Berternak dan Budidaya Itik/Bebek Petelur-Pedaging Untuk Hasil Menguntungkan

Itik (nama ilmiah: Anas Platyrnchos) atau yang biasanya disapa bebek ini merupakan hewan unggas dari golongan aves, memiliki tulang belakang (vertebrata), memiliki selaput renang pada kedua kakinya, memiliki telur berwarna biru cerah atau biru muda, sayap dan warna bulu biasanya bervariasi (warna cokelat muda, hitam, dan putih), dapat berenang di air, dapat hidup dipersawahan atau rawa-rawa yang memiliki banyak air dan ketersediaan keong atau serat-serat tanaman yang membusuk di sekitar lokasi sebagai pakan alternatif. Itik dalam dunia usaha ekonomi kreatif sangat memberikan peluang usaha yang menjanjikan jika dikerjakan dengan baik dan terencana, sehingga tidak heran jika banyak warung makan atau restoran di berbagai daerah yang setiap hari membutuhkan pasokan telur dan daging itik sebagai jajahan kuliner bagi wisatawan asing maupun domestik.

Gambar Ternak Itik di Rumah
Gambar Ternak Itik, Foto Asli Dibidik Oleh: guruilmuan.blogspot.com

Telur dan daging bebek memiliki kandungan protein sangat tinggi, memiliki cita rasa tersendiri dibandingkan dengan daging olahan dari jenis hewan lainnya. Untuk telur itik biasanya memiliki tekstur kuning telur yang lebih pulen dan lezat dibandingkan dengan berbagai jenis telur unggas lainnya. Dalam pembuatan roti yang gurih misalnya, telur itik sangat direkomendasikan untuk menghasilkan roti yang berkualitas dan mengandung protein tingkat tinggi. Perusahaan-perusahaan roti serta warung-warung makanan saat ini tidak pernah berhenti menyajikan kuliner daging dan telur bebek yang lezat ini. Telur bebek selain digunakan sebagai campuran adonan roti juga dapat dijadikan variasi menu makanan seperti sate telur bebek, telur asin, serta telur bakar. Sementara itu, untuk daging bebek biasanya digunakan sebagai pelengkap sayur daging itik, sate itik panggang, itik penyet, soto, dan berbagai jenis menu masakan lainnya. Sementara itu, kotoran/feses itik dapat dijadikan pupuk kandang untuk membantu menyuburkan tanah di area perkebunan. Seperti diketahui bahwa itik/bebek petelur bukanlah hewan yang asing di kalangan masyarakat Indonesia. Bahkan ternak itik tidak harus dilakukan melalui bentuk korporasi usaha bersama, namun setiap rumah dapat membudidayakan itik sebagai alternatif untuk memperoleh tambahan penghasilan, memperoleh manfaat dari mengonsumsi telur dan daging itik, serta mampu memperbanyak keturunan itik akibat dari tindakan pembibitan itik secara besar-besaran.

Sentra dan tempat budidaya itik/bebek banyak tersebar di berbagai wilayah di Indonesia seperti di daerah Jawa Barat, Kalimantan, Jawa Tengah, Jawa Timur, Lampung, Sumatera Selatan, Medan, Pekanbaru (Riau), serta daerah lainnya yang memiliki kondisi iklim sedang, serta memiliki lahan rawa-rawa dan pematang sawah yang luas. Setiap daerah-daerah pembudidaya itik di atas tentunya memiliki berbagai persamaan maupun perbedaan dalam hal pemilihan bibit unggul, proses pengaturan kandang, pemeliharaan dasar, pemanenan hingga pendistribusian ke pasar-pasar tertentu. Namun, adanya persamaan dan perbedaan tersebut pada dasarnya untuk proses budidaya adalah sama, yakni sebenarnya sangat mudah dan tidak memerlukan biaya yang cukup banyak. Budidaya itik petelur maupun itik pedaging dapat dilakukan di area halaman rumah, di daerah persawahan maupun rawa-rawa yang banyak digenangi aliran air. Sebab bagaimanapun untuk budidaya-berternak itik sangatlah tergantung dari jenis makanan yang tersedia bisa berupa keong, dedak (sisa penggilingan padi), maupun sisa-sia nasi basi, dan lainnya.

Untuk membudidayakan itik petelur-pedaging alangkah baiknya terlebih dahulu Anda membuat taksiran pendanaan secara lengkap di atas kertas, tulislah point-point penting apa saja yang menjadi pertimbangan saat akan memulai usaha kreatif berternak itik (alokasi dana) yang dibutuhkan secara detail. Kemudian barulah Anda memulai usaha tersebut dengan memperhatikan seperti sarana kandang, pemilihan bibit unggul, pemeliharaan dasar itik, pemanenan, pasca panen, hingga proses pemasaran (pendistribusian hasil panen). Namun penting diingat juga bahwa untuk berternak itik ini sebaiknya dilakukan secara tekun, sabar, penuh tanggungjawab, serta kepemilikan dana yang cukup untuk segala macam perawatan itik selama proses budidaya berlangsung. Memiliki jiwa semangat serta mengetahui point-point penting seperti yang disebutkan sebelumnya adalah mutlak, sebab hal-hal tersebut akan menentukan keberhasilan usaha serta hasil panen yang baik. Ditambah lagi saat ini persaingan untuk telur dan daging itik sangatlah ketat di pasaran, maka kualitas daging, cita rasa telur yang diproduksi juga tentunya berkaitan dengan proses pemberian makan, dan faktor penunjang lainnya. Baiklah jika Anda sudah siap untuk memulai usaha budidaya-berternak itik petelur maupun pedaging, sebaiknya ikuti beberapa pedoman berikut ini:

Sarana dan Prasarana Kandang Itik

Kandang itik merupakan tempat dimana itik-itik yang dibudidaya memiliki ruang yang cukup selama hidupnya. Kandang-kandang yang dibuat oleh kebanyakan pengusaha itik biasanya terbuat dari bahan utama bambu yang dibilah-bila kemudian dianyam sedemikian rupa kemudian dijadikan pagar keliling membentuk persegi panjang. Pagar-pagar kandang ini dibuat biasanya dengan ukuran 10x20 meter persegi untuk jumlah itik sebanyak 60-90 ekor dan tentu disesuaikan dengan luas ukuran lahan. Karena itik lebih suka di daerah yang banyak air, maka sebaiknya pembuatan kandang penting melihat kondisi geografis di wilayah itu seperti pembuatan kandang akan sangat cocok di lahan terbuka seperti rawa-rawa, persawahan, tegalan, dan daerah yang memiliki cukup air lainnya. Namun, tidak menutup kemungkinan banyak juga di kalangan peternak itik/bebek yang memanfaatkan lahan tertutup sebagai tempat usaha, terutama yang memiliki lahan sempit dan halaman perumahan. Secara umum untuk kandang itik yang baik dianjurkan memiliki beberapa kriteria seperti: (1) Suhu di dalam kandang tidak boleh lebih dari 40 derajat celcius dan tidak boleh kurang dari 30 derajat celcius. Hal ini dimungkinkan itik merupakan hewan berdarah panas (dari kelompok aves-bertulang punggung/avertebrata) yang suhu badannya sama dengan manusia yang akan stabil jika berada pada kisaran suhu 30-35 derajat celcius. (2) Kandang sebaiknya lembab dan memiliki cukup air terutama  untuk kandang yang dibuat di lahan terbuka seperti persawahan dan rawa sebaiknya, sementara untuk di kandang tertutup karena kegiatan usaha ditargetkan di rumah-rumah sebaiknya kelembaban kandang tidak lebih dari 60%. (3) Penerangan kandang penting (untuk kandang di lahan tertutup), sementara di areal persawahan dan rawa sebaiknya tidak digunakan penerangan juga tidak masalah, namun sebaiknya diberi penerangan dengan lampu daya 40-60 Watt yang diletakkan di setiap sudut kandang. (4). Persiapan tempat pakan (makanan) dan minum yang dapat dibuat melalui wadah-wadah bekas seperti untuk tempat makan bisa menggunakan ember-ember bekas, serta tempat minum dapat menggunakan bak besar khusus yang dibagi-bagi untuk setiap kandang sesuai kebutuhan.

Pembibitan Itik Petelur-Pedaging Unggul

Memperoleh bibit itik petelur-pedaging yang unggul sangat dibutuhkan guna memperoleh itik-itik yang sehat, memiliki tubuh yang besar, tubuh yang tahan penyakit, memiliki kualitas telur dan daging yang memadai sehingga hal ini akan mempengaruhi omset usaha yang banyak. Pembibitan dan pemilihan bibit itik unggul adalah kunci utama untuk sukses dalam budidaya itik. Oleh karena itu, sangat disarankan untuk menggunakan bibit benar-benar unggul dan terbukti kualitasnya. Maka sebaiknya carilah bibit-bibit tetas itik yang berkualitas dari peternak terpercaya, serta harga yang relatif terjangkau. Dalam mendapatkan bibit itik yang unggul, ada beberapa cara yang ditempuh diantaranya; (1) Membeli dan memelihara indukan itik yang unggul dan telur tetasnya dapat kita tetaskan di sarang ayam/mentok sehingga diperoleh bibit yang diinginkan. (2). Mencari induk itik unggulan, kemudian telurnya kita tetaskan, (3) Membeli bakalan itik usia satu hari atau setengah bulan (itik starter) yang juga dikenal sebagai DOD. Sebelum membeli dan menggunakan bibit sebaiknya dikonsultasikan terlebih dahulu kepada orang yang berpengalaman di dunia peternakan itik secara langsung agar kualitas itik yang hendak diternak benar-benar baik, terlebih mintalah saran dari peternak itik yang memiliki DOD berkualitas baik. DOD itik yang bagus yakni dicirikan tidak cacat, dan warna bulu kuning cerah ada itik anakannya.

Perawatan Bibit Itik Petelur-Pedaging Unggul

Setelah mendapatkan bibit itik unggul, langkah berikutnya yaitu tahap perawatan bibit yakni bagaimana cara yang tepat untuk merawat bibit itik tersebut sehingga menjadi apa yang diinginkan. Sebagai contohnya, setelah mendapat starter bibit itik DOD yang unggul, kita wajib segera menanganinya, bibit tersebut harus segera dimasukkan ke dalam kandang yang sudah dibuat. Penting diperhatikan terkait dengan suhu/temperatur kandang, usahakan cahaya matahari juga dapat masuk ke dalam kandang hal ini penting sebab kulit itik-itik starter/DOD membutuhkan vitamin D alami yang terdapat pada sinar matahari. Agar semua bibit-bibit itik memperoleh perawatan yang merata, sebaiknya 1x1 meter persegi (kandang tertutup dalam bentuk box) menampung 50 - 60 ekor bibit. berilah makan dan minum sesuai umur itik. Jika itik masih usia starter (1-7 hari) sebaiknya lebih banyak diberi vitamin tambahan untuk memberi nutrisi agar memiliki daya tahan tubuh kuat sehingga di usia remaja dan dewasa akan tidak mudah terserang penyakit. Vitamin yang diberikan pada minum dan makanan itik starter/DOD sangat penting agar itik mendapat nutrisi cukup, terhindar dari stress dan berbagai persoalan penyakit terutama yang sering menyerang yakni penyakit akibat virus flu burung (H5N1). Akan tetapi, itik adalah hewan yang memiliki daya tahan tubuh kuat dan beberapa spesies itik ada yang sulit terserang virus flu burung.

Perawatan Calon Indukan Itik/Bebek Petelur-Pedaging

Setelah melakukan proses perawatan bibit starter/DOD seperti yang dijelaskan di atas, langkah berikutnya yaitu menentukan kemana nantinya calon induk itik petelur akan didistribusikan/dipasarkan, serta dalam bentuk apa?. Ada dua jenis telur itik yaitu telur yang digunakan untuk kepentingan konsumsi, dan telur itik untuk kepentingan penetasan (telur tetasan). Dalam memproduksi telur tetasan, hal yang harus kita sediakan adalah itik pejantan. Umumnya dalam satu itik pejantan harus dipersiapkan untuk mengawini/membuahi 6 itik betina. Oleh sebab itu, penentuan kualitas telur penting ditentukan sebelum itik layak produksi.

Pemeliharaan Dasar Itik Petelur-Pedaging (Makanan, Minuman, dan Obat-Obatan)

Dalam membudidaya itik, sebaiknya hal yang menjadi penting adalah tahap pemeliharaan dasar. Pemeliharaan adalah upaya yang dilakukan seorang peternak itik untuk benar-benar serius memberikan tanggungjawabnya kepada itik-itik agar dapat bertahan hidup, menghasilakan telur dan daging berkualitas, oleh karena itu itik-itik penting diberikan asupan nutrisi yang diperoleh dari makanan, minuman, serta obat-obatan (dalam hal ini vitamin yang ditambahkan).Perlu diingat bahwa indukan yang subur juga tidak diperoleh dari jenis makanan, minuman dan vitamin yang sembarangan. Buktinya, berdasarkan pengalaman, itik-itik betina yang diberi pakan dari keong akan jauh lebih cepat proses bertelur dan menghasilkan telur yang berkualitas tinggi, kuning telur menjadi lebih tebal dan kuning pekat serta memiliki cita rasa dan kandungan protein yang cukup tinggi. Maka, faktor makanan, minuman, serta pemberian vitamin penting diperhatikan untuk ternak itik. Dengan memperhatikan pemeliharaan dasar tersebut, segala bentuk pengoptimalan itik agar memiliki daging dan telur berkualitas dapat tercapai serta akan meminimalisir terjadinya berbagai persoalan penyakit yang menyerang sistem pertahanan tubuh itik. Ada beberapa kegiatan terprogram yang dapat dijadikan landasan untuk pemeliharaan dasar seperti; (1) Menjaga kebersihan kandang itik, dan tentunya hal seperti ini sangat dianjurkan mengingat itik adalah hewan yang mudah lapar sehingga karena sering makan maka feses/kotoran itik terkadang menggangu pemandangan di dalam kandang. Caranya yaitu membersihkan kotoran itik dengan menggunakan cangkul kemudian kotoran dimasukan ke dalam kotak khusus penampung kotoran. Tanpa disadari oleh peternak itik, sepertinya kandang yang kotor dapat menyebabkan pertumbuhan dan perkembangan bakteri tidak terkontrol, sehingga dengan keadaan seperti ini peluang untuk menimbulkan gejala dan penyakit yang menyerang itik semakin besar dan mengurangi keberhasilan panen. Jika itik sudah terserang penyakit, maka otomatis bisa saja itik akan mengalami masa pengobatan, dan pengobatan tersebut membutuhkan biaya yang tidak sedikit jika banyak itik yang mengalami berbagai jenis penyakit. Oleh karena itu, pemeliharaan dasar dan kebersihan kandang sejak dini harus dimulai agar kandang tetap terlihat bersih dan nyaman bagi itik agar tidak mudah stress, terserang penyakit. (2) Jika itik mengalami gangguan bahkan terserang penyakit seperti terkena penyakit Flu Burung (H5N1), sebaiknya konsultasikan segera permasalahan ini kepada dinas peternakan setempat atau kepada dokter hewan. Mintalah ahli kedokteran hewan untuk menganalisa, memberikan diagnosa serta penanganan yang tepat untuk itik, termasuk tidak terlepas dari pemberian dosis obat dan multivitamin yang cocok untuk proses penyembuhan itik dari berbagai persoalan penyakit menular. (3). Pemberian pakan (makanan) dan minuman pada itik sangat penting dan hal ini penting menyesuaikan dengan umur itik. Umumnya pemberian pakan pada itik memperhatikan usia itik yaitu fase starter, grower, dan layar. Ketiga fase tersebut dapat diberikan jenis pakan yang dijual di toko hewan/pasaran. Sebaiknya saat memilih jenis pakan juga disesuaikan dengan usia itik yang hendak diberi. Pada usia itik 0-2 Minggu sebaiknya berikan pakan pada wadah yang rata (tray). Di atas dua minggu sebaiknya pakan dapat diberikan dengan menaburkan di atas lantai kandang tahan/di tanah lembab seperti yang ada di persawahan/rawa. Untuk itik di atas usia dua bulan sebaiknya dapat diberikan pakan buatan (ransum) seperti pemberian pakan dedak (sisa dari proses penggilingan padi) atau dengan memberikan pakan alami yang terbukti baik untuk pertumbuhan dan perkembangan itik yakni berilah pakan keong yang banyak terdapat di sawah-sawah pada saat akan menanam padi atau ketika musim penghujan datang. Sementara itu, untuk usia itik di bawah 1 Minggu sebaiknya diberikan air mineral yang  ditambahkan di dalamnya dengan vitamin yang khusus digunakan untuk memberi nutrisi pada bebek/itik. Sedangkan untuk itik usia di atas satu minggu dapat terus-menerus mengisi air dengan posisi wadah air berada di pinggiran kandang, atau jika air sudah tersedia misalnya di rawa dan lahan pertanian sebaiknya biarkan itik-itik tersebut meminum air di sawah tersebut. Sejak itik memasuki usia satu bulan, maka kita dapat memberikan wadah yang berisi air minum dengan panjang 2-3 meter untuk jumlah populasi itik sebanyak 200 hingga 400-an ekor dalam satu kandang dan air sebaiknya diberikan secara berkala dan terus-menerus.

Proses Pemanenan dan Pendistribusian Telur-Daging Itik Ke Pasaran

Kebanyakan itik bertelur pada waktu dini hari. Dan terkadang untuk waktu di atas pukul 06.00 pagi itik terkadang sudah tidak bertelur lagi di dalam kandang. Biasanya, saat pagi hari sekitaran pukul 07.00 pagi kita dapat melihat banyaknya telur-telur itik yang ada di dalam kandang, dan sebaiknya telur-telur tersebut segera diambil satu per satu. Masukkanlah telur-telur itik tersebut ke dalam wadah seperti keranjang yang berbentuk cekung serta usahakan saat menumpuk telur hati-hati karena dikhawatirkan akan pecah. Jangan terlalu lama untuk menyimpan telur itik, sebab jika telur itik diletakkan pada suhu di atas 40-50 derajat celcius dalam waktu berbulan-bulan, maka kuning telur itik akan menjadi keras akibat suhu yang terlalu panas dan tidak cocok untuk menyimpan telur. Ahli peternakan itik/bebek merekomendasikan untuk suhu optimum penyimpanan telur itik yang baik yaitu pada kisaran suhu 25-35 derajat celcius agar telur tidak mudah rusak. Jika telur tidak diawetkan sebaiknya segera di pasarkan di berbagai tempat penjualan telur atau restoran tempat warung makan di daerah sekitar tempat tinggal Anda.

Proses pemasaran dan pendistribusian telur dan daging itik dapat dilakukan di warung-warung makan (restaurant) dalam bentuk telur asin, atau daging mentah. Jangan khawatir, karena peluang besar edari usaha konomi kreatif - berternak itik petelur/pedaging dapat menghasilan upah yang sangat lumayan untuk menunjang perekonomian sehari-hari. Biasanya dalam 1 butir telur itik dihargai sekitar Rp.2000 - Rp. 3.000 rupiah. Itu artinya jika Anda menjual 1000 telur itik setiap harinya dengan harga masing-masing terlur Rp.3.000 rupiah, maka uang yang didapat berkisar Rp.3.000.000,00,- dalam sehari. Hasil tersebut tentunya belum diakumulasi dari total jumlah telur yang diperjual-belikan selama satu bulan penuh. Hasil yang sangat banyak bukan?. Sementara itu, jika Anda ingin menjual daging itik, maka untuk daging itik harganya relatif maha. Dalam satu kilogram daging itik di kota Bandarlampung berkisar di atas Rp.65.000-an/kg. Rata-rata harga daging itik ini belum mencakup persentase harga di pasaran dari tiap daerah di Indonesia, tentunya rata-rata harga daging itik selalu bervariasi. Nah, demikian tadi penjelasan tentang "beternak dan budidaya itik/bebek petelur-pedaging untuk hasil menguntungkan". Semoga apa yang sudah dijelaskan pada bagian di atas, dapat langsung diaplikasikan langsung sehingga usaha ekonomi kreatif berupa budidaya itik petelur di tiap daerah terus dilakukan untuk mengurangi pengangguran serta meningkatkan nilai tambah makanan.


Tafsiran Biaya Untuk Membuka Usaha Ekonomi Kreatif Pada Ternak Itik Petelur-Pedaging

Untuk membuka peluang usaha berupa ternak bebek/itik petelur pedaging setiap individu memiliki tafsiran biaya masing-masing, tentu hal ini berkaitan dengan seberapa banyak itik yang hendak dibudidaya. Setidaknya jika Anda akan membuka usaha ternak itik, sebaiknya dimulai dari hal-hal kecil terlebih dahulu (terutama bagi pemula, tahap percobaan), misalnya dengan berternak itik sebanyak 100 ekor saja, dan jika mengalami perkembangan usaha dan sudah mahir dapat ditambah untuk jumlah ternak itiknya. Rata-rata harga untuk itik masa starter/DOD berkisar antara Rp. 6000-Rp. 10.000 ribu rupiah untuk jenis bebek jantan maupun betina. Namun umunya harga bebek DOD betina jauh lebih mahal dibandingkan bebek DOD berjenis kelamin jantan. Terkadang juga harga bebek starter bervariasi di setiap daerah dan harga disesuaikan dengan jenis bibit dan spesies yang bersangkutan. Sebagai contoh, anak bebek/starter/DOD jenis bebek hibrida peking F1 yaitu Rp.12.000,00-,. bebek lokal malang dikisaran harga Rp.4.200/ekor. Sebaiknya jika Anda ingin memulai usaha budidaya itik, sebaiknya carilah bibit itik yang unggul, tidak apalah jika harganya lumayan mahal, akan tetapi itik-itik berkualitas inilah yang nantinya dapat Anda gunakan sebagai induk produktif untuk ditetaskan telurnya. Tafsiran biaya berternak itik dapat berpatokan langsung dengan jumlah itik yang hendak diternak. Jika Anda ingin menernak itik/bebek hibrida peking F1 sebanyak 100 ekor dengan harga Starter/DOD hibrida peking F1 seharga Rp.12.000,00-,. Maka Anda dapat mengalikan 100 ekor bebek peking F1 tersebut dengan harga bebek peking F1 dalam rupiah, maka: 100 ekor bebek peking F1 X Rp.12.000,00,- = Rp. 1.200.000,00,-. Dan tentunya Anda juga harus menghitung jumlah kandang, pakan, obat-obatan yang hendak dibeli dengan tafsiran biaya produksi yang tepat. Catatlah biaya-biaya tersebut di atas kertas dengan memberikan perincian modal awal, sehingga keuntungan nantinya dapat dihitung ketika hasil panen sudah dipasarkan. Selamat mencoba.

Artikel Terpopuler

Berternak dan Budidaya Itik/Bebek Petelur-Pedaging Untuk Hasil Menguntungkan
4/ 5
Oleh

Hallo Sobat Petani

Suka dengan Artikel di Atas? Silakan Berkomentar

8 komentar

June 14, 2015 at 12:43 PM Delete

lengkap sekali penjelasannya mas, sangat bermanfaat bagi saya dan juga pembaca lainnya, terutama yg berniat ingin beternak itik :D

salam sukses :)

Reply
avatar
June 14, 2015 at 1:07 PM Delete

Oke sama-sama mbak Indri. Di tempat saya (di Lampung) juga banyak masyarakat di sana yang membudidayakan itik petelur-pedaging. Soalnya usaha ekonomi kreatif seperti budidaya itik ini sangat menguntungkan. Dan saya paling suka sama telur itik sebab rasa kuning telurnya lebih pulen, lezat dan bergizi tinggi, hehe. Terimakasih mbak Indri sudah berkunjung :)

Reply
avatar
June 14, 2015 at 1:36 PM Delete

tapi memelihara itik itu resikonya bisa kena penyakit gatal ya mas kalau kita gak hati2 menjaga kebersihan, kalau di jawa disebut gudiken hehe :D

tapi saya paling suka telur asin :D

Reply
avatar
June 14, 2015 at 2:26 PM Delete

wow keren tulisanya lengkap,,bebeknya macem macem ama harganya juga salam sukses dehh

Reply
avatar
June 15, 2015 at 9:03 AM Delete

Iya betul sekali mbak Indri terkadang penyakit gudiken sering menyerang itik/bebek, maka dari itu sebaiknya kebersihan kandang juga perlu diperhatikan..hehe. Dulu saya dan ayah juga pernah berternak itik di rumah dan hasilnya maksimal. Usaha ternak bebek ini bagus mbak untuk menambah penghasilan sehari-hari...

Reply
avatar
June 15, 2015 at 9:07 AM Delete

Makasih ya agan detik sudah berkunjung, hehe.. iya, berternak itik soalnya sudah pernah saya lakukan sejak SMA dulu. Dan hasil berternak itik cukup menjanjikan, sebab warung-warung makan, toko swalayan, maupun restaurant selalu stok daging dan telur itik, maka tak ada salahnya kalau kita semua bisa mencoba berternak itik, sebab prospeknya cukup bagus...

Reply
avatar
July 2, 2015 at 1:54 PM Delete

semoga sukses pak guru ilmuwan, hehehe, kebetulan rumah saya juga pelihara ayam potong alias pitik ras.. hehehe

Reply
avatar
July 2, 2015 at 11:53 PM Delete

Terimakasih mas... usaha sampingan yah> sukses juga semoga untuk usaha ayam potongnya, hehe . Salam kenal mas Tri Moluwung :D

Reply
avatar