingga kemungkinan media tanam (tanahnya) menjadi tandus, tidak gembur, dan transpor penyerapan nutrisi/unsur hara dari dalam tanah ke akar tanaman kurang optimal, dan pada akhirnya tanaman mengalami gangguan pertumbuhan dan juga perkembangan pada bunga maupun buahnya;
  • Tidak dilakukan pemotongan beberapa tunas liar yang berdekatan pada batang pokok. Seperti diketahui pemotongan tunas aksiler (tunas samping) pada kelengkeng juga sangat penting untuk mendorong tanaman supaya lekas menghasilkan buah dalam jumlah lebat dan melimpah ruah;
  • Tanah dan ketercukupan pupuk organik maupun organik pada tanaman kelengkeng sangat kurang dan tidak diberikan secara berkala pada usia tanam tertentu, sehingga terkadang jika hal ini dibiarkan akan menyebabkan tanaman mengalami defisiensi (kekurangan) dari unsur hara yang berujung pada terganggunya pembentukan hormon dan juga pembentukan pada bakal buahnya;
  • Kurangnya kandungan air dan proses perawatan tanaman dalam pot yang kurang maksimal;
Dari kelima faktor di atas, tentu saja mungkin anda baru mendengarnya, dan beberapa faktor di atas memang menjadi pemicu kenapa pohon kelengkeng di dalam pot sulit sekali menghasilkan buah yang produktif, banyak dan juga sangat lebat.

Pohon Kelengkeng Berbuah
Pohon Kelengkeng Berbuah, Photo Original by: Wahid Priyono (Guruilmuan)

Untuk menjawab beberapa faktor dan solusi tepat supaya pohon kelengkeng dapat berbuah lebat meskipun ditanam di dalam pot, ada beberapa hal yang dapat anda lakukan, dan tentu saja cara yang akan diberikan pada panduan/tutorial di bawah ini saya dapatkan juga dari beberapa petani kelengkeng yang pernah saya jumpai. Berikut ini solusinya:
  • Pilih dan gunakanlah ukuran pot yang cukup besar untuk menanam bibit kelengkeng, sebaiknya ukuran yang ideal yakni menggunakan pot seukuran ember besar penampung air, atau pot ukuran sedang dan tentu saja harus dipertimbangkan dan disesuaikan dengan porsi/tinggi tanaman bibit;
  • Lakukan penggemburan pada lahan tanam (tanah) yang ada di dalam pot dengan cara dicangkul kecil-kecil menggunakan sekop kecil, pencong, dan alat pendangiran jenis lainnya. Selama melakukan penggemburan tanah (pendangiran), lakukan juga kegiatan penyiangan/membersihkan lahan tanam di dalam pot dari kemungkinan tumbuhnya rumput-rumput liar (gulma). Buang gulma atau dapat dilakukan dengan cara dibakar supaya rekam jejak dan akar-akarnya yang tersisa tidak lagi mengalami pertumbuhan atau bahkan perkecambahan pada bagian spora yang tersisa pada bagian organ reproduktifnya; Pendangiran dilakukan setiap 1 bulan sekali sepanjang hidup tanaman kelengkeng tersebut (terutama yang dibudidaya di dalam wadah pot);
  • Setelah dilakukan pendangiran dan penyiangan pada tanaman, jangan lupakan juga aktivitas penyiraman pada lahan tanam jika kondisi tanahnya sangat memprihatinkan (gersang) dan kering. Penyiraman juga harus melihat usia tanaman dengan memperhatikan frekuensi penyiraman dan kelembaban tanah akibat penyiraman yang dilakukan;
  • Lakukan perempelan (pemotongan) pada bagian tunas-tunas samping (tunas aksiler) yang tumbuhnya secara liar di bagian batang pokok utama. Biasanya tunas aksiler ini jumlahnya sangat banyak ( lebih dari 2 tunas) dan terkesan kurang enak dilihat oleh indera mata. Maka dari itu buanglah tunas aksiler tersebut, karena beberapa petani/pekebun hortikultura kelengkeng sangat percaya bahwa dengan pemotongan/pembuangan tunas aksiler tersebut dapat merangsang proses munculnya bunga dan juga buah. Pemotongan tunas aksiler dapat menggunakan gunting atau pisau steril;
  • Pada masa tanam awal, sebaiknya gunakan pupuk organik yang melimpah dan cukup yang dapat diperoleh dari kotoran hewan ternak yang telah dikeringkan. Penggunaan kotoran ternak kerbau dan sapi yang telah dikeringkan sangatlah dianjurkan untuk memicu pohon kelengkeng dalam menghasilkan buah yang lebat dan berkualitas tinggi. Selain pupuk organik dari kotoran ternak, penggunaan kompos, dan juga pupuk anorganik seperti urea, KCL, pupuk phonska, pupuk bokashi, dan pupuk-pupuk yang mengandung senyawa kimia aktif seperti unsur Nitrogen (N), Kalium, Kalsium, Magnesium, dan Phosfor (P) juga sangat bagus untuk tanaman kelengkeng.
Dengan mengikuti pola perawatan tanaman seperti yang telah dijelaskan di atas, semoga anda akan menemukan jawaban yang sudah tentu bagus untuk merawat dan membudidaya tanaman kelengkeng anda yang sulit atau susah menghasilkan buah, padahal jika anda tau resep dan strategi/caranya, maka tidak ada yang perlu dicemaskan. Ikuti saja panduan di atas, dan lihat perubahan yang terjadi pada tanaman kelengkeng anda.

Oke itu saja informasi yang dapat guruilmuan berikan kepada rekan-rekan petani dan pekebun kelengkeng, semoga bermanfaat, jangan lupa baca juga artikel berikut: Cara Merawat Pohon Kelengkeng Agar Cepat Berbuah Lebat

Artikel Terpopuler

Kenapa Pohon Kelengkeng di Pot Sulit Berbuah Lebat?
4/ 5
Oleh

Hallo Sobat Petani

Suka dengan Artikel di Atas? Silakan Berkomentar