Cara Menanam Bawang Merah di Kebun dan di Sawah Yang Benar Agar Hasil Panen Menguntungkan Bagi Petani

Bawang merah (nama latin: Allium cepa) merupakan produk komoditi tanaman holtikultura yang sudah banyak terkenal di kalangan masyarakat luas. Tanaman bawang merah ini sangat baik jika ditanam dan tumbuh pada daerah di dataran rendah dengan ketinggian lahan 0-400 meter di atas permukaan air laut, serta akan mampu tumbuh baik jika ditanam dengan proses perawatan yang intensif dan benar.

Tanaman bawang merah memiliki syarat tumbuh tersendiri, sehingga tanaman ini paling menyukai daerah iklim kering dengan penyinaran cahaya matahari yang cukup, dan suhu udara di lingkungan penanaman bawang merah yang agak panas, yakni berkisar antara suhu 60-70 derajat celcius. Jika penanaman bawang merah dilakukan pada suhu di bawah 60 derajat celcius dimungkinkan pembentukan umbi bawang merah akan tidak optimal sehingga akan mempengaruhi ukuran umbi serta berat umbi yang terbentuk. Sedangkan kelembaban udara yang dianjurkan yakni 70-90%. Sebelum menanam bawang merah, perkirakan juga luas lahan tanam, jumlah bibit. Sebab bagaimanapun juga ketersediaan luas lahan tanam harus disesuaikan juga dengan jumlah bibit yang hendak dibudidaya.

Sementara itu, untuk kondisi tanah yang paling cocok untuk membudidaya atau menanam bawang merah di kebun dan di sawah yang baik yaitu ditanam pada tanah merah, tanah lempung berpasir, tanah andosol, aluvial, argosol, tanah gembur dan subur yang kaya akan unsur hara organik maupun anorganik. Tanah yang baik juga harus memiliki pori tanah yang bagus sehingga penyerapan air keseluruh bagian tanah dapat tersebar merata dan tidak menimbulkan becek pada lahan.

Cara Menanam Bawang Merah di Kebun dan di Sawah Yang Baik dan Benar

Pada dasarnya untuk menanam bawang merah baik di sawah maupun di kebun adalah sama, yaitu tetap masing-masing lahan tersebut di buat bedengan-bendengan serta parit untuk saluran irigasi, serta jika bawang merah ditanam pada lahan perkebunan, tentu proses pengairan (irigasi) hanya dapat dilakukan dengan proses penyiraman manual, dengan bantuan air hujan, dan atau dengan bantuan irigasi buatan. Untuk memperoleh hasil budidaya bawang merah berkualitas, maka dibutuhkan tahap penanaman yang terencana dengan matang meliputi beberapa hal seperti; waktu tanam, pemilihan bibit bawang merah unggul, pengolahan tanah, teknik menanam bawang merah yang benar, tahap perawatan tanaman, pengendalian hama dan penyakit tanaman, serta kegiatan panen,pascapanen dan pemasaran (distribusi) umbi bawang merah ke pasaran., Berikut ini akan dijelaskan cara menanam bawang merah baik di kebun maupun di sawah yang baik dan benar agar hasil panen menguntungkan:

1. Waktu Tanam Bawang Merah Yang Baik

Waktu yang sangat baik untuk menanam bawang merah yaitu pada musim kemarau, dan tentunya harus dilengkapi dengan sistem irigasi (pengairan) yang baik pada lahan tanam. Penanaman sebaiknya dilakukan pada saat cuaca cerah, tidak mendung atau sedang hujan. Jangan lakukan penanaman bawang merah pada saat pergantian musim (pancaroba) dikarenakan pada musim pancaroba terdapat banyak angin kencang, tanaman harus lebih kuat terhadap perubahan cuaca dan iklim yang ekstrim, serta harus tahan lebih lama menyesuaikan kondisi suhu dan temperatur udara di sekitar lingkungan lahan tanam. Musim pancaroba dan udara yang terlalu lembab dan hangat dapat menyebabkan aktivitas jamur tanah tumbuh dengan baik dan dapat menjadi pengganggu bagi pertumbuhan tanaman bawang merah ini.

2. Pemilihan Bibit Bawang Merah Unggul

Bibit bawang merah unggul yang baik yaitu bibit yang telah disimpan selama 2-3,5 bulan di gudang penyimpanan, serta bibit bawang merah berasal dari tanaman yang dipanen pada usia setidaknya 70-90 hari. Sebab, pada usia tersebut bawang merah sudah memiliki titik tumbuh akar. Umbi bakal bibit bawang merah juga harus unggul dan tampak sehat dengan dicirikan bibit terlihat cerah, tidak kisut, nampak segar, dan tidak ada warna hitam pada bagian umbi lapisnya atau bagian luas umbi karena jika hal ini terjadi dapat diduga adanya serangan penyakit yang disebabkan akibat aktivitas jamur (kapang).

Sebaiknya tidak menggunakan bibit dengan ukuran umbi yang terlalu kecil, upayakan pilih bibit yang memiliki ukuran bobot yang sesuai rata-rata (besar-besar) dan tentunya disesuaikan dengan varietas bawang merah yang hendak dibudidaya. Umbi juga harus memiliki ukuran seragam (artinya ukuran yang sama), tidak terdapat luka/cacat pada bagian umbinya, atau tidak sobek pada bagian kulitnya. Pastikan bahwa bibit yang hendak ditanam benar-benar dalam kondisi bagus dan berasal dari para petani bawang yang sudah profesional bertahun-tahun.

Sebelum melakukan penanaman bibit bawang merah, sebaiknya bagian ujung umbi bawang dipotong sekitar 1/3 - 1/4 bagian dari panjang umbi dengan tujuan agar pertumbuhan bawang merata, merangsang pertumbuhan tunas, serta merangsang pertumbuhan tanaman bawang pada bagian lateral (samping) tanaman. Sedangkan bagian kulit luarnya dikupas dan dibuang, karena jika tidak dibuang maka akan memicu laju aktivitas jamur yang berkembang di bagian kulit bawang tersebut. Dalam satu hektar lahan tanam, setidaknya dibutuhkan bibit sekitar 600-800 kg bibit siap tanam.

3. Pengolahan Tanah

Tujuan dari pengolahan tanah untuk menggemburkan tanah. Pengolahan tanah dapat dilakukan dengan membajak sawah menggunakan traktor atau bajak dengan bantuan hewan ternak seperti kerbau atau sapi. Lahan yang sudah dibajak kemudian dibuatkan bedengan-bedengan dan dibuatkan parit sebagai irigasi (pengairan) antara bedengan satu dengan bedengan lainnya. Lebar bedengan yang dibuat sebaiknya 100-120cm, sedangkan ukuran parit sekitar 30-35cm, dengan kedalaman 30-40cm. Untuk panjang bedengan dan panjang parit tentunya disesuaikan dengan luas lahan tanam yang ada. Buat juga lubang tanam di atas bedengan sesuai kebutuhan dengan jarak lubang tanam satu dengan lubang tanam lainnya sekitar 15cm X 20cm. Menjelang penanaman, tepatnya satu pekan sebelumnya, tanah bedengan harus diberikan pupuk dasar seperti pupuk kandang/kompos serta diratakan. Tepat satu hari sebelum penanaman, lahan bedengan diairi air sehingga lahan siap untuk ditanami. Pastikan air yang tersedia di parit tercukupi dengan baik selama proses pertumbuhan umbi bawang merah hingga pada akhirnya tumbuhan melaju pada pertumbuhan dewasa, menghasilkan umbi yang siap dipanen.

4. Teknik Atau Cara Menanam Bawang Merah

Untuk menanam bawang merah baik di kebun maupun di sawah, sudah dijelaskan di atas yakni pada dasarnya sama, tidak jauh berbeda. Maka, bedengan yang sudah dibuat dan memiliki tingkat kelembaban tanah yang cukup, maka selanjutnya bedengan tersebut dibuat lubang-lubang kecil dengan jarak antar lubang tanam 15cm X 20cm atau 15cm X 15cm. Selanjutnya umbi bawang merah dimasukan ke dalam lubang tanam tersebut dengan meletakkan ujung umbi di atas tanah tersebut. tinggi lubang tanam juga disesuaikan dengan tinggi umbi bawang merah.

Sebaiknya hindari penanaman bawang merah terlalu dalam karena akan mempermudah pembusukan pada umbi. Ujung umbi sebaiknya ditutup dengan sedikit tanah dan jangan terlalu rapat menutupnya dengan tanah karena hal ini akan menghambat pertumbuhan tunas muda. Setelah proses penanam selesai, maka bedengan dapat disiram dengan air secukupnya, tujuannya agar tanah bedengan menjadi lembab dan memiliki ketercukupan air yang baik bagi kelangsungan hidup tanaman bawang.

5. Perawatan Dasar Tanaman Bawang Merah

Perawatan tanaman bawang merah hampir sama dengan cara menanam dan merawat tanaman bawang putih. Perawatan dasar bawang merah yang sudah ditanam meliputi beberapa hal seperti penyiraman, penyiangan dan penggemburan tanah, pemupukan, pengendalian hama pengganggu tanaman.

- Penyiraman

Umbi tanaman bawang merah harus disiram setiap hari sampai daun atau tunas pertama tumbuh. Penyiraman dilakukan dua kali sehari yakni pada pagi dan sore hari. Penyiraman baru dapat dilakukan sehari sekali apabila tanaman bawang merah sudah berumur +50 hari ke atas, dan penyiraman dihentikan 11 hari sebelum panen beralngsung. Ketika menyiram tanaman bawang usahakan tidak terlalu basah karena akan menyebabkan tanah menjadi padatdan berdampak serius bagi terganggunya pertumbuhan tanaman sehingga pertumbuhannya tidak seragam atau beriringan, atau menyebabkan umbi cepat membusuk.

- Penyiangan Gulma dan Penggemburan Tanah

Seperti tanaman jenis lainnya, tanaman bawang merah juga harus disiangi selama masa pertumbuhannya. Penyiangan dapat dilakukan dengan membasmi, mencabut, mengoret gulma (rumput-rumput liar) di sekitar akar tanaman bawang merah. Penyiangan bertujuan untuk mematikan rumput liar yang akan menghambat pertumbuhan bawang merah. Sebab bagaimanapun juga akar gulma akan mengambil nutrisi atau unsur hara penting yang sebenarnya sangat dibutuhkan oleh tanaman bawang untuk tumbuh dan berkembang.

Selama masa pertumbuhan tanaman bawang merah, penyiangan pada umumnya dilakukan sebanyak dua kali. Penyiangan pertama ketika tanaman berusia 7-4 Minggu, sedangkan penyiangan kedua pada usia tanam 5-6 Minggu. Penyiangan sendiri dilakukan secara tentatif (sewaktu-waktu) jika diperlukan dan terlihat adanya pertumbuhan gulma di area lahan penanaman bawang merah yang tidak terkendali (gulma tumbuh sangat pesat).

- Pemupukan

Pupuk yang diberikan pada tanaman bawang dapat berupa pupuk organik buatan sendiri atau dapat berupa pupuk anorganik. Pemupukan tanaman bawang dilakukan setidaknya dua kali yaitu sebelum penanaman dan setelah penanaman.  Pemupukan pertama seringkali menggunakan pupuk kandang atau pupuk kompos sebanyak 10 hingga 15 ton untuk setiap hektar luas tanam.

Maksud pemberian pupuk alamiah (organik) sebelum penanaman adalah agar struktur tanah tidak memadat, untuk menyuburkan tanah, serta menjaga kegemburan tanah dan memicu adanya pertumbuhan hewan-hewan tanah seperti cacing tanah. Sementara itu, untuk pupuk susulan diberikan dengan cara membenamkan pupuk di dalam tanah dengan jarak 10cm, dan pastikan tidak terlalu dekat dengan akar tanaman agar akar tanaman tidak mudah rusak atau pupuk juga dapat ditaburkan pada baris tanam di atas lahan bedengan.

6. Pengendalian Hama dan Penyakit Pengganggu Tanaman Bawang Merah

Jenis hama dan penyakit yang mengganggu pada tanaman bawang merah biasanya ulat daun, wereng hitam, cendawan, yang menyebabkan ujung daun terpotong dan daun terkulai lemas. Sedangkan ulat dapat merusak umbi yang disimpan di dalam gudang penyimpanan. Pencegahan hama dapat menggunakan 0bat pembasmi serangga (insektisida) seperti Azodrin 15 WSC, Bayrusil 250 EC dengan dosis masing-masing yakni 2ml/Liter air.

Penyakit yang sering menyerang tanaman bawang merah yakni bercak ungu yang disebabkan oleh aktivitas jamur. Gejala yang terlihat dari penyakit ini yaitu adanya bercak-bercak putih kelabu pada daun dan kemudian berubah menjadi warna cokelat lalu daun mengering dan rusak. Untuk mencegah tanaman bawang dari serangan penyakit jenis ini yaitu lakukan penyemprotan pada daun bawang merah menggunakan Difolatan 4F.

7. Kegiatan Panen, Pascapanen, dan Pemasaran

Kegiatan pemanenan bawang merah dapat dilakukan pada usia 60-90 terhitung sejak proses tanam awal dan cepat lambatnya pemanenan ini tentunya bergantung pada ketepatan proses perawatan, cara tanam serta media tanam. Adapun ciri dan karakteristik tanaman bawang yang sudah siap panen yaitu batangnya lemas dan roboh serta terkadang daun berwarna hijau tua agak kekuningan. Ciri lain seperti bentuk umbi bawang merah sudah nampak sempurna, sebagian umbi sudah nampak di permukaan tanah, umbi sudah berwarna merah tua atau keunguan dan berbau khas layaknya bawang merah yang biasa dikonsumsi sehari-hari. Pemanenan dilakukan dengan mencabut bagian batang tanaman bawang merah.

Kegiatan pasca panen yaitu mengelola kembali lahan yang sudah terpakai dengan dibajak lagi untuk penanaman pada musim berikutnya. Selain itu, setelah dipanen bawang merah harus dijemur pada cahaya matahari yang cukup selama satu hingga dua minggu agar tanaman tahan lama. Setelah proses penjemuran selesai, lalu bawang merah disimpan di dalam karung-karung jala-jala dengan suhu 29-33 derajat celcius.

Proses pemasaran umbi bawang merah yaitu dengan cara dipaket-paketkan di dalam karung jala-jala kemudian diangkut menggunakan mobil box ke daerah pemesanan seperti di pasar-pasar tradisional, toko swalayan, warung makan, restauran, dan di tempat-tempat penjualan lainnya. Harga bawang merah di pasaran tiap daerah berbeda. Di Pasar Natar Lampung Selatan, untuk harga 1 kilogram bawang merah dikenakan tarif sekitar Rp. 20.000,00 - Rp. 30.000,00,- dengan tingkatan harga bervariasi dan disesuaikan dengan kondisi kurs rupiah pada saat itu. Menjelang hari raya Idul Fitri, Natal, atau tahun baru dan lainnya, maka harga bawang putih dan bawang merah serta produk pangan lainnya biasanya melambung tinggi, dan tentunya usaha budidaya dan menanam bawang merah baik di kebun maupun di sawah merupakan pilihan terbaik bagi para petani untuk membudidaya bawang merah ini. Jika Anda berminat untuk menanam bawang merah agar hasil panen menguntungkan, maka tidak ada salahnya Anda mengikuti pedoman dan "Cara Menanam Bawang Merah di Kebun dan di Sawah Yang Benar Agar Hasil Panen Menguntungkan Bagi Petani" seperti yang sudah dijelaskan di atas. Semoga artikel panduan menanam bawang merah ini bermanfaat bagi kita semua. ayo menanam. Dan jayalah pertanian Indonesia.





Artikel Terpopuler

Cara Menanam Bawang Merah di Kebun dan di Sawah Yang Benar Agar Hasil Panen Menguntungkan Bagi Petani
4/ 5
Oleh

Hallo Sobat Petani

Suka dengan Artikel di Atas? Silakan Berkomentar

2 komentar

April 6, 2017 at 3:59 PM Delete

Selamat sore pak, izin tanya pak. Klw menanam bawang merah d polybag bsa berapa bibit ya pak, dan bolehkah menggunakan pupuk sp 36 dan klw sistem kocor takarannya berapa y pak. Terimakasih

Reply
avatar
April 18, 2017 at 7:35 AM Delete

Hallo pak Surya Raisa.. Salam kenal pak. Izin menjawab pertanyaan bapak.
(1). Untuk menanam bawang merah di wadah pot polybag, sesuaikan saja pak dengan kebutuhan bibit yang ada. Untuk 1 wadah pot polybag ukuran besar bisa ditanami bibit bawang 1 - 2 (ini idealnya).
(2). Boleh pak jika pemupukannya menggunakan pupuk SP-36, kalau mau dikocor pupuknya, tinggal disesuaikan dengan jumlah tanaman yang tersedia. Buat saja pak larutan pupuk SP-36 yang dicampur air. Untuk 1 kg pupuk SP-36 bisa dilarutkan pada air sebanyak 4 Liter, dan untuk disemprotkan pada tanaman bawang, larutkan lagi pak pada air sebanyak 10 Liter baru diaplikasikan ke tanaman bawangnya. Pembuatan kocor pupuk SP-36 bisa dilakukan berulang-ulang sesuai kebutuhan., (saran dari petani bawang merah di daerah Brebes). Semoga bermanfaat ya pak, terimakasih,.

Reply
avatar