Hasil Percobaan Sederhana Penggunaan Karbit (Gas Etilen) Pada Buah Pisang

Beberapa waktu lalu (20 Desember 2015) saya sempat mencoba memeram dan memberi karbit kepada buah-buah pisang yang baru dipanen. Buah pisang yang dipanen belum terlalu tua, dan memang sengaja saya melakukan ini hanya untuk melakukan eksperimen (percobaan) terkait dengan pengaruh hasil buah pisang yang dikarbit terhadap rasa buah yang dihasilkan.

1. Langkah-Langkah Percobaan

Langkah pertama dalam percobaan ini adalah saya mencoba memeram beberapa sisir buah pisang yang sudah mulai tua, saya masukan ke dalam perangkat percobaan (keranjang besar yang tertutup rapat) yang sebelumnya saya tempelkan karbit (Kalsium Karbida/CaC2) ke kain yang basah/lembab, tujuannya supaya gas etilen tersebut menguap saat terkena air dan menghasilkan panas. Panas inilah yang diduga akan mempercepat waktu pematangan pada buah pisang tersebut.

Dalam percobaan ini saya memasukan beberapa buah pisang yang belum terlalu tua ke dalam keranjang besar tersebut dan kemudian saya masukan juga kain lembab yang telah ditempeli gas etilen/karbit, lalu selanjutnya saya tutup rapat wadah keranjang tersebut. Lalu saya diamkan buah tersebut selama 4 hari, dan akhirnya pada hari ke-empat memang benar-benar buahnya langsung matang. Untuk banyaknya karbit yang saya berikan pada sampel memang tidak cukup saya perhitungkan.

2. Hasil dari percobaan

Hari keempat setelah buah pisang diperam dengan karbit, maka dihasilkan buah pisang yang sudah matang, namun ada beberapa hal yang saya coba amati dari mulai permukaan kulit pisang tersebut, mulai dari kenampakan warna kulit buahnya, tekstur buah, warna daging buah, tingkat kekenyalan/kelunakan buah, hingga pada rasa buahnya.

Hasil percobaan menunjukkan bahwa buah pisang yang dikarbit (diberikan gas etilen) selama empat hari, memiliki kriteria sebagai berikut:

  • Warna kulit pisangnya kuning langsat dan beberapa ada yang berwarna kuning biasa, ada juga yang warna kulit buahnya pucat;
  • Tekstur warna dagning buah putih agak kekuningan;
  • Warna daging buahn putih kekuningan
  • Daging buah ada yang lunak, kenyal, dan ada juga yang justru menjadi keras sehingga tidak bisa dimakan;
  • Rasa buahnya kurang manis;
  • Beberapa buah dibagian bongkol sisirnya ada yang telah membusuk.

Buah Pisang Yang Dikarbit
Buah Pisang Yang Dikarbit, Rasa Buahnya Kurang Manis. Fotografer: Wahid Priyono (Guruilmuan)

3. Kesimpulan

Dari percobaan sederhana di atas dapat disimpulkan secara umum bahwa buah pisang yang dikarbit ternyata tidak selezat buah pisang yang matang di pohonnya langsung. Masih banyak kekurangan-kekurangan dalam melakukan percepatan buah yang dilakukan secara instan seperti halnya dikarbit.

Itulah tadi uji coba (percobaan/eksperimen) terkait dengan percobaan sederhana dalam penggunaan karbit (gas etilen) pada buah pisang. Semoga bermanfaat untuk anda.

Jangan lupa anda klik dan baca juga referensi terkait berikut ini: Keuntungan dan Kelemahan Penggunaan Gas Etilen/Karbit Pada Pemasakan Buah.

Artikel Terpopuler

Hasil Percobaan Sederhana Penggunaan Karbit (Gas Etilen) Pada Buah Pisang
4/ 5
Oleh

Hallo Sobat Petani

Suka dengan Artikel di Atas? Silakan Berkomentar