2 Alasan Tanaman Mentimun Gugur Bunga dan Kurang Berbuah

Mentimun adalah salah satu jenis tanaman hortikultura yang cukup mudah ditanam di berbagai jenis tanah. Akan tetapi, penanaman yang baik untuk timun sebaiknya dilakukan di lahan persawahan dengan komposisi tanah lempung berpasir. Tanah lempung berpasir sangat bagus untuk pertumbuhan tanaman mentimun, sehingga akan dihasilkan tanaman mentimun berbuah banyak dan juga bunga-bunganya sangat banyak.

Beberapa referensi sebelumnya pernah menjelaskan bahwa, pada lahan tanam seperti tanah lempung berpasir sangat banyak mengandung unsur hara penting yang dibutuhkan tanaman timun untuk perkembangannya. Unsur Kalium (K) dan juga Kalsium (Ca) terbukti banyak ditemukan pada stuktur lapisan tanah lempung berpasir tersebut.

Pada kasus buah mentimun kurang memadai dan juga pertumbuhan bunganya yang kurang optimal dapat disinyalir bahwa tanaman kekurangan unsur hara tertentu. Unsur hara yang dimaksud disini adalah unsur Nitrogen (N), unsur Kalsium (Ca), unure Magnesium (Mg) dan juga unsure Kalium (K). Keempat unsur ini memang sangat penting dalam menunjang laju pertumbuhan dan perkembangan pada organ tanaman, terutama pada organ bunga dan buahnya.

Mentimun Organik di Tanah Lempung Berpasir sedang Berbuah
Mentimun Organik di Tanah Lempung Berpasir sedang Berbuah, Photo: Wahid Priyono (Guruilmuan)

Untuk pemenuhan keempat nustri hara di atas, maka tanaman mentimun sebaiknya diberikan pupuk organik maupun anorganik yang mengandung keempat unsur hara seperti yang telah dijelaskan di atas.

Unsur Nitrogen (N) banyak terdapat pada kotoran ternak, semisal pupuk dari tahi ayam yang dikeringkan itu sangat bagus untuk tanaman mentimun. Meskipun penggunaan pupuk dari kotoran sapi dan kambing juga bagus dan berperan nyata dalam meningktakan omset bunga dan buah dalam jumlah banyak.

Unsur Magnesium (Mg) berperan penting dalam perombakan berbagai senyawa kimia enzim, sehingga Mg sangat penting dalam pembentukan lipatan pada tunas daun muda, dan juga bagus untuk merangsang pertumbuhan bunga mentimun untuk tumbuh maksimal. Kekurangan unsur Mg juga dapat mengindikasikan buah sulit berkembang, dan pertumbuhan buahnya kecil-kecil dan kurang optimal.

Selain itu, unsure Kalium (K) dan Kalsium (Ca) juga sangat penting dibutuhkan oleh tanaman mentimun. Beberapa jenis pupuk seperti pupuk phonska, urea, KCL, NPK mutiara juga kaya akan unsur Kalium dan Kalsium yang penting bagi perangsang tumbuhnya buah dan bunga yang lebat pada buah mentimun.

Tanaman mentimun yang mengalami dehidrasi (kekurangan air) juga dapat mengindikasikan tanaman sulit menghasilkan bunga dan buah yang banyak. Oleh sebab itu, siram dan genangi lahan tanam mentimun sewaktu-waktu jika dibutuhkan (terutama pada musim kemarau).

Itulah tadi penjelasan mengapa tanaman mentimun gugur bunga dan kurang berbuah. Semoga informasi di atas bermanfaat untuk anda. Baca juga: Cara Budidaya Mentimun Organik Agar Cepat Berbuah Lebat.

Artikel Terpopuler

2 Alasan Tanaman Mentimun Gugur Bunga dan Kurang Berbuah
4/ 5
Oleh

Hallo Sobat Petani

Suka dengan Artikel di Atas? Silakan Berkomentar