Cara Budidaya KACANG TUNGGAK Organik Dari Biji Agar Menguntungkan

Kacang tunggak (dengan nama latin: Vigna unguiculata L), telah banyak dibudidaya oleh masyarakat petani di Indonesia karena ada dua sisi keuntungan, yakni daunnya (biasa disebut lembayung) dapat dijadikan bahan kuliner untuk sayuran, sedangkan buahnya dapat dimanfaatkan untuk kepentingan pembuatan bubur kacang tunggak, dan lain sebagainya. Kacang tunggak ini berada dalam famili yang sama dengan kacang lain seperti kacang panjang.

Dilihat dari komposisi kandungan gizinya, kacang tunggak memiliki kandungan zat karbohidrat tinggi, serta beberapa asam amino penting yang ada pada bijinya. Asam amino merupakan polipeptida penting pada komponen protein dan berguna sebagai zat pembangun tubuh dan memperlancar dalam sekresi enzim di dalam tubuh manusia maupun hewan.

Pembudidayaan Kacang Tunggak Secara Organik
Pembudidayaan Kacang Tunggak Secara Organik, foto original: guruilmuan.
Dalam dunia medis (kedokteran), kacang tunggak mempunyai beberapa kelebihan sehingga terbukti mampu membantu dalam pemenuhan nutrisi bagi pasien penderita kanker payudara, sebagai makanan yang baik bagi penderita diabetes, hipertensi, dan orang yang menderita gejala anemia.

Melihat beberapa keuntungan di atas, tak ada salahnya jika mulai saat ini bersama-sama untuk membudidaya tanaman kacang tunggak yang menguntungkan. Namun sebelum membahas lebih jauh tentang bagaimana cara membudidaya kacang tunggak, alangkah baiknya kita mengetahui terlebih dahulu syarat tumbuh, karakteristik tanaman tersebut.

1. Karakteristik Tanaman Kacang Tunggak

Kacang tunggak tergolong dari suku leguminaceae (suku kacang-kacangan) yang terbukti mampu mengikat nitrogen bebas di udara. Kacang tunggak ini mempunyai ciri perawakan tubuh yang tinggi, dapat menghasilkan buah yang mirip dengan kacang panjang, tubuhnya menjulur pada lenjeran/turus, daun berwarna hijau berbentuk bulat dengan ujung runcing. Kacang tunggak (biasa disebut kacang lembayung) ini merupakan tanaman dengan akar tunggang (dikotil), bunga kelipatan 4 atau 5, pertulangan daunnya menjari, serta batangnya tidak berkambium.

2. Syarat Tumbuh Kacang Tunggak

Tanaman kacang tunggak dapat tumbuh baik pada lingkungan yang memiliki ketercukupan air. Walaupun begitu, di daerah penanaman yang memiliki lingkungan iklim kering, tanaman ini justru masih dapat tumbuh baik meskipun tak dipungkiri memerlukan waktu penyiraman rutin supaya ketersedian air di lahan tanah tetap lembab.

Syarat tumbuh lain bahwa kacang tunggak dapat dibudidaya hampir pada semua jenis tanah. Di tanah lempung berpasir dan tanah liat berhumus, tanaman ini dapat tumbuh baik hingga mencapai ketinggian di atas rata-rata (atau sekitar 50 - 80 cm).

Suhu lingkungan yang diharapkan dalam menanam kacang tunggak adalah 21 - 32 derajat celcius, kelembaban udara 67 - 78 %, serta ketersediaan cahaya matahari yang mencukupi sepanjang hari. Adanya cahaya matahari sangat penting bagi pertumbuhan dan perkembangan, dimana peran cahaya matahari sebagai substansi kimiawi dalam menjalankan proses fotosintesis tumbuhan untuk menghasilkan makanan.

Di daerah-daerah berdataran tinggi di Lampung, seperti di daerah kabupaten Tanggamus, Gisting, Liwa (Lampung Barat), Kalianda dan Natar (Lampung Selatan) dimana tempat saya tinggal, maka pembudidayaan tanaman holtikultura sayuran ini (kacang tunggak) telah banyak dilakukan oleh masyarakat petani di wilayah tersebut dalam jumlah besar-besaran. Sementara itu, di daerah berdataran rendah, pertumbuhan tanaman kacang tunggak tetap baik meskipun cara perawatan intensif harus tetap dilakukan dalam pengintrolan kualitas tanam.

3. Cara Budidaya Kacang Tunggak Yang Baik dan Benar

Pembudidayaan kacang tunggak telah populer. Sebenarnya untuk membudidaya kacang tunggak tidak harus memiliki lahan luas berhektar-hektar. Cukuplah mempunyai lahan seluas 5 meter x 5 meter cukup untuk menanam tunggak dengan sistem bedengan. Pembudidayaannya sering dilakukan di daerah persawahan, di kebun halaman rumah, daerah pemukiman, kebun holtikultura sayuran dan buah, serta daerah lereng gunung, maupun daerah-daerah tegalan.

Pembudidayaan kacang tunggak terbilang cukup mudah dan praktis. Untuk kiat sukses budidaya kacang tunggak mari ikuti langkah-langkah berikut ini:

  • Langkah pertama yang harus dilakukan yaitu membajak/mencangkul lahan setinggi 25 - 30 cm, lalu membuatnya menjadi barisan bedengan-bedengan kecil (disesuaikan kebutuhan). Disarankan untuk membuat bedengan dengan ukuran tinggi x lebar masing-masing adalah 30 cm x 70 cm. Bedengan yang telah dibuat kemudian di atas bedengannya tersebut diberikan pupuk kandang yang telah dikeringkan. Sebaiknya gunakan saja pupuk kandang dari kotoran hewan ternak sapi atau ayam yang telah terbukti mampu membuat tanaman menjadi lebih subur, warna daun tanaman menjadi hijau, serta buah yang semakin lebat dan menguntungkan.
  • Langkah kedua, membuat lubang tanam setinggi 1 - 2 cm pada masing-masing lahan bedengan yang telah disediakan. Berdasarkan pengalaman, jarak antar lubang tanam adalah 10 - 15 cm (untuk kepentingan pengambilan daunnya saja). Sementara jarak antar lubang tanam  20 - 30 cm, dikhususkan untuk menanam kacang tunggak yang hendak diambil daun dan sekaligus buahnya juga. 
  • Selanjutnya adalah memasukan biji kacang tunggak ke masing-masing lubang tanam. Ingat bahwa satu lubang tanam hanya untuk satu biji kacang tunggak. Setelah biji dibenamkan di dalam lubang tanam, lalu biji ditutup dengan tanah yang ada di sekitarnya. Untuk mempercepat pertumbuhan biji agar lekas berkecambah, sebaiknya lakukan penyiraman rutin setiap pagi dan petang pada saat proses tanam awal hingga tanaman muda benar-benar tumbuh. Biji kacang tunggak dapat diperoleh dari toko tanaman atau pembibitan dari kebun sendiri.
  • Umumnya biji kacang tunggak akan mulai berkecambah membentuk tumbuhan muda yakni pada usia 4 - 5 hari. Pada saat itulah, pengontrolan tanaman penting dilakukan, baik bertujuan untuk mengontrol tanaman dari kemungkinan serangan hama dan penyakit tanaman maupun karena faktor lainnya.
  • Pada usia tanam 20 - 30 hari, biasanya kacang tunggak yang ditanam sudah mempunyai daun dan pertumbuhan organ tanaman lengkap, sehingga jika tujuan penanaman kacang tunggak untuk kepentingan menghasilkan sayur dan buah, maka sebaiknya buatkan tiang rambatan (turus-turus/lenjeran) dari bambu dan sejenisnya. Tujuannya adalah untuk menopang organ tanaman kacang tunggak agar tumbuh pada posisi yang diinginkan petani yang bersangkutan. Namun, apabila tujuan penanaman budidaya kacang tunggak organik hanya untuk tujuan sebagai tanaman sayuran, maka tidak perlu diberikan lenjeran.
4. Perawatan Dasar Budidaya Kacang Tunggak Secara Organik

Dalam budidaya tumbuhan kacang tunggak, para penggemar tanaman tidak perlu cemas dalam proses perawatannya. Dijamin ketika Anda mengikuti tips di bawah ini maka hasil panen kacang tunggak akan semakin menguntungkan dengan daun dan buah yang segar-segar.

Penyiraman Tanaman Kacang Tunggak
Penyiraman Tanaman Kacang Tunggak, Foto Orisinil Oleh: Guruilmuan

  • Penyiraman: Intensitas penyiraman tanaman kacang tunggak penting dilakukan terutama pada masa proses tanam biji awal. Penyiraman juga dapat dilakukan ketika lingkungan lahan tanam sudah mulai kering akibat sengatan cahaya matahari yang tinggi. Seiring dengan bertambahnya usia tanaman, frekuensi penyiraman dapat dikurangi hingga tanaman benar-benar tumbuh sempurna menghasilkan daun lembayung segar beserta buahnya.
  • Penyulaman: Betujuan untuk memperbaiki lubang tanam yang terindikasi ketidaktumbuhan biji saat ditanam. Penyulaman dilakukan maksimal satu minggu sejak tanam awal dengan terlebih dahulu memastikan bahwa memang benar-benar ada biji yang tidak tumbuh sehingga perlu diganti dengan biji/bibit yang baru.
  • Penyiangan: Bertujuan untuk membuang, mencabut, dan mengoret rumput-rumput liar yang ada pada lahan tanam kacang tunggak. 
  • Pendangiran: Dilakukan dengan cara mencangkul kecil-kecil lahan di sekitar tempat tumbuh tanaman, adapun tujuannya supaya pertumbuhan tanaman menjadi cepat dan makin subur.
  • Pemupukan: Tanaman kacang tunggak cukup dipupuk sebanyak 1 kali dalam periode hidupnya, yakni pemupukan pertama menggunakan pupuk kandang ayam/sapi yang telah dikeringkan, masing-masing tanaman diberi 1 genggam pupuk kandang pada umur tanaman menginjak 3 - 4 minggu. Selebihnya tetap dikontrol kelembaban tanahnya saja.
  • Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman: Dalam beberapa kasus, tanaman kacang tunggak sangat berpotensi terserang hama wereng hitam, walang sangit, ulat grayak, dan layu fusarium. Beberapa penyakit yang menyerang organ tanaman baik pada pangkal batang, daun, maupun akar disebabkan karena aktivitas mikroorganisme parasit dari cendawan (jamur/fungi), virus khusus penyerang tanaman Leguminaceae, dan bakteri patogen pada akarnya.

5. Kegiatan Panen dan Pasca Panen Kacang Tunggak

Kacang tunggak dapat dipanen baik pada bagian daunnya maupun buahnya. Proses pemanenan buah maupun pemetikan daun dilakukan secara bertahap, bisa 4 hari atau seminggu sekali disesuaikan dengan kebutuhan.

Cara Pemanenan Kacang Tunggak (Dipetik)
Cara Pemanenan Kacang Tunggak (Dipetik), Foto Asli Oleh: guruilmuan


Cara pemanenannya adalah memetik buah kacang tunggak yang sudah berumur cukup dewasa, kemudian hasilnya dimasukan ke dalam karung atau ember khusus pemanenan kacang tunggak. Untuk waktu tunggu panen kacang tunggak melalui biji dapat dilakukan pada usia tanam sekitar 2 - 3 bulan. Sementara itu, pemanenan daun kacang tunggak (lembayung) untuk tujuan konsumsi rumah tangga dapat dilakukan sejak umur tanaman di bawah 2 bulan. Pemanenan daun lembayung dapat dilakukan dengan cara dipetik manual menggunakan tangan terbuka, kemudian hasil panen daun lembayung diikat-ikat untuk dijual nantinya di pasaran.

Harga perikat untuk daun kacang tunggak yang dibeli langsung dari petani (pelaku pembudidaya) di daerah Natar, Kabupaten Lampung Selatan biasanya dijatuhkan harga Rp. 1.500,00,- hingga Rp. 2.000,00,-, dan dipasaran kemungkinan satu ikatnya dapat dibeli dengan harga kisaran Rp. 2.500,00,- hingga Rp. 3.000,00,- atau bahkan lebih dan tentunya disesuaikan dengan daerah masing-masing di Indonesia.

Daun Kacang Tunggak (Lembayung) Siap Dijual Di Pasar
Daun Kacang Tunggak (Lembayung) Siap Dijual Di Pasar (Sudah Dikat-ikat), Foto: Guruilmuan

Buah kacang tunggak juga dapat dijual dipasaran atau dikonsumsi sendiri untuk berbagai kepentingan. Harga biji kacang tunggak perkilogramnya cukup mahal kisaran Rp. 30.000,00,- hingga Rp. 45.000,00,-, dan hanya ada pada toko-toko penjualan hasil tanaman holtikultura tertentu.

Dengan melihat peluang yang cukup menjanjikan dalam pembudidayaan tanaman kacang tunggak bai untuk skala rumahan maupun untuk penjualan, maka tak ada salahnya Anda mencoba untuk membudidaya kacang tunggak organik dari biji agar menguntungkan. Semoga informasi yang dijelaskan di atas bermanfaat untuk pembaca setia blog guruilmuan. Nantikan tutorial cara budidaya tanaman lain, salam budidaya pertanian, ayo menanam.





Artikel Terpopuler

Cara Budidaya KACANG TUNGGAK Organik Dari Biji Agar Menguntungkan
4/ 5
Oleh

Hallo Sobat Petani

Suka dengan Artikel di Atas? Silakan Berkomentar

2 komentar

February 1, 2017 at 8:01 AM Delete

Kacang tunggak bukan monokotil tetap dikotil, daun tidak menjadi majemuk terdiri dari 4 daun

Reply
avatar
February 14, 2017 at 12:07 PM Delete

Hallo ibu Sukarmi, salam kenal untuk anda. Terimakasih bu atas penjelasan dan koreksinya, akan segera saya perbaiki. Terimakasih banyak telah menyempurnakan artikel yang saya tulis tentang "kacang tunggak".

Reply
avatar