Cara Budidaya Sawi Dengan Teknik Vertikultur Organik di Lahan Sempit

Pertanian modern saat ini telah mengubah paradigma pemikiran dari petani-petani konvensional yang masih menggunakan peralatan seadanya (peralatan-peralatan pertanian yang manual). Pertanian sistem modern telah menjawab tentang tantangan global bagaimana upaya pertanian yang dilakukan masyarakat dunia dapat membantu dalam mengatasi permasalah lingkungan dan meminimalisir terjadinya pencemaran udara, pencemaran tanah maupun pencemaran air yang ketiga jenis pencemaran tersebut jika tidak ditangani dengan baik maka dapat memberikan dampak negatif bagi lingkungan hidup.

Vertikultur merupakan sistem pertanian modern yang banyak diterapkan di lahan sempit seperti di daerah-daerah perkotaan-metropolitan, serta budidaya tanaman menggunakan teknik vertikultur juga memiliki nilai estetika bagi lingkungan sekitar. Dalam menanam berbagai ragam tanaman buah maupun sayur sebaiknya Anda juga dapat mencoba menggunakan teknik vertikultur yang terbukti telah banyak digunakan oleh banyak negara di dunia.

Dalam vertikultur sebenarnya dapat menggunakan jenis-jenis tanaman buah maupun sayur. Adapun jenis tanaman sayur mayur yang seringkali divertikultur diantaranya sawi, kangkung, daun bawang, sledri, lobak, selada, sawi, dan jenis holtikultur lainnya. Sementara itu, untuk jenis tanaman buah yang sering divertikultur diantaranya adalah tomat rampai, pare, strawberry, ciplukan, dan jenis lainnya yang cocok.

Teknik vertikultur Organik Pada Tanaman Sawi Caisim Menggunakan Paralon
Teknik vertikultur Organik Pada Tanaman Sawi Caisim Menggunakan Paralon (@indmira)
Untuk melakukan penanaman sawi secara vertikultur, ada beberapa langkah yang harus dilakukan, beberapa diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Penyiapan Bibit Sawi Berkualitas

Untuk memulai dalam pembudidayaan tanaman sawi/caisim secara vertikultur, sebaiknya yang harus dilakuan terlebih dahulu adalah penyiapan bibit sawi berkualitas tinggi. Bibit sawi dikatakan berkualitas apabila bibit sawi tersebut dibeli dari toko tanaman yang profesional dan bibit sawinya telah terverifikasi dari badan pertanian atau lembaga terkait lainnya yang mampu bertanggungjawab atas edaran bibit tersebut. Pastikan di dalam kemasan bibit sawi tersebut tertuliskan bahwa bibit telah terbebas dari penyakit tanaman tertentu. Setelah bibit didapatkan maka mari kita siapkan terlebih dahulu lahan tanam vertikultur.

2. Penyiapan Lahan, Media dan Proses Penanaman Sawi Vertikultur

Langkah-langkah yang harus ditempuh untuk penyiapan media dan lahan tanam secara vertikultur adalah:

  • Siapkan paralon PVC besar dengan ukuran ideal;
  • Buatkan lubang tanam pada paralon PVC dengan beberapa lubang tanam. Untuk melubangi paralon PVC dapat menggunakan pisau dapur yang tajam atau dengan alat khusus untuk melubangi PVC dengan cepat menggunakan hole saw dan mesin bor.
  • Buatlah jarak antar lubang sekitar 10 - 13 cm, sebaiknya gunakanlah paralon ukuran 1 - 2 meter untuk budidaya sawi secara vertikultur supaya lubang yang dibuat juga banyak untuk ditanami beberapa macam bibit sawi;
  • Setelah selesai membuat lubang tanam pada paralon PVC, langkah berikutnya yakni menegakkan paralon PVC, kemudian isi bagian dalam PVC dengan tanah humus/tanah liat yang ditambahkan pupuk kandang dari kotoran ayam (dicampurkan secara merata, perbandingan 1:1);
  • Setelah itu barulah bibit sawi ditanam pada tiap-tiap lubang tanam vertikultur yang telah disediakan. Ingat dalam penanaman bibit sawi hanya 1 - 2 bibit untuk tiap 1 lubang tanam; namun kebanyakan petani/penggemar pertanian vertikultur hanya menggunakan 1 bibit untuk 1 lubang tanam vertikultur;
  • Setelah bibit ditanam, selanjutnya adalah penyiraman secara rutin setiap hari, pastikan bahwa tanah di media vertikultur tetap lembab jangan sampai kering;
  • Biasanya bibit sawi akan tumbuh dan berkecambah pada umur 4 - 7 hari sejak tanam awal. Pada masa itulah sebenarnya bibit sawi telah siap untuk dilakukan proses perawatan berikutnya.
4. Kegiatan Perawatan Tanaman Sawi Vertikultur

Proses perawatan sawi vertikultur bertujuan untuk menjadikan benih-benih sawi yang telah berkecambah menjadi tanaman sawi dewasa yang siap untuk dikonsumsi atau dijual di pasaran. Proses kegiatan perawatan tanaman sawi vertikultur organik meliputi:

  • Penyiraman: Ini merupakan perawatan mutlak yang harus diperhatikan oleh para petani vertikultur. Penyiraman ditujukan bagi tanaman yang tanahnya mengalami kekeringan. Pastikan bahwa lahan tanam vertikultur sawi agar tetap lembab dan ketercukupan airnya terpenuhi dengan sempurna. Hal ini dilakukan bukan tanpa alasan, karena terbukti akan mempengaruhi laju pertumbuhan dan perkembangan sawi serta menentukan besar kecilnya produktivitas panen nantinya; Penyiraman dilakukan dengan penggunaan saluran-saluran pipa semprot atau manual menggunakan gayung yang disiramkan ke satu per satu tanaman;
  • Pemberian Pupuk Organik Cair: Beberapa petani vertikultur telah menambahkan/menyemprotkan pupuk organik cair (POC) pada akar tanaman yang divertikultur. POC dapat diperoleh dari hasil fermentasi air kencing kelici, air kencing sapi. Untuk pembuatan POC, silakan ikuti panduan berikut: Cara Pembuatan Pupuk Organik Cair POC Yang Baik dan Benar.
  • Pengontrolan Tanaman Dari Hama dan Penyakit Tanaman: Beberapa tanaman vertikultur sayur mayur ada yang terserang hama dan penyakit. Namun, jika perawatan dan penjagaan kesehatan lingkungan dilakukan dengan baik, maka dimungkinkan tanaman akan terhindar dari hama maupun penyakit. Penyiraman tanaman secara intensif dan sesuai porsi tiap tanaman juag sangat memberikan peluang supaya tanaman terhindar dari predator berbahaya seperti ulat daun, serta penyakit layu fusarium pada tanaman sawi vertikultur.

5. Panen dan Paca Panen

Biasanya pemanenan tanaman sawi secara vertikultur dapat segera dipanen ketika tanaman sawi berumur 1-2 bulan. Kecepatan pemanenan sawi secara vertikultur juga ditentukan oleh proses penanaman dan perawatan tanaman secara benar dan terarah.

Cara pemanenan sawi vertikultur yakni dengan cara mencabut sawi yang telah dewasa (yang sudah siap dipanen berdasarkan kebutuhan) hingga pencabutan sampai pada akarnya. Setelah itu, bersihkan akar-akar sawi hingga bersih sebelum dijual atau dikonsumsi.

Harga sayur mayur yang divertikultur secara organik terbilang cukup mahal hingga Rp.10.000,00 sampai dengan Rp.15.000,00/ikat sawi.

Sementara itu, kegiatan pascapanen sawi vertikultur dapat dilakukan dengan cara menggunakan ulang lahan tanam bekas sawi vertikultur tersebut, tanah digemburkan kembali lalu silakan ditanami ulang dengan jenis tanaman sayur maupun buah holtikultura berlainan jenis.

Demikian informasi tentang: "Cara Menanam Sawi Dengan Teknik Vertikultur di Lahan Sempit". Semoga apa yang telah dijelaskan pada bagian di atas memberikan manfaat sebanyak-banyaknya kepada rekan pembaca semuanya. Jangan lupa simak dan baca juga: Teknik Vertikultur, Cara Budidaya Tanaman Di Lahan Sempit Yang Menguntungkan Bagi Petani.

Artikel Terpopuler

Cara Budidaya Sawi Dengan Teknik Vertikultur Organik di Lahan Sempit
4/ 5
Oleh

Hallo Sobat Petani

Suka dengan Artikel di Atas? Silakan Berkomentar