Pemeliharaan dan Perawatan Tanaman Melon Sesuai Prosedur Yang Baik dan Benar

Proses pemeliharaan dan perawatan tanaman melon dapat dilakukan dengan beberapa tahapan (langkah yang benar) seperti; melakukan penyulaman, pemupukan, pengairan/irigasi, membuatkan tiang ajir, pemangkasan, pemilihan buah berkualitas baik, hingga proses penanggulangan hama dan penyakit tanaman.

Pada tahap penyulaman sebaiknya dilakukan selama setidaknya dua minggu berturut-turut dengan memantau kondisi tanaman secara langsung, agar bibit sulaman dapat lebih melekat pada tanah, sebaiknya siram dengan air bersih. Selain itu juga lakukan penyiangan agar tanaman melon tidak mudah terserang penyakit, karena gulma dapat dijadikan sebagai inang hama dan nematoda yang merugikan tanaman. Penyiangan tentu saja dapat menggunakan alat khusus pengoret rumput seperti pencong, cangkul kecil, dan perkakas dalam budidaya melon lainnya.

Langkah pemupukan tanaman melon juga penting dilakukan yakni sebanyak tiga kali yaitu 20 hari setelah penanaman, 40 hari setelah penjarangan buah, dan 60 hari setelah tanam. Dosis pemupukan yang biasanya dilakukan oleh pakar pertanian melon yakni; untuk pupuk dasar adalah: Urea 440 kg, KCL=440 kg, SP-26=120 kg, dan pupuk kandang 10 ton. Untuk pupuk susulan I dengan menggunakan pupuk urea=330 kg, SP-36=220 kg, dan KCL 160 kg. Untuk pupuk susulan II menggunakan urea=220 kg, SP-36=550 kg, dan KCL=160 kg. Sedangkan untuk pupuk susulan ke-III yakni hanya menggunakan pupuk urea=440 kg.

Pohon Melon Sedang Berbuah Lebat, Photo Original by: Muhammad Hadi, Uploading by: Wahid Priyono

Proses pertumbuhan & perkembangan tanaman melon tidak terlepas dari kondisi udara yang kering serta tanah yang cukup lembab. Untuk itu, harus dilakukan pengairan pada saat sore/malam hari supaya lahan tanam melon menjadi lebih lembab dna ketercukupan air di dalam tanah memadai. Penyiraman praktis dilakukan sejak penyemaian benih hingga pada masa panen berlangsung. Sebaiknya penyiraman tidak mengenai bagian daun dan buahnya agar buah dan daunnya tidak mudah terserang penyakit atau hama yang ditimbulkan akibat aktivitas bakteri dan jamur. Pada masa berbunga dan berbuah kurangi intensitas penyiraman (sesuaikan saja dengan kebutuhan), namun hendaknya dengan tetap menjaga supaya saluran air/got tidak terlalu kering. Penyiraman dihentikan secara total ketika mencapai tahap pemetikan buah melon atau sekitar 2 minggu menjelang panen.

Karena tanaman melon memiliki banyak cabang, maka sebaiknya dibuatkan tiang ajir atau tongkat yang terbuat dari bilah bambu setinggi 50-60 cm guna dijadikan rambatan sulur tanaman melon. Pembuatan ajir ini sangat penting selain untuk rambatan sulur juga berfungsi untuk nangkringnya buah melon dan tempat untuk menata bunga dan buah melon agar berada pada posisi yang menguntungkan, selain itu, adanya tiang ajir juga memudahkan dalam pemetikan dan pemantauan laju pertumbuhan dan perkembangan buah.

Begitu tanaman melon mempunyai 8-10 helaian daun, lakukan pemotongan tunas yang tumbuh pada ketiak daun pertama hingga ketiak daun urutan kelima. Pangkas pula tunas yang tumbuh setelah ruas kedelapan dengan menyisakan dua helai daun saja. Lakukan pangkas pucuk ketika batang utama telah mencapai 20 hingga 25 ruas. Waktu pemangkasan yang baik yaitu saat kodisi cerah berawan dan udara kering.

Buah yang dihasilkan tanaman melon tidak semuanya dipanen, hanya 3-4 calon buah di setiap tanaman yang tumbuh pada cabang 10-17 yang dibiarkan terus tumbuh sedangkan sisanya dibuang. Ketika buah sudah berukuran sebesar telur ayam kampung, pilihlah 2-3 calon buah terbaik yakni buah yang memiliki karakteristik buah bulat agak lonjong serta bentuk lingkaran buahnya sangat proporsional.

Selain itu, pemeliharaan tanaman melon dari serangan hama serta penyakit tanaman sangat penting. Biasanya hama wereng hitam acapkali menyerang bagian daun melon sehingga daun melon nampak bopek, struktur daun menjadi tidak rapih (berantakan), serta banyak daun yang rusak. Serangan penyakit bagi tanaman melon yang serius yakni Cucumber Mosaik Virus (CMV) yang terkadang menyerang bagian daun dan tunas tanaman muda. Pencegahan berbagai hama dan serangan CMV ini dapat dilakukan dengan penyemprotan menggunakan obat-obat kimia pada daun melon.

Itulah tadi penjelasan tentang bagaimana tatacara yang benar dalam pemeliharaan dan perawatan tanaman melon sesuai prosedur yang baik dan benar. Tentu saja tatacara/langkah di atas telah banyak disebarkan oleh master petani melon yang sudah profesional dan terkenal mumpuni dalam membudidaya melon berpuluh-puluh tahun lamanya. Baca juga: 10 Varietas dan Jenis-Jenis Tanaman Melon yang Banyak Dibudidaya Oleh Petani di Indonesia.

Artikel Terpopuler

Pemeliharaan dan Perawatan Tanaman Melon Sesuai Prosedur Yang Baik dan Benar
4/ 5
Oleh

Hallo Sobat Petani

Suka dengan Artikel di Atas? Silakan Berkomentar